Wednesday, April 19, 2017

Menulislah dan Jadilah Gravitasi Inspirasi



Perempuan muda itu masih dalam proses perceraian, ketika ia diminta pindah ke sebuah flat kecil yang kurang nyaman - lebih tepatnya kumuh dan tak layak. Saat itu, ia hidup dalam kondisi semiskin-miskinnya : sebagai seorang single mom untuk satu orang anak dan tanpa pekerjaan tetap sebagaimana orang-orang.

Bahkan, ia terpaksa harus menerima santunan dari pemerintah Inggris, karena masuk dalam kriteria warga yang layak mendapat santunan.

Andai saja, ia menyerah di titik itu dan menyimpulkan kereta takdir telah sampai untuknya. Maka ia akan berhenti dengan figuran hidup sebagai perempuan miskin saja dan tak mampu memberikan pengaruh apa-apa terhadap sejarah.

Dan yang pastinya, niscaya kita tidak akan mengenal karya popular nan imajinatif, tentang seorang bocah yang mempunyai keahlian sihir : Harry Potter.

Yah, perempuan itu bernama Joanne Kathleen Rowling atau lebih dikenal sebagai J.K. Rowling (51).

Foto: Trivia.id
Berkat kegigihannya - kini franchise Harry Potter telah mengantarkannya menjadi seorang penulis terkaya di dunia. Untuk bukunya saja telah diterbitkan sebanyak 400 juta kopi di seluruh dunia, belum termasuk delapan seri film yang dibuat oleh Warner Bross Picture dan aneka merchandise seperti taman bermain (theme park) bertema dunia sihir ala Harry Potter.

Kegigihan Jo - demikian ia dipanggil, bisa kita lihat saat ia menggandakan naskah novel pertamanya itu, untuk dikirim ke beberapa penerbit. Caranya? Ia harus rela mengetik ulang beratus-ratus lembar menggunakan mesin ketik tua berharga murah. Karena saat itu, Ia benar-benar tidak punya uang sama sekali untuk sekedar membayar jasa fotokopi.

Masalah tidak surut sampai di sana saja. Naskah pertama Harry Potter banyak dicibir, dan belasan penerbit menolak menerbitkannya. Mereka menganggap, cerita tentang sihir dan dunia di abad pertengahan tidak akan laku.

Menyerahkah seorang Jo? Tidak!

Kegigihannya kembali terlihat dari tindakannya untuk melampaui keterbatasan dan menghalau sekat pemikiran sempit kebanyakan orang. Cibiran dan kritik, ia ambil sebagai amunisi untuk memperbaiki naskahnya. Dan, voila! nasibnya berputar 180 derajat saat penerbit Blommsburry bersedia menerbitkan naskah novel pertamanya.


Katie Aiani, salah seorang penggemar berat Harry Potter memiliki koleksi aneka merchandise yang jika diuangkan, total semuanya mencapai Rp590 juta! (Foto : muvila.com)
JK Rowling telah menjadi penulis terkenal dan dinasbihkan pula sebagai penulis terkaya di dunia. Lebih dari itu, ia telah menjadi semacam gravitasi bagi para penulis muda di dunia, tidak sekedar bagi penggemarnya saja.

Jalan hidup seorang JK Rowling, adalah jalan inspiratif dengan daya gravitasi di dalamnya. Bahwa, tulisan imajinatif sekalipun, bisa menjadi modal untuk memperbaiki taraf hidup dan bahkan mengilhami banyak orang di dunia, yang juga sekaligus menghibur.

Karya JK Rowling juga memberi pengaruh yang baik kepada generasi milenial, untuk tetap setia kepada buku dan dunia literasi.

Menulis adalah Keterampilan Mendasar
Menulis adalah keterampilan mendasar. Semenjak diajarkan pada bangku sekolah dasar atau bahkan sebelumnya. Kita telah diberikan kemampuan untuk itu. Semua orang telah diajarkan menulis. Semua orang pasti bisa menulis. Namun, sayangnya tidak semua bisa mengikat makna.

Saya suka menulis, bahkan di saat teman-teman baru mengenal novel remaja di kala SMP dulu era tahun 1994, saya sudah belajar menulis cerpen. Saat itu bermodal mesin ketik tua milik Bapak. Jauh dari kata sempurna, dengan kosakata dan tanda baca yang - tentu saja, belepotan di mana-mana. :)

Di saat kuliah, saya pun tetap menulis. Kata orang, menulis buku diary itu cemen - menjadikan kita pribadi sentimentil. Tapi meski begitu saya tetap menulis. Hingga menamatkan bangku kuliah, sedikitnya ada 7 buku agenda tebal, yang saya tuntaskan sebagai diary - jurnal harian.

Betul, sebagian besar tulisan dalam buku diary itu berkisah tentang keseharian saya. Tak terlalu penting memang, banyak hal remeh ditemukan di dalamnya. Saya menulis, hanya untuk menjadi pengingat saja, bahkan detil pengeluaran berupa recehan rupiah demi rupiah pun terkadang saya catat.

Barulah sisanya, ada satu-dua ide yang saya ikat di dalamnya.

Sekali lagi, tak banyak orang yang menaruh perhatian dengan aktivitas literasi yang saya lakukan pada waktu itu. Karena saya menuliskannya menjelang sore hari, di kala santai. Duduk di pintu belakang kos-kosan. Sambil menatap langit dan ditemani hangatnya secangkir teh manis.

Enam tahun saya jalani ritual itu.

Dan hari ini, atau tepatnya segaris setelah saya menyelesaikan kuliah pada Februari 2006 silam, kosakata dan kemampuan diksi saya, sangat membantu pada pekerjaan saya kemudian. Yakni sebagai staf media di sebuah lembaga zakat dan ilustrator (infografik) di harian lokal.

Kemampuan menulis - yang rata-rata orang bisa, dan masih banyak orang memandang tidak terlalu istimewa - nyatanya memberikan saya semacam daya gravitasi.  

Apalagi kemudian, dalam kurun waktu belasan tahun, ketekunan saya dalam hal tulis-menulis, tertoreh dalam banyak karya yang terbit dalam bentuk majalah dan buletin. Belum lagi, di era online seperti sekarang ini, telah banyak artikel yang saya edit dan terbitkan di portal-portal online.

Tahun 2009, saat mulai mengenal internet broadband (setelah sebelumnya era internet dial-up), saya menemukan kesenangan tersendiri dari menulis dalam medium weblog atau biasa disingkat sebagai blog saja.

Sesekali saya ikutkan lomba blog dan alhamdulillah, beberapa kali menang.

Arsip tahun 2014 silam, saat seorang teman minta diajarkan cara menulis blog.
Menulis memang menyenangkan. Apalagi jika bisa membantu teman agar dapat menulis, baik yang berformat berita maupun yang berbentuk naratif.

Oya, belum banyak yang tahu, jika saya lulus sebagai sarjana teknik. Tepatnya Teknik Mesin dari kampus negeri di kota saya. Namun darah literasi terlalu deras mengalir dari Bapak saya, yang seorang sarjana muda di bidang Bahasa Indonesia.

Sering teman menyindir saya sebagai sarjana sastra teknik. Tapi tak apa. Saya tidak merasa harus tersinggung. Jika memang ini minat saya dan saya bisa menghasilkan serta bisa mandiri dengannya, mengapa tidak?

Puncaknya, sejak tahun 2015 akhir, saya memutuskan untuk full time freelance, bekerja dari rumah saja - tidak terikat secara organisatoris dengan institusi apapun.

Keputusan yang mungkin sulit diterima - bahkan oleh istri saya. Namun, saya yakini saja. Asalkan saya menjalani dengan sungguh-sungguh dan tidak curang serta tidak mengambil hak orang lain, maka soal rezeki, biarlah Tuhan yang mengatur. Sebab Saya percaya tentang filosofi kotak rezeki.

Salah satu tulisan saya yang terbit di tabloid bisnis lokal
Dari memenangkan bermacam lomba blog, saya merasa telah menjadi gravitasi bagi sebagian blogger yang lain. Cirinya, semakin banyak yang meminta menjadi teman di Facebook.

Alhasil, kini jaringan teman Facebook dari kalangan Blogger sudah berada di level menengah. Ada saja permintaan pertemanan di Facebook, yang saya tidak kenal sama sekali dan berasal dari kota yang berbeda, namun saat dilihat jaringan pertemanannya tertulis 58 teman yang sama.

Hampir mendekati angka pertemanan Facebook yang berasal dari lingkar teman kuliah ataupun teman masa kecil. Ini luar biasa bukan?

Tulisan dalam blog saya, dikutip teman sesama blogger dan dijadikan statusnya.
Bentuk gravitasi lain, kepercayaan diri saya untuk menempuh jalur freelance ini diikuti pula oleh beberapa teman yang sudah saya anggap saudara sendiri, sebut saja namanya Uza dan Iya. Keduanya memutuskan keluar dari pekerjaan tetap serta lebih memilih menjadi freelance di bidang desain grafis dan web design.

Temukan Sendiri Jalan Gravitasimu
Menjadi pribadi mandiri dan memiliki daya tarik gravitasi, bukanlah kehendak pribadi. Semua terjadi secara alamiah. Saya hanya mengerjakan apa yang disukai. Terus belajar apa yang terkait dan tak sungkan untuk belajar kepada yang ahli. Dan biarlah orang lain melihatnya sebagai usaha persisten.

Apalagi saat ini, aktivitas menulis tak harus di atas kertas. Begitupun, tak harus membuka laptop di mana-mana. Cukup satu gadget bernama ponsel pintar alias smartphone maka aktivitas menulis menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Inilah zaman Bring Your Own Device (BYOD) - bawa sendiri gadget kamu! Smartphone semacam Luna keluaran Foxcon sangat bisa menjadi andalan bagi para blogger seperti saya.

Dengan spesifikasi tingkat dewa, pekerjaan (atau hobi) sebagai seorang blogger akan sangat terbantu dan menambah kualitas karyanya. Spesifikasi selengkapnya dapat dilihat dalam infografis di bawah ini.

(Infografis) Kelebihan Smartphone LUNA
Wajarlah kiranya, jika saya tabalkan smartphone Luna ini sebagai gravitasi inspirasi bagi seorang blogger. Bagaimana tidak, meski 'hanya' seorang blogger yang katanya 'cuma' menulis. Tapi kehadiran Luna smartphone akan sangat membantu. Utamanya dalam kemampuan multitasking yang gegas untuk membuka beberapa aplikasi dalam waktu yang bersamaan dan fotografinya yang setara dengan Iphone 6!

Bayangkan saja, aktivitas serius seorang blogger : sambil mengetik draft di layar ponselnya ia mendengarkan musik. Lalu, masih di layar gadget yang sama, ia mencari referensi pelengkap - agar tulisan tidak terasa dangkal dan cemen. Setelah itu ia akan meramu bahan tadi dan menulis ulang, melengkapi data, mengoreksi, lalu melengkapi ilustrasi.

Di sini asyiknya. Dengan kualitas kamera berkelas, mengambil foto menjadi menyenangkan. Setelah diyakin lengkap, barulah di-publish via jaringan 4G LTE yang telah semuanya didukung oleh Luna.

Bersamanya, dapat dipastikan daya gravitasi sebagai seorang blogger dan penulis freelance akan semakin menarik dan banyak orang yang akan tercerahkan.

Bagaimana dengan kamu? (red)

16 comments:

  1. Keren Pakde!
    Menulis memang sesuatu yg keliatannya mudah, gampang. Tapi tak semua orang bisa, apalagi tulisan itu bisa menjadi runut dan memberikan inspirasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenyataannya ya seperti itu, Mas Samsul. Banyak yang menganggap enteng, tapi ternyata kalau tidak terbiasa ya sulit untuk mengeluarkan ide-idenya.

      Delete
  2. I Luv Harry, I Luv mom Jo..
    Great brother. Wsih U luck!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Big Thanks my Sista!

      Congratts, utk pencapaian yg kemaren..

      Delete
  3. Hape keren tu, Yung! Aku galak belike sikok :D

    Ai, amen nulis pecayolah samo kuyung sikok ini haha..
    Kapan kito pacak kolaborasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asikk, ado Om Tias yang mampir.
      Mokaseh la mampir. Btw, nak kolaborasi apo kito ni?

      Amen aku laju bae. hehehe...

      Delete
  4. Hape Luna digadang-gadang mempunyai spesifikasi dan kulitas setara dgn Iphone. Karena pembesutnya adl Foxcon, yg tak lain vendor China yang dipercaya Apple utk menangani proses fabrikasinya.

    Wajar jika kemudian, byk yg bilang jk handphone ini adalah handphone Android rasa Apple.

    Tulisan yang bagus Pakde..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ulasan menarik Mas Admin,

      Banyak yg menanti dan penasaran dengan hape eksotis buatan Foxcon ini. Kita tunggu saja.

      Trims sudah berkunjung..

      Delete
  5. Setuju Pakde!

    Qt seringkali menganggap remeh kemampuan menulis. Padahal tanpa disadari, qt punya bakat menulis itu secara alamiah. Tinggal mmg ini soal ide dan cara menuliskannya menjadi lebih mengalir dan hidup.

    Thanks Pakde..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Mbak Dessi..

      Kita semua sama, dalam soal menulis. Hal pembedanya adalah tentang kebiasaan saja yang bisa melahirkan kemahiran bila ditetekuni dengan baik..

      Delete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Sudah lama ga nulis, dapet teguran dari suhu ^_^
    Siap..akan menulis kembali, memang rajin nulis via gadget menyenangkan ga perlu repot2 menyalakan PC atau laptop, sampe-sampe gandget ga support tapi dipaksain alhasil gadgetku jadi jadi korban (kala itu)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Wi, Nulis lagi. Hayuk..

      Sekarang mah, ngeblog bisa makin enak, apalagi pakai smartphone LUNA. Bisa segera menuliskan ide di mana saja, lho wi.

      Delete
  8. Ekekekekekkkk itu foto sayaaaaa......sukses ya Pak De untuk lombanya ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... belum izin saat ncomot sama Mas Amir ini..
      Trims untuk doanya, yuk sama-sama berjuang.

      Delete
  9. Halo,
    Perkenalkan, Nama saya Wenny
    Saya adalah development dari ForexMart, Kami melihat website anda dan kami ingin mendiskusikan kerjasama kemitraan dengan Anda. 
    Boleh saya minta kontaknya untuk menjelaskan lebih lanjut atau anda bisa langsung menghubungi saya ke wenny@forexmart.com, terimakasih

    ReplyDelete