Tuesday, May 5, 2015

Mengubah Mindset

Beberapa waktu lalu, saya sempat membuat status BBM yg bunyinya, 'Kembali dari Nol'. Singkat kata, seorang teman bertanya, apa maksud dari status saya tersebut.
Sekenanya saya jawab, "Menata lagi manajemen hidup, before 35".

Saat saya buat status itu, sebenarnya menguatkan kembali niat untuk mengubah apa-apa yang selama ini telah menjadi rutinitas. Menjadi sesuatu yang baru.

Sedangkan secara riil, saya pun belum pasti. Perubahan seperti apa yang akan saya jalani. Belum tahu.

Sempat down memang, saat memikirkan masa depan. Usia saat ini sudah 33 tahun. Sedangkan, dari segi kepastian masa depan, masihlah kabur.

Hal berbeda, bisa dikatakan begitu, jika dibandingkan dengan teman-teman yang sudah jadi PNS. Pensiun terjamin, tunjangan demi tunjangan pun mereka dapatkan dari negara.

Sedang saya, setahun mendatang, lima tahun, sepuluh tahun, hingga masa pensiun akan menjadi seperti apa. Belum jelas. Kadang sedih atau down juga.

Memang, dari segi penghasilan, boleh dikata saya bisa lebih unggul dari kawan-kawan PNS seangkatan. Penghasilan saat ini, sudah ada dalam posisi kepala 4.

Tapi jika boleh jujur, itu semua saya peroleh dari lebih empat sumber. Gaji, freelance dan online earning. Dan juga, hampir-hampir memakan semua waktu saya. Siang hingga larut malam.

Saya anggap tak mengapa. Bagian dari fase kerja keras. Sebelum masuk ke fase kerja cerdas.

Namun, sebelum masuk ke dalam fase kerja cerdas, harus ada perbaikan mindset dulu. Ya, mindset bagaimana cara memandang uang. Cara memandang kerja. Cara memandang hubungan dengan manusia lain.

Karena, harus diakui, jebakan freelance itu ada pada 'One Man Show'. Semua dilakukan sendiri. Dan semuanya itu, sedang saya rasakan sekarang. Maka saya harus pintar-pintar menjaga kondisi badan. Minimal tidak gampang jatuh sakit.

Kalau soal manajemen waktu, jelas masih kedodoran dan amburadul. Satu jadwal penyelesaian pekerjaan sering bertumpuk dengan deadline pekerjaan yang lain.

Inilah yang saya sebut, bekerja sangat keras. Apalagi, jika sudah dihinggapi penyakit 'serakah'. Ingin mengambil semua pekerjaan demi memperbesar penghasilan. Sudah pasti hasilnya menjadi maksimal. Wallahualam. (*)

0 comments:

Post a Comment