Tuesday, November 29, 2016

I am Blogger, I am Cartoonist. Yes, I'm Switchable

Hai, kenalkan saya Pakde Zaki. Mblogger ajib, asal Palembang. Pekerjaan saya tukang ketik online. Meskipun saat ini saya tidak punya NIP alias jobless, saya bisa berkantor di mana saja. Asal ada sambungan wifi maka pekerjaan klien pun bisa diselesaikan secara real time.

Selain tukang ketik konten web, saya juga mengambil 'upahan' ilustrator freelance. Ya sebagai kartunis maupun sebagai desain grafis. Untuk yang satu ini, jatah pekerjaan dilakukan di rumah. Soalnya, pekerjaan tersebut memerlukan resources yang lebih mumpuni di bidang hardware. 
Salah satu pekerjaan saya sebagai seorang ilustrator freelance di salah satu media lokal

Yups, saya blogger dan saya juga seorang ilustrator. Yes, I'm switchable. Jadi buruh ketik maupun tukang gambar, saya lakoni. Dan saya mencintai keduanya. Keduanya adalah pekerjaan saya, keduanya adalah hobi saya. Damn, I love it! Meski untuk itu, saya rela menjadi pekerja serabutan di dunia digital. Kerja apa saja. Asal bisa beli kuota tiap bulannya. Asal bisa nabung buat rumah untuk anak dan isteri. Asal nggak asal-asalan.. :)

Untuk kebutuhan ngetik dan mengedit naskah, saya menggunakan laptop berspesifikasi biasa saja. Layar 14", Intel Celeron 2840 @ 2.16GHz dan RAM 4GB. Cukuplah untuk blogging, jadi admin di dua portal berita dan beberapa akun sosial media. Sedang untuk pekerjaan desain dan ilustrasi, alat perang saya itu sebuah desktop PC dengan jeroan Intel Core 2 Duo G630 @2,70 GHz, RAM 4 Gb dan sebuah scanner plus sebuah buku sketchbook A4.
Acer Switchable Alpha 12
Ini spesifikasi alat perang pencari nafkah

Cukup? Sangat cukup!

Namun, jika diminta lebih, saya kepengen sekali punya digital pen. Mengapa? Alasannya, jujur saja, repot sekali jika harus menggambar manual dulu terus dipindai, kemudian baru bisa dimasukkan ke komputer.

Kamu bisa lihat proses saya bekerja membuat ilustrasi pada gambar di bawah ini. Repot banget kan? Berhubung saya sangat mencintai hobi menggambar ini dan ujungnya saya jadikan sumber pendapatan keluarga, maka selama ini saya cukup enjoy menjalaninya.


Meski demikian, tetap saja ini menjadi tantangan, utamanya lagi jika saya lagi di jalan. Nah, 'problem' inilah yang sering dan saat ini saya alami.

Saat asyik mangkal di ruang publik, (seringnya di Perpusda sih daripada nge-cafe, mahal! Haha..) tiba-tiba masuk texting yang membutuhkan desain segera. Kan repot? Apalagi rumah saya itu sudah masuk kawasan Palembang coret. Sekitar 14 km dari pusat kota. Bayangkan, seberapa cepat saya bisa pulang ke rumah untuk mengerjakan tugas desain dan ilustrasi itu?

Bisa punya digital pen pun sepertinya menyenangkan. Tapi masalah belum terselesaikan. Karena musti pula bawa pad-nya ke mana-mana, apalagi jika sering mobile. Ditambah, kapasitas tas sudah penuh untuk dipanggul.

Ide lain? Beli scanner portabel. Sepertinya bisa menjadi solusi, tapi lagi-lagi nggak efisien Bos! Banyak bingitts barang yang harus dibawa di dalam tas.

Emang kita mau pindahan apa? Kayak anak kos di akhir bulan saja, yang ngilang sejenak dari kontrakan, karena kiriman ortu belum ditransfer juga dan ibu kost udah nyindir melulu. Hehe..  

So, dengan beberapa poin tadi, saya lantas membayangkan jika ada satu laptop yang bisa fleksibel mendukung aktivitas dua dunia saya, menulis dan menggambar, pasti sangat menyenangkan. Hardware-nya tangguh buat mengerjakan proyek desain. Sekalian juga dilengkapi dengan digital mouse pen yang bisa dibuat untuk menggambar langsung di layarnya.

Jadi nggak butuh pad ataupun kertas lagi. Go green gitu. Selain tentu saja efisien dan fleksibel. Sebuah gawai digital idaman yang switchable, berspesifikasi maknyus dan tentu saja portabel. Ah, mimpi kali ya..

Setdah, ternyata beneran ada!

Pas tahu ada produk dahsyat dari Acer yang bernama Acer Switch Alpha 12. Asli saya langsung mupeng tingkat akhir dewa!

Asli!! Bikin mupeng..

Eh, kamu sudah tahu dengan produk yang satu ini belum? Kalo belum, hayok sama-sama kita preteli spesifikasi mautnya.

Sebelum kedatangan Acer Switch Alpha 12 ini, sudah ada beberapa produk yang memberikan gimmick label laptop berkonsep 2 in 1 ini. Di mana layar bisa dilepas, sehingga bisa berfungsi sebagai laptop ataupun sebagai tablet. 

Namun 12 poin di bawah ini menunjukkan keunggulan dari produk flagship dari Acer ini. Apa saja itu?  
 
1. Notebook 2 in 1, bisa tablet, bisa notebook. Sebenarnya sih saya suka nyebutnya 3 in 1. Soalnya Notebook bisa, Tablet bisa, Canvas digital juga bisa! Hayoo, yang lain mana bisa?

2.  Teknologi selanjutnya yang mengundang decak kagum adalah keberadaan sistem pendingin yang tidak lagi menggunakan sistem kipas, melainkan sudah melompat menggunakan teknologi cairan pendingin ajaib. Acer menamakannya sebagai LiquidLoop TM.

Skema teknologi LiquidLoop TM (Foto: Liputan6.com)

3. Keuntungan dari teknologi yang fan-less ini, suaranya senyap, sangat bagus untuk para desainer ataupun ilustrator atau blogger yang butuh keheningan untuk menjaga konsentrasi. Terus, jangan khawatir overheat. Karena cairan pendingin dari LiquidLoop TM ini sudah mumpuni untuk membuang jauh-jauh panas yang muncul. 

4. Poin selanjutnya adalah desainnya yang revolusioner, sudah mengadopsi kebutuhan sebagai tablet, kickstand, dan keyboard docking. 


5. Nah, selanjutnya bicara otaknya. Acer Switch Alpha 12 ini sudah ditenagai prosesor Intel® Core™ generasi ke-6. Acer sendiri sudah mengeluarkan dua varian, yakni Intel Core i5 dan Intel Core i7. Ditambah dengan pilihan memori, RAM 4 GB dan 8 GB. Sudah sangat cukup untuk menggambar dan desain yang rumit. Haduuuh, saya tambah bopeng eh mupeng, toloong..

6. Full layar sentuh berukuran 12″ dengan panel IPS dan resolusi qHD 2160 x 1440. Serasa menggambar di kertas A4+. Sehingga sudah pasti akan sangat nyaman. Kehadiran layar ini akan memangkas keberadaan sketchbook saya.


7. Desainnya ergonomis. Edisi lengkap, beratnya 1,25 kg. Jika layar dilepas hanya 900 gram saja. Selain itu, nyaman diajak bekerja berjam-jam karena tidak mudah panas, selain itu bentuknya juga sudah ergonomis. Saat dilepas dari docking keyboard, taruh saja di pangkuan dan menggambarlah selayaknya sketchbook.

8. Inilah yang bikin saya kepincut dan menjadi pembeda dari produk sejenis lainnya. Acer melakukan lompatan jauh dengan menghadirkan stylus Active Pen yang responsif. Tak hanya sekedar berfungsi untuk mengetuk layar, fungsi stylus pen sudah sangat mumpuni menggambar langsung di layar. 
 


9. Teknologi penyimpanan sudah menganut SSD (Solid State Disk), berkapasitas 512 GB dan 256 GB, tergantung seri. Adanya teknologi SSD ini memungkinkan aksi sleep mode aman dari guncangan, meskipun tablet tidak berada dalam posisi datar atau senantiasa melakukan on/off. Ini penting, buat yang sering mobile. Tidak perlu shut down, karena tidak ada lagi komponen yang berputar di dalam SSD, selayaknya hardisk konvensional.

10. Kelengkapan hardwarenya sudah kekinian banget, port USB 3.0, USB 3.1 Type C, Audio in/out dan sebuah slot microSD. Kurang apalagi coba?

11. Baterai berkapasitas 4.870mAh. Diklaim, mempunyai daya tahan hingga 8 jam! Sangat pas untuk pekerja kantoran yang mempunyai jam kerja fix 8-16.  




12. Dukungan Windows 10. Apalagi update terahir sistem terbaru dari Microsfot ini telah memberikan penggunaan layar sentuh secara full menggunakan stylus. Benar-benar pasangan yang cocok dan tentu saja menjadi sebuah anugerah bagi penggunanya.  

Jadi apa yang bisa dilakukan : Saya + Acer Switch Alpha 12

Pasangan Sempurna! Inilah yang saya lakukan jika berjodoh dengan Acer Switch Alpha 12 :


Bagaimana apakah kamu juga tambah kepengen memilikinya? Haha, sama, Saya juga. Nah untuk mendapatkannya, silahkan cari informasinya di laman resminya sebagai berikut :

Facebook Fanpage  : Acer Indonesia 
Instagram @acerid 
Twitter @acerID.


--------- Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Switchable Me Story Competition ---------

1 comment:

  1. Nais PRO's ingpoh, gan.
    Bagaimana dengan CON's ingpoh gan ??
    Battery, Camera performances, etc.

    Eyke pengguna Acer Aspire Switch 10, 11".
    So far cukup lah untuk jadi Portable Device kebutuhan nge-bengkel.

    ReplyDelete