Thursday, March 15, 2018

Nyuntik Tinta Itu Berat, Kamu Nggak akan Sanggup, Pakai Printer Brother Saja..


Kasihan jari-jemari kita..
Sejak zaman kuliah sampai pun sudah ngantor di ruangan ber-AC, rasanya tangan ini telah sedemikian akrab bergelimang dengan noda dan dosa – maksudnya noda tinta printer dan perasaan berdosa karena tidak memakai tinta ori.

Hanya demi mendapatkan selisih biaya yang lebih murah, aksi suntik tinta pun rela dijabanin. Memang sih, jika dihitung-hitung, antara tinta suntik dengan mengganti katrid original printer beda jauh banget biayanya!

Sebagai gambaran, untuk tinta hitam suntik harganya cuma Rp20.000 saja. Bisa untuk mengisi katrid hitam hingga 7 sampai 8 kali.

Sementara harga satu katrid tinta printer warna hitam saja, kisaran harganya paling murah itu antara Rp160.000 sampai Rp200.000.

Tuh kan beda jauh....

Apalagi jika dibandingkan dengan hasil cetakan. Satu cartridge hitam asli original hanya sanggup mencetak 150 sampai 200 lembar saja. Sementara refill katrid hitam yang disuntik 8 kali pengisian bisa seribuan lembar, perdua botolnya.

Jadi, seandainya menggunakan katrid original hitam plus warna, harus merogoh kantong dalam-dalam. Harganya antara Rp350.000 sampai Rp400.000 dalam sekali siklus penggantian. Dengan biaya segitu, Kita sudah bisa beli printer baru yang sejenis tuh, tinggal nambah 100 ribu sampai 200 ribu doang.

Dan begitulah siklus pemikiran saya dari tahun ke tahun. Padahal, bukannya tanpa konsekuensi dengan melakukan aksi suntik tinta itu. Pertama pasti belepotan tinta. Mulai dari tangan, lantai hingga ke dinding kantor, jika tak piawai dalam menyuntik. Belum lagi jika sudah memperhatikan kualitas tintanya dan hasil cetak, bewwh..

Yang ada pasrah saja. Tinta mbleber dan mudah luntur saat terkena air.

Sempat mikir, masak iya sih nggak ada refill tinta printer yang ori dengan harga murah ataupun katridnya terjangkau. Sehingga, saat ada niat kuat untuk memakai produk ori, nggak tersandung dengan mahalnya bandrol harga katrid.

Oiya, beberapa tahun kemudian, muncul muncul kreasi anak-anak bangsa yang menemukan sistem infus untuk printer.

Duh, kok nggak jauh-jauh dari istilah medis ya? Sudah suntik muncul infus. Pas musti diservis, ntar istilah yang dipake adalah opname.. :D

Waktu itu, printer dengan sistem infus ini boleh dianggap sesuatu yang sangat brilian. Sangat membantu masalah keribetan dalam melakukan aksi suntik ulang katrid. Saat tinta katrid mulai habis.

Dengan mengisi tinta full tank sistem infus semi manual itu, maka katrid bisa lama diajak bekerja hingga tembus beribu-ribu lembar. Dan terelak dari kondisi putus cetak di tengah jalan dokumen.

Tapi seiring waktu dan setelah mengakrabi printer sistem infus ini sekian lama, barulah ketahuan jika kreasi tanpa  standar alias akal-akalan pada infus printer ini menyimpan potensi bom waktu.

Mengapa? Pada pengalaman saya dengan printer kantor sistem infus ini tintanya sering macet. Bahasa teknisnya anginan. Karena selang kapiler yang terlalu panjang dari sistem infus ke katrid sering terjepit penutup body printer. Terutama jika printer tidak digunakan dalam waktu lama.

Belum lagi saluran pembuangan yang sering error dan bocor.

Bayangin, tangki penampungan tinta cuman direkatkan ke body dengan isolasi hitam atau lakban, sehingga jika tersenggol, botol penampungan nan ringkih itu bisa tumpah. Ya sama saja dong, Ji.

Belum lagi untuk perawatan sistem infus ini cukup ribet . Jadi saat Error dan macet musti dibawa ke tempat service.Yang nyeseknya lagi, bagian bawah landasan printer yang terletak di bawah rel katrid, sering kotor, karena percikan catridge tinta yang bocor.

Dugaan saya, karena kalibrasi yang tak sempurna. Sehingga, saat busa yang ada di dalam katrid sudah jenuh, tinda dari dalam selang kapiler infus masih 'mengirimkan' bulir-bulir cairan tinta. Akhirnya, kepenuhan gitu..

Dan kini, setelah kehidupan kantor menjadi lebih mapan. Kami lebih sering gonta-ganti katrid saja. Mahal memang dibanding menggunakan tinta suntik maupun infus. Tapi lebih baik daripada harus belepotan tinta dan kehilangan waktu berharga.

Sampai kemudian saya mendapat informasi tentang Printer Handal dari Brother yang sudah mengusung teknologi Ink Tank Printer.


Meski mirip-mirip dengan sistem infus, namun teknologi yang dipakai langsung oleh pabrikan Brother ini tentu saja jauh lebih sempurna. Karena, udeh dari sononnye, maka sistem infusnya juga aman dari 'masuk angin', tinta belepotan dan sebagainya.

Brother Printer MFC-T910DW

Jika dibanding dengan printer low-end harganya memang agak mahal. Ada dalam kisaran Rp 2 juta sampai Rp 5 jutaan. Tapi demi sebuah kualitas dan efisiensitas yang ditawarkan, harga tersebut masih masuk dalam anggaran. Saya juga secara pribadi sudah memasukkannya dalam wishlist barang-barang yang wajib dipunyai.

Apalagi saat tahu harga tintanya tak sampai Rp 100 ribu, sangat terjangkau dan yang pastinya, kualitas tinta juga sangat bagus. Tidak mudah luntur saat terkena air karena sudah mengandung
Trus, udah jaminan jika sistem refill tintanya mudah dan dapat mencetak hingga 6500 halaman hitam-putih dan 5000 halaman berwarna.

Wow, amazing..


Biar nggak penasaran, yuk sama-sama kita lihat apa saja sih keunggulan yang ditawarkan oleh kawanan Brother Printer ini.

Oya sebelumnya, perlu juga kita tahu varian dari printer Brother ini.


Varian Printer Brother edisi tinta isi ulang di atas, hadir dengan keunggulan yang sama, dibedakan nilai tambah saja yang disesuaikan dengan kebutuhan calon pengguna. Semisal seri DCP-T310, merupakan varian dengan fungsi dasar yakni Copy, Print dan Scan.

Sementara seri DCP-T510W disempurnakan dengan fitur Wireless/Wifi-Direct. Yakni nilai tambah bagi pengguna yang ingin mencetak dokumen langsung dari gadget semisal smartphone dan laptop yang terhubung melalui jaringan nirkabel.

Lalu, naik sedikit levelnya, ada seri DCP-T710W. Varian ini selain dilengkapi fungsi dasar dan Wifi Direct, juga ditambah dengan kemampuan cerdas berupa Auto Document Feeder. Yakni, kemampuan menghandel tugas copy dan print beberapa halaman sekaligus.

Sedangkan seri MFC-T810W, selain memiliki kemampuan dari ketiga printer sebelumnya, juga dilengkapi dengan kebutuhan faksimili dan jaringan nirkabel (ethernet).

Nah, untuk varian paling tinggi, yakni varian MFC-T910DW dilengkapi semua keunggulan. Mulai dari kemampuan dasar, kemampuan cetak via wifi, faksimili, jaringan ethernet, dan kemampuan mencetak dua sisi sekaligus. Dan didukung sistem tray yang multi guna. Sehingga dipastikan akan membantu Anda dalam menghemat kertas hingga 50%.  

Menarik sekali bukan?

Dengan memanfaatkan produk anyar dari Brother Printer ini, maka kantor Anda akan terselesaikan masalah cetak-mencetak dokumen. Dan sudah dapat dipastikan produktivitas kerja perusahaan anda akan semakin meningkat. Seperti motonya, Coloring Indonesia with Smart Printer.

Warnai produktivitas orang Indonesia dengan bantuan Printer Pintar yang mengerti akan semua kebutuhan pencetakan dokumen kita. (*)

6 comments:

  1. angkut satu lah, pakde... daripada suntik2an, ngeriiiii

    ReplyDelete
  2. Bwahahaha.. betul-betul!
    Ngerih sangat, kalo harus suntik-suntikan tinta. Faktor U, jd gak seawas pas kuliah dulu..

    ReplyDelete
  3. ayo bawa pulang segera, pakde!
    DCP-T310 oke banget nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sih ngarep banget. Biar puas ngeprint ebook, hehe..

      Delete
  4. Jadi ingat masa kuliah, hehe.. tuk print-nya lumayan lengkap karena sudah ad WiFi, jd gak perlu colok ke laptop ni.. rekomendasi deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banget, masa kuliah adalah masa-masa kenal printer luar dalam. Berasa pakar soal print. Hehe..

      Delete