Monday, December 11, 2017

Meluruskan Salah Persepsi tentang HIV/AIDS dan ODHA

Sesi Talkshow, dari kiri : Indra Rizon, SKM, M Kes, dan dr. Endang Budi Hastuti dari Kementerian Kesehatan RI,  Feri Yanuar, SKM, M Kes, Dinkes Prov Sumsel serta drg Widyawati, Mkes dari Kementerian Kesehatan RI sebagai moderator.
Peringatan Hari AIDS sedunia di tanah air, puncaknya dilaksanakan di kota Palembang, Sumatera Selatan pada Selasa (5/12/2017). Sehari sebelumnya, Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan menggelar temu blogger se-Kota Palembang, yang dilaksanakan di Hotel Excelton, Senin (4/12/2017).

Kegiatan diisi dengan talkshow kesehatan, diskusi santai, tips blogging, curcol bersama mbak Ayu Oktariani dan Mas Antonio Blanco. Lalu ada pula worskhop menulis kreatif bersama blogger senior yang juga pemegang doktoral di bidang komunikasi saiber, Kang Arul.

Jujur saja, sebelum datang ke lokasi acara, nggak terbersit sama sekali kalau acara hari itu bakal ngebahas tentang HIV/AIDS. Apalagi, belum-belum juga dimulai acaranya, kami para blogger 'ditantang' untuk menjadi relawan periksa kesehatan. Bukan tes kolesterol atau tekanan darah, melainkan tes HIV!


Horor juga awalnya, mana berani. Gimana kalo positif, kan maluu.. Bisa-bisa runtuh dunia ini.

Tapi karena tagline yang diusung pada kegiatan itu adalah #SayaBeraniSayaSehat maka hayo aja. Sekedar tes doang kok..

Perkembangan Pengobatan HIV

Teknologi kesehatan berkembang pesat, terutama menyangkut pengobatan HIV AIDS ini. Dengan diketemukannya terapi Antiretroviral (ARV), maka penyakit HIV/AIDS tidak lagi menjadi penyakit mematikan, melainkan telah turun level menjadi penyakit kronis.

Apa bedanya? Apakah HIV/AIDS bisa disembuhkan?

Faktanya, penyakit HIV/AIDS memang masih belum bisa disembuhkan. Tetapi, dengan adanya terapi ARV ini, penderita HIV - selanjutnya disebut dengan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), mempunyai angka harapan hidup lebih tinggi.

Disebut penyakit mematikan, dulu jika terkena HIV pasti akan mengalami AIDS dan ujungnya pasti segera meninggal. Seperti tidak ada daya untuk mengubahnya. Seperti disebutkan di atas, dengan terapi ARV maka HIV/AIDS telah turun menjadi penyakit kronis. Memungkinkan untuk memperpanjang masa hidup tetapi tidak lepas dari mengkonsumsi obat maupun menjalani terapi pengobatannya.

Seperti halnya cuci darah pada pasien gagal ginjal dan lainnya.

Oya, fakta menarik lainnya. ODHA tidak tepat disebut sebagai penderita. Pasalnya, kalo penderita seolah-olah kondisi pasien sudah benar-benar tidak berdaya, tergantung pada bantuan orang lain untuk sekedar memenuhi kebutuhan primer.

Sedangkan seorang ODHA - demi melihat langsung perawakan Mbak Ayu Oktariani yang riang, gemuk, nyenyes - rasanya saya tidak percaya jika ia telah terinfeksi virus HIV. Bayangkan, saat baru terkena dulu di tahun 2009 dari suaminya, berat badan Ayu turun drastis. Menyentuh angka 35 kg.

Ini loh Mbak Ayu Oktarini seorang ODHA. Orangnya imut, enerjik dan nyenyes bingits. 
Parameter Kesehatan ODHA

Ada beberapa parameter kesehatan yang menjadikan seorang ODHA bisa mengetahui kondisi kesehatan dirinya. Bahkan dengan mengetahui parameter-parameter tersebut, ia bisa merencanakan untuk menikah, kapan bisa berhubungan, kapan bisa hamil dan sebagainya.

Parameter tersebut di antaranya Viral Load - yakni mengetahui jumlah virus di dalam darah, lalu ada pula yang disebut kadar CD4 - yakni, kadar jumlah sel darah putih (limfosit) di dalam darah. Seperti diketahui sel darah putih ini dikenal juga disebut sel-T.

Oya, FYI dengan disiplin dan teratur melakukan terapi ARV ini memungkinkan seorang ODHA menekan jumlah virus di dalam darahnya. Memang belum bisa membunuh semua virusnya. Namun dengan menekan virus tersebut, maka angka harapan hidup seorang ODHA juga semakin baik.

Ada beberapa fakta menarik lainnya yang saya temui dari workshop dan temu blogger kemarin itu, di antaranya :

- Sebelum tahun 2010, penderita HIV/AIDS didominasi oleh para pengguna narkoba. Karena, saat itu diduga, para pengguna narkoba paling banyak menggunakan putaw dengan media jarum suntuk. Di atas 2010, jumlah penderita HIV/AIDS justru didominasi oleh Ibu Rumah Tangga! Sebuah fakta yang sangat ironi.

- Fakta di atas, menjadi sebab kengerian berikutnya. Adanya stigma bahwa HIV/AIDS ditularkan oleh para pelaku seks bebas, sehingga mereka yang mengidap HIV/AIDS bukan karena pelaku melainkan karena faktor suaminya. Alhasil stigma itu juga menjadi ditimpakan kepada para IRT yang sesungguhnya tidak tahu apa-apa.

- Stigma bahwa HIV/AIDS sebagai kutukan, telah pula menimbulkan aksi pengasingan bagi para ODHA. Tak jarang mereka justru diasingkan oleh anggota keluarga inti mereka. Dijauhi, diberi sekat ruangan sendiri. Makan dan minum tidak boleh bersama, tidak boleh dengan alat dan piring bersama. Tempat tidur dan tempat buang air pun dipisah. Sungguh sangat menyedihkan bukan? Sudahlah sakit, ia pun harus menerima perlakuan yang tidak manusiawi seperti itu.

Perepsi inilah yang menyebabkan munculnya diskriminasi. Padahal, tidak ada masalah sama sekali jika kita bergaul dengan ODHA ini. Karena, kenyataannya :

1. Virus HIV tidak menular dengan perantaraan tusuk gigi, sikat gigi, pisau cukur atau handuk dan gelas-piring sekalipun. Virus HIV akan mudah mati jika terpapar di udara terbuka dalam waktu cukup lama.

2. Virus HIV tidak menular melalui air ludah. Tidak pula menular lewat ciuman. Dalam sebuah referensi yang pernah saya baca, butuh air liur setara satu galon, baru ditemukan virus HIV.

3. Virus HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk. Tuhan Maha Adil, jika nyamuk bisa menularkan virus HIV, maka bisa segera terjadi endemi di suatu kampung kecil. HIV/AIDS sesuai dengan namanya, hanya tumbuh dan berkembang serta menyerang sistem kekebalan tubuh manusia saja. Jikapun ODHA dihisap nyamuk, dengan sendirinya ia akan mati di dalam tubuh nyamuk sebelum menghisap korba lainnya

5. Virus HIV tidak menular walaupun memakai tempat mandi yang sama.

Sakingnya, lebih mudah proses penularan kuman TBC lewat udara atau panu lewat perantaraan handuk penderita daripada penularan virus HIV ini.

Maka, dengan mengetahui fakta di atas, menjadi tidak ada alasan untuk menolak ODHA di sekitar kita. Malah kita harus memberikan kesempatan mereka mendapatkan kehidupan yang layak dan kesempatan untuk mengisi hidupnya dengan lebih produktif.

Apalagi, obat ARV sendiri telah digratiskan oleh pemerintah untuk mereka yang tidak mampu.

Nah, jadi tidak ada alasan sama sekali kita harus menjatuhkan sanksi sosial nan kejam kepada para ODHA ini. Akur? Mari samakan persepsi tentang ODHA sehingga kita semua mempunyai standar kehidupan yang setara dan berkesempatan yang sama untuk berkarya..

Salam!
Jarang-jarang selfie, 

Tablemate
Mbak-mbak perawat yang siap menguji sampel darah kamu 

Suasana asyik workshop dan talkshownya

Sebenarnya sih, ini momen puncaknya setelah coffee break dan makan siang. Hahaha...

Thursday, December 7, 2017

Aku, Shopback dan Harbolnas = Penyelamat Bumi!



Sejak kecil aku bermimpi menjadi penyelamat bumi. Di masa sewa video VHS dulu, telah menjadikan sosok Google V, Ultraman, Ksatria Baja Hitam hingga Gaban dan Sarivan sebagai idolaku. Aku terobsesi. Mereka berjuang melindungi bumi dari serangan para alien yang iseng datang ke bumi maupun para monster yang ingin mengganggu ketentraman manusia.

Aksi mereka sungguh keren!

Tak heran jika kemudian, pakaianku, perlengkapan sekolah, aneka kartu permainan dan hingga poster yang menghias dinding gambar, selalu bergambar para super hero.

Sampai kemudian, saat aku bertumbuh menjadi dewasa. Seiring itupula aku belajar memahami, bahwa semua itu hanyalah fantasi fiksi. Bahwa monster berkekuatan besar itu tidak ada. Bahwa alien yang menyeramkan dan predator bengis juga cuma khayalan. Paling tidak hingga saat ini, fakta ilmiah tidak berhasil menunjukkan keberadaan mereka maupun ancaman yang bakal ditimbulkan.

Justru semakin ke sini, aku menyadari, yang menjadi ancaman terbesar bagi bumi adalah polusi udara, krisis energi dan gaya hidup kekinian yang tidak hijau.

Telusur punya telusur, salah satu studi menyebutkan jika Indonesia menjadi negara dengan tingkat polusi udara tertinggi ketiga di dunia. World Bank juga menempatkan Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar polutan/partikulat tertinggi setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City.

Sementara di dalam negeri, berdasarkan Pengkajian Ozon dan Polusi Udara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Jawa Barat menduduki peringkat polusi udara tertinggi di Indonesia.
Dan perlu kita ketahui bersama, dari semua penyebab polusi udara yang ada, emisi transportasi terbukti sebagai penyumbang pencemaran udara tertinggi di Indonesia, yakni sekitar 85 persen.

Wow bangets kan?

Hal ini diakibatkan oleh laju pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor yang tinggi. Posisi selanjutnya, penyumbang polusi terbesar diduduki oleh kebakaran hutan dan kegiatan industri.
Jika demikian, apa yang bisa kita perbuat?

Untuk itulah, sebagai generasi zaman now yang bebas micin, aku bertekad ingin menjadi penyelamat bumi. Aku butuh peralatan mumpuni yang mampu mendukung aksi penyelamatan bumi. Minimal dengan caraku sendiri, mulai dari sendiri dan mulai saat ini.

Inilah perangkat yang aku idam-idamkan untuk aku miliki. Dan indahnya, semuanya juga bisa kamu miliki dalam kesempatan Harbolnas tahun ini bersama Shopback! Buat yang penasaran apa itu Shopback, ntar aku jelaskan di bawah ya man-teman..

1. Sepeda Gunung



Kata orang Melayu, kereta angin. Kalo teman bilang, GL-Pro. Goyang lutut profesional, hehe..
Tapi bagiku ini adalah alat perang utama aku. Ya, dengan menggunakan sepeda, maka aku bisa membantu mengurangi polusi udara. Minimal, setiap menggunakan sepeda, polusi yang berasal dari satu motorku berkurang untuk hari itu.

Apalagi saat periksa kesehatan di Puskesmas kemarin, dokter tidak melihat gejala penyakit lain di badanku, seperti kolesterol, asam urat ataupun darah tinggi. Semuanya normal. Kecuali berat badanku yang katanya sudah kelebihan 13 kilo dari normal.

Etdah, malah curcol hahaha..

Memang kenyataannya seperti itu. Alasan utamanya sih, ingin sekali memiliki sebuah sepeda, agar bisa membakar lemak di badanku. Berat badan sudah over, takutnya obesitas dan yang pastinya sudah mengganggu estetika. Tak enak dipandang, apalagi disandang.. #sedih

Lagian, bukankah para superhero selalu kelihatan keren dengan perut flat. Otot kawat, tulang besi. Bukannya perut buncit, tenaga kendor?

Kepoin yuk, sepeda idaman saya ini.

2. Wacom pen tablet


Aku itu hobi menggambar, banget! Saya suka menggambar kartun. Maka wajar saja jika keseharianku akrab dengan berlembar-lembar kertas HVS. Tahu sendiri kan, yang namanya kertas itu dibuat dari pohon? Kabarnya, satu pohon pinus dengan tinggi 18,3 meter dengan lebar 30 cm, menghasilkan "cuma" 80.500 lembar kertas ukuran plano (A0). Nah bayangkan, umat manusia di bumi ada berapa, dan dalam setiap hari berapa konsumsi kertas mereka?

Dikali sekian waktu maka bla-bla.. berapa pohon yang harus ditebang demi memenuhi kebutuhan kertas kita?

Makanya, aku butuh alat ini pen tablet dari Wacom, agar bisa berkontribusi mengurangi pengurangan kertas. Jika dalam sebulan aku bisa mengurangi hingga 150 lembar kertas saja, kan lumayan?

Cek dimari barangnya : Wacom pen Tablet
 
3. Blackberry Q10


Masih terhubung dengan kertas, aku juga butuh handphone yang mumpuni, berotak cerdas, memori luas dan punya keyboard fisik untuk menuliskan ide-ideku tentang pesan selamatkan bumi. Abaikan penggunaan kertas, jika hanya untuk membuat coretan ide. Dengan Blackberry Q10, semua kebutuhan ini sudah terpenuhi..

BB Q10 bisa dibeli di SINI.

4. Power Bank Asus Zen Power Ultra 20100 mAh


Berapa kali dalam sehari aku dan kamu perlu mencharge hape? Minimal satu kali, untuk hape dengan kapasitas batre di atas 3000 mAh. Kalo cuma 2000-an? Bisa sampai 1-2 x ngecas sehari, untuk pemakaian intensif. Makanya, aku butuh powerbank beneran - bukan abal-abal. Aku nggak mau kehilangan banyak waktu hanya untuk mencari colokan listrik.

Bukankah, waktu juga adalah sumber daya yang cepat berlalu dan tidak dapat kembali lagi? Dengan memiliki power bank Asus Ultra berdaya 20100 mAh ini, niscaya aku nggak takut kekurangan daya selama beraktivitas outdoor. Jangankan hape, dengan powerbank ini kamu pun bisa mengecas laptop kamu. Dengan syarat punya colokan yang pas. :)

TKP : Power Bank Asus

5. Jam tangan Anti Air plus Pedometer


Setiap superhero lahir dari budaya disiplin. Mereka punya waktu yang ketat, sehingga bisa menyelesaikan banyak hal dalam sekat-sekat waktu yang tidak bisa diajak berkompromi. Makanya, wishlist terakhir aku yang sangat ingin aku miliki adalah jam tangan super, dengan kemampuan waterproof biar bisa diajak main hujan-hujanan, nyelam dan yang pasti punya kemampuan untuk diajak jogging. Ya, harus ada pedometer yang bisa merekam aktivitas fisikku.

Selain itu, jam KYM F3 ini punya kemampuan bluetooth dan bisa tersambungkan dengan smartphone. Sehingga, aktivitas fisik dan riwayat kesehatanku bisa terekam dengan baik.
Intip deh di sini.

Belanja Hemat ala Shopback

Fiuhh, baru ngelist dan membayangkan bisa memiliki barang-barang ini saja saya sudah deg-degan. Sudah merasa menjadi superhero dan siap memberikan kontribusi bagi bumi ini yang semakin meranjak menua.



Untung ada Shopback yang dengan senang hati akan mengabulkan permohonan kita-kita di masa Harbolnas tahun ini. Sudah mendapat harga miring, hingga bebas ongkir dari tokonya. Shopback malah juga memberikan cashback setiap kali kita bertransaksi.

Apalagi, sudah banyak merchant yang bergabung bersama Shopback lho.. Total saat ini ada 173 situs Toko Online dan jumlahnya akan terus bertambah.



Makanya, buat kita-kita yang punya banyak waktu online di masing-masing gadget kita, nggak salah jika hendak membeli barang di marketplace favorit kita, jangan lupa daftar dan login dulu via Shopback, baru capcuss meluncur belanja. Dijamin deh, kamu tambah semangat belanja sambil ngumpulin poin cashback dari Shopback.

Kalo sudah banyak, kamu bisa tarik ke rekening kamu. Lumayan kan..

Atau kalau masih punya barang incaran, bisa kamu langsung belanjakan lagi via Shopback. Untung banget kaan..

Apalagi jika kamu tahu, jika Shoback punya banyak program promo. Makin getol deh kamu pengen ngegandeng Shopback sebelum belanja. Apalagi jika bukan demi mendapat cashback, iya kan-iya kan? Iya aja dehh..

Tawaran berlangganan newsletter dari Shopback

Ya sudah ayo, instal sekarang juga aplikasi Shopback ke smartphone kamu. Semua ada kok, baik di App Store maupun Play Store. Trus biar nggak ketinggalan promo super heboh dari Shopback, berlangganan saja newsletternya. Selain itu, kamu juga bisa instal add on Shopback untuk browser favorit kamu. Sehingga saat iseng mengunjungi marketplace langganan, ia akan berkedip-kedip manja di kanan atas browser kamu..



Bukankah mampu berhemat juga bagian dari aksi seorang pahlawan dalam menyelamatkan bumi? Minimal menyelematkan dompet kamu dari bencana bokek dan turunannya?

Oke deh, selamat berbelanja di Hari Belanja Online Nasional dan dapatkan cashback dari Shopback mulai hari ini dan selamanya... (*)

Saturday, November 18, 2017

Rekomendasi Merk Masker Wajah yang Bagus


Image : thehealthsite.com

Memiliki wajah yang cantik adalah dambaan bagi setiap wanita di seluruh penjuru dunia. Agar dapat tampil cantik dan menarik, wanita akan melakukan berbagai perawatan wajah, dan salah satunya adalah pemakaian masker wajah.

Masker wajah adalah metode yang sudah sangat lama ditemukan untuk membuat wajah seseorang menjadi lebih sehat, bersih, cantik, menarik dan juga terawat. Pada zaman dahulu, orang akan membuat dan memakai masker dengan berbagai bahan dasar alami, seperti masker lidah buaya, jeruk nipis, bengkoang, mentimun dan masih banyak lagi.

Namun, di zaman yang serba instan ini, sudah tersedia berbagai merk masker yang dapat anda gunakan secara langsung tanpa harus ribet membuatnya terlebih dahulu. Nah, dari berbagai referensi yang kami dapatkan, berikut adalah beberapa merk masker wajah yang bagus dan aman untuk kulit, yang bisa Anda pilih.

·         Sariayu Masker Beras Putih


Sariayu masker beras putih bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk perawatan wajah anda. Kandungan ekstrak beras putih dalam masker ini berkhasiat untuk mencerahkan wajah anda.  Selain itu, masker ini memiliki berbagai kandungan lain seperti vitamin B kompleks, vitamin E, mineral, dan juga collagen yang berguna untuk menutrisi kulit, mengencangkan kulit, serta melindungi kulit dari paparan sinar UV.

·        Mustika Ratu Peeling Mundisari


Brand legendaris seperti mustika ratu juga memiliki produk masker wajah yang bagus. Sebut saja peeling mundisari. Dengan komposisi bahan alami seperti ekstrak temugiring, kalbet dan daun kemuning membuat masker ini mampu membersihkan wajah hingga pori-pori serta mengangkat sel-sel kulit mati. Gunakanlah produk ini secara teratur agar anda dapat memiliki kulit yang sehat, cerah serta cantik.

·         Wardah Lightening Face Mask


Meskipun tergolong pendatang baru, ternyata produk masker wajah dari wardah kosmetik  juga termasuk dalam recommended skincare. Masker wajah yang bagus serta halal ini mengandung licorice yang dapat membantu mencerahkan serta mengangkat sel-sel kulit mati anda.

·         Viva Cosmetic Clean and Mask Freshener For Oily-Acne Skin


Bagi anda yang memiliki kulit berminyak dan cenderung berjerawat, viva cosmetic clean and mask freshener for oily-acne skin inilah solusinya. Dengan kandungan licorice dan lidah buaya akan membantu wajah anda terlihat lebih cerah. Dan yang terpenting, pada produk ini terdapat kandungan tea tree oil dan ekstrak lemon yang dapat membasmi kuman penyebab jerawat serta mengurangi minyak berlebih pada wajah anda

·        Garnier Light Complete Multi Action Whitening Peel off Mask


Bagi anda yang ingin melakukan perawatan wajah dengan budget terbatas, Garnier Light Complete Multi Action Whitening Peel off Mask inilah solusinya. Dengan diperkaya ekstrak lemon, membuat masker ini dapat membatu mengangkat sel-sel kulit mati, membersihkan pori-pori serta mencerahkan wajah anda. Sehingga anda akan memiliki kulit yang sehat, terawat, cantik dan juga lembab meskipun dengan budget yang terbatas.

·        Rohto Mentolatum Beauty Mask Double Whitening


Anda tentu tidak asing bukan dengan brand Rohto? Dalam dunia perawatan kulit dan wajah pun nama Rohto juga sangat terkenal. Hal ini dikarenakan face mask rohto ini mengandung senyawa arbutin yang diketahui dapat memperlambat produksi melanin kulit. Sehingga tidak salah jika produk face mask ini diklaim dapat memutihkan wajah dengan cepat.


Banyak sekali bukan, merk-merk masker wajah yang bagus, yang dapat anda coba di rumah. Tentunya merk-merk diatas sudah teruji khasiat serta keamanannya, jadi anda tidak perlu was-was ketika memakainya.

Namun, anda harus tetap memastikan pemilihan masker yang sesuai dengan karakter kulit anda untuk menghindari terjadinya iritasi. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba menjadi cantik. (*/ial)

Wednesday, April 19, 2017

Menulislah dan Jadilah Gravitasi Inspirasi



Perempuan muda itu masih dalam proses perceraian, ketika ia diminta pindah ke sebuah flat kecil yang kurang nyaman - lebih tepatnya kumuh dan tak layak. Saat itu, ia hidup dalam kondisi semiskin-miskinnya : sebagai seorang single mom untuk satu orang anak dan tanpa pekerjaan tetap sebagaimana orang-orang.

Bahkan, ia terpaksa harus menerima santunan dari pemerintah Inggris, karena masuk dalam kriteria warga yang layak mendapat santunan.

Andai saja, ia menyerah di titik itu dan menyimpulkan kereta takdir telah sampai untuknya. Maka ia akan berhenti dengan figuran hidup sebagai perempuan miskin saja dan tak mampu memberikan pengaruh apa-apa terhadap sejarah.

Dan yang pastinya, niscaya kita tidak akan mengenal karya popular nan imajinatif, tentang seorang bocah yang mempunyai keahlian sihir : Harry Potter.

Yah, perempuan itu bernama Joanne Kathleen Rowling atau lebih dikenal sebagai J.K. Rowling (51).

Foto: Trivia.id
Berkat kegigihannya - kini franchise Harry Potter telah mengantarkannya menjadi seorang penulis terkaya di dunia. Untuk bukunya saja telah diterbitkan sebanyak 400 juta kopi di seluruh dunia, belum termasuk delapan seri film yang dibuat oleh Warner Bross Picture dan aneka merchandise seperti taman bermain (theme park) bertema dunia sihir ala Harry Potter.

Kegigihan Jo - demikian ia dipanggil, bisa kita lihat saat ia menggandakan naskah novel pertamanya itu, untuk dikirim ke beberapa penerbit. Caranya? Ia harus rela mengetik ulang beratus-ratus lembar menggunakan mesin ketik tua berharga murah. Karena saat itu, Ia benar-benar tidak punya uang sama sekali untuk sekedar membayar jasa fotokopi.

Masalah tidak surut sampai di sana saja. Naskah pertama Harry Potter banyak dicibir, dan belasan penerbit menolak menerbitkannya. Mereka menganggap, cerita tentang sihir dan dunia di abad pertengahan tidak akan laku.

Menyerahkah seorang Jo? Tidak!

Kegigihannya kembali terlihat dari tindakannya untuk melampaui keterbatasan dan menghalau sekat pemikiran sempit kebanyakan orang. Cibiran dan kritik, ia ambil sebagai amunisi untuk memperbaiki naskahnya. Dan, voila! nasibnya berputar 180 derajat saat penerbit Blommsburry bersedia menerbitkan naskah novel pertamanya.


Katie Aiani, salah seorang penggemar berat Harry Potter memiliki koleksi aneka merchandise yang jika diuangkan, total semuanya mencapai Rp590 juta! (Foto : muvila.com)
JK Rowling telah menjadi penulis terkenal dan dinasbihkan pula sebagai penulis terkaya di dunia. Lebih dari itu, ia telah menjadi semacam gravitasi bagi para penulis muda di dunia, tidak sekedar bagi penggemarnya saja.

Jalan hidup seorang JK Rowling, adalah jalan inspiratif dengan daya gravitasi di dalamnya. Bahwa, tulisan imajinatif sekalipun, bisa menjadi modal untuk memperbaiki taraf hidup dan bahkan mengilhami banyak orang di dunia, yang juga sekaligus menghibur.

Karya JK Rowling juga memberi pengaruh yang baik kepada generasi milenial, untuk tetap setia kepada buku dan dunia literasi.

Menulis adalah Keterampilan Mendasar
Menulis adalah keterampilan mendasar. Semenjak diajarkan pada bangku sekolah dasar atau bahkan sebelumnya. Kita telah diberikan kemampuan untuk itu. Semua orang telah diajarkan menulis. Semua orang pasti bisa menulis. Namun, sayangnya tidak semua bisa mengikat makna.

Saya suka menulis, bahkan di saat teman-teman baru mengenal novel remaja di kala SMP dulu era tahun 1994, saya sudah belajar menulis cerpen. Saat itu bermodal mesin ketik tua milik Bapak. Jauh dari kata sempurna, dengan kosakata dan tanda baca yang - tentu saja, belepotan di mana-mana. :)

Di saat kuliah, saya pun tetap menulis. Kata orang, menulis buku diary itu cemen - menjadikan kita pribadi sentimentil. Tapi meski begitu saya tetap menulis. Hingga menamatkan bangku kuliah, sedikitnya ada 7 buku agenda tebal, yang saya tuntaskan sebagai diary - jurnal harian.

Betul, sebagian besar tulisan dalam buku diary itu berkisah tentang keseharian saya. Tak terlalu penting memang, banyak hal remeh ditemukan di dalamnya. Saya menulis, hanya untuk menjadi pengingat saja, bahkan detil pengeluaran berupa recehan rupiah demi rupiah pun terkadang saya catat.

Barulah sisanya, ada satu-dua ide yang saya ikat di dalamnya.

Sekali lagi, tak banyak orang yang menaruh perhatian dengan aktivitas literasi yang saya lakukan pada waktu itu. Karena saya menuliskannya menjelang sore hari, di kala santai. Duduk di pintu belakang kos-kosan. Sambil menatap langit dan ditemani hangatnya secangkir teh manis.

Enam tahun saya jalani ritual itu.

Dan hari ini, atau tepatnya segaris setelah saya menyelesaikan kuliah pada Februari 2006 silam, kosakata dan kemampuan diksi saya, sangat membantu pada pekerjaan saya kemudian. Yakni sebagai staf media di sebuah lembaga zakat dan ilustrator (infografik) di harian lokal.

Kemampuan menulis - yang rata-rata orang bisa, dan masih banyak orang memandang tidak terlalu istimewa - nyatanya memberikan saya semacam daya gravitasi.  

Apalagi kemudian, dalam kurun waktu belasan tahun, ketekunan saya dalam hal tulis-menulis, tertoreh dalam banyak karya yang terbit dalam bentuk majalah dan buletin. Belum lagi, di era online seperti sekarang ini, telah banyak artikel yang saya edit dan terbitkan di portal-portal online.

Tahun 2009, saat mulai mengenal internet broadband (setelah sebelumnya era internet dial-up), saya menemukan kesenangan tersendiri dari menulis dalam medium weblog atau biasa disingkat sebagai blog saja.

Sesekali saya ikutkan lomba blog dan alhamdulillah, beberapa kali menang.

Arsip tahun 2014 silam, saat seorang teman minta diajarkan cara menulis blog.
Menulis memang menyenangkan. Apalagi jika bisa membantu teman agar dapat menulis, baik yang berformat berita maupun yang berbentuk naratif.

Oya, belum banyak yang tahu, jika saya lulus sebagai sarjana teknik. Tepatnya Teknik Mesin dari kampus negeri di kota saya. Namun darah literasi terlalu deras mengalir dari Bapak saya, yang seorang sarjana muda di bidang Bahasa Indonesia.

Sering teman menyindir saya sebagai sarjana sastra teknik. Tapi tak apa. Saya tidak merasa harus tersinggung. Jika memang ini minat saya dan saya bisa menghasilkan serta bisa mandiri dengannya, mengapa tidak?

Puncaknya, sejak tahun 2015 akhir, saya memutuskan untuk full time freelance, bekerja dari rumah saja - tidak terikat secara organisatoris dengan institusi apapun.

Keputusan yang mungkin sulit diterima - bahkan oleh istri saya. Namun, saya yakini saja. Asalkan saya menjalani dengan sungguh-sungguh dan tidak curang serta tidak mengambil hak orang lain, maka soal rezeki, biarlah Tuhan yang mengatur. Sebab Saya percaya tentang filosofi kotak rezeki.

Salah satu tulisan saya yang terbit di tabloid bisnis lokal
Dari memenangkan bermacam lomba blog, saya merasa telah menjadi gravitasi bagi sebagian blogger yang lain. Cirinya, semakin banyak yang meminta menjadi teman di Facebook.

Alhasil, kini jaringan teman Facebook dari kalangan Blogger sudah berada di level menengah. Ada saja permintaan pertemanan di Facebook, yang saya tidak kenal sama sekali dan berasal dari kota yang berbeda, namun saat dilihat jaringan pertemanannya tertulis 58 teman yang sama.

Hampir mendekati angka pertemanan Facebook yang berasal dari lingkar teman kuliah ataupun teman masa kecil. Ini luar biasa bukan?

Tulisan dalam blog saya, dikutip teman sesama blogger dan dijadikan statusnya.
Bentuk gravitasi lain, kepercayaan diri saya untuk menempuh jalur freelance ini diikuti pula oleh beberapa teman yang sudah saya anggap saudara sendiri, sebut saja namanya Uza dan Iya. Keduanya memutuskan keluar dari pekerjaan tetap serta lebih memilih menjadi freelance di bidang desain grafis dan web design.

Temukan Sendiri Jalan Gravitasimu
Menjadi pribadi mandiri dan memiliki daya tarik gravitasi, bukanlah kehendak pribadi. Semua terjadi secara alamiah. Saya hanya mengerjakan apa yang disukai. Terus belajar apa yang terkait dan tak sungkan untuk belajar kepada yang ahli. Dan biarlah orang lain melihatnya sebagai usaha persisten.

Apalagi saat ini, aktivitas menulis tak harus di atas kertas. Begitupun, tak harus membuka laptop di mana-mana. Cukup satu gadget bernama ponsel pintar alias smartphone maka aktivitas menulis menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Inilah zaman Bring Your Own Device (BYOD) - bawa sendiri gadget kamu! Smartphone semacam Luna keluaran Foxcon sangat bisa menjadi andalan bagi para blogger seperti saya.

Dengan spesifikasi tingkat dewa, pekerjaan (atau hobi) sebagai seorang blogger akan sangat terbantu dan menambah kualitas karyanya. Spesifikasi selengkapnya dapat dilihat dalam infografis di bawah ini.

(Infografis) Kelebihan Smartphone LUNA
Wajarlah kiranya, jika saya tabalkan smartphone Luna ini sebagai gravitasi inspirasi bagi seorang blogger. Bagaimana tidak, meski 'hanya' seorang blogger yang katanya 'cuma' menulis. Tapi kehadiran Luna smartphone akan sangat membantu. Utamanya dalam kemampuan multitasking yang gegas untuk membuka beberapa aplikasi dalam waktu yang bersamaan dan fotografinya yang setara dengan Iphone 6!

Bayangkan saja, aktivitas serius seorang blogger : sambil mengetik draft di layar ponselnya ia mendengarkan musik. Lalu, masih di layar gadget yang sama, ia mencari referensi pelengkap - agar tulisan tidak terasa dangkal dan cemen. Setelah itu ia akan meramu bahan tadi dan menulis ulang, melengkapi data, mengoreksi, lalu melengkapi ilustrasi.

Di sini asyiknya. Dengan kualitas kamera berkelas, mengambil foto menjadi menyenangkan. Setelah diyakin lengkap, barulah di-publish via jaringan 4G LTE yang telah semuanya didukung oleh Luna.

Bersamanya, dapat dipastikan daya gravitasi sebagai seorang blogger dan penulis freelance akan semakin menarik dan banyak orang yang akan tercerahkan.

Bagaimana dengan kamu? (red)

Thursday, April 6, 2017

Unsyiah Library, Lebih dari Sekedar Tempat Pinjam Buku


Era 90-an akhir, kata perpustakaan identik sebagai tempat "angker". Sepi, sunyi, lembab dan terpinggirkan. Hanya orang-orang introvert saja yang betah berlama-lama di sana.

Padahal, anggaran pembangunan perpustakaan di suatu daerah biasanya digelontorkan dalam jumlah besar dan mampu menghadirkan gedung yang megah, terletak di tengah kota dengan tenaga pustakawan yang mumpuni dan lainnya.

Tapi, tetap saja image syerem itu melekat. Lorong-lorong rak buku yang tinggi menjulang, sunyi, mengeluarkan bau tak sedap dari ribuan halaman buku yang berjuang keras melawan gilasan roda zaman, agar tidak lapuk, karena jarang disentuh.

Sungguh benar-benar pencitraan yang horor kala itu.

Belum lagi jika masuk ke ruangan koleksi akademi. Ruangan sempit dengan koleksi karya ilmiah yang berjubel dengan warna cover yang tidak menarik, rasanya makin menambah paranoid.

Sudah dapat dipastikan. Waktu itu, yang datang ke perpustakaan - utamanya perpustakaan kampus, ada dua. Kalau tidak mahasiswa baru - yang penasaran dengan bangunan-bangunan 'unik' di kampusnya. Atau, mahasiswa tingkat akhir yang berburu judul-judul buku dan glossarium, guna melengkapi catatan kaki skripsi dan tugas akhirnya.

Tapi itu dulu..

Karena, kini perpustakaan telah mampu memoles dirinya menjadi lebih cantik, menarik dan menyenangkan. Ruangan full AC, koleksi yang lengkap, fasilitas yang semakin canggih hingga ragam kegiatan yang interaktif dan penuh kreatifitas.

Salah satunya yang ingin saya bahas dalam tulisan kali ini adalah Perpustakaan Universitas Syiah Kuala yang terletak di JL. T. Nyak Arief Kampus Unsyah Kecamatan Syiah Kuala, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Jantung hati Unsyiah yang telah membuat banyak mahasiswa yang jatuh hati.

Sekilas tentang Perpustakaan Unsyiah

Gedung Unsyiah Library (Foto: Detak-unsyah)


Pustaka Unsyiah memiliki sejarah panjang sebelum menjadi lebih modern seperti sekarang ini. Umurnya saja sudah 47 tahun, terhitung sejak didirikan pada 1970 silam. Mulanya, Pustaka Unsyiah ia bagian dari gedung Fakultas Ekonomi Unsyiah. Namanya juga tahun-tahun awal, banyak keterbatasan dan tantangan yang harus dilalui oleh para pendiri.

Kemudian, tahun 1980, status Pustaka Unsyiah kala itu sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT). Masih menjadi semacam badan pembantu dengan kewenangan dan ruang gerak yang tentu saja sangat terbatas.

Lalu, 14 tahun kemudian, atau tepatnya April 1994, Pustaka Unsyiah diberi kesempatan untuk mengembangkan diri. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Rektor No. 060 tahun 1994, yang salah satu isinya adalah menyatukan semua perpustakaan tingkat fakultas dan jurusan, yang ada dalam lingkup Unsyiah ke dalam satu wadah UPT Perpustakaan.

Dan mengakomodir koleksi buku yang jumlahnya puluhan ribu itu, disiapkan pula gedung baru yang megah dengan aneka fasilitas penunjang. Gedung itu sendiri kini berdampingan dengan gedung Kantor Pusat Administrasi (KPA) Universitas Syiah Kuala.

Hingga kini, Pustaka Unsyiah terus memperbaiki pelayanan dan melakukan lompatan inovasi mengagumkan. Sehingga tak heran, jika kemudian Pustaka Unsyiah diganjar dengan akreditasi Nasional A dari Ban-PT dan Sertifikat Internasional ISO 9001 : 2008 pada tahun 2013.

Lalu di tahun 2016, perpustakaan tersebut kembali mendapat akreditasi A yang dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional RI.Sebuah pengakuan prestisius di bidang kepustakaan bagi Unsyiah Library yang berada di ujung Barat Indonesia tersebut.

Sumber : Akun Facebook Taufiq Abdul Gani/Kepala UPT Perpustakaan Unsyiah
via midahponggeok.blogspot.co.id
Selain itu, 'penghargaan' yang tak kalah penting lain adalah pengakuan secara subjektif dari para netizen. Mereka memberikan ulasan positif atas kualitas layanan dan fasilitas yang dimiliki oleh Unsyiah Library ini. Seperti yang tampak pada penelusuran Google di bawah ini. Rata-rata skor kepuasan yang diberikan oleh netizen adalah sebesar 4,8 dari 5 bintang.

5 Fakta Keren Unsyiah Library 

Wajar, jika kemudian, Perpustakaan Unsyiah mencatakan diri sebagai tempat yang lebih dari sekedar tempat meminjam buku. More than just a library. Begitu tag yang mereka gunakan. 

Lalu apa saja hal yang membuat mereka bisa mencapai pengakuan tersebut? Di bawah ini, saya mencatat paling tidak ada lima keunikan - yang bisa pula disebut fakta keren, yang dimiliki oleh Pustaka Unsyiah ini.

Yuk disimak. 

1. Jam Layanan yang Panjaa..ng!

Jika biasanya, perpustakaan buka selama jam kerja pada umumnya. Tapi Perpustakaan Unsyiah membuka layanannya sejak pukul 08.30 hingga 23.00 WIB. Selama 5 hari kerja. Sedangkan untuk akhir pekan, jam bukanya menyesuaikan menjadi Sabtu (08.30 - 18.30 WIB) dan Ahad (14.00 - 18.30 WIB).

Makanya tak heran, jika kamu akan menemukan pemandangan seperti di bawah ini. Parkiran motor terlihat berlapis-lapis di halaman Perpustakaan hingga tak jarang meluber hingga ke halaman Rektorat saat malam hari. 

Parkir motor pengunjung perpustakaan sampe tumpeh-tumpeh ke halaman Rektorat Unsyiah. (Foto : Instagram/upt_perpustakaan_unsyiah)
2. Bisa meminjam hingga 7 buku sekali pinjam

Ini lebih keren lagi. Kalau biasanya yang saya tahu, jumlah buku maksimal yang bisa dipinjam adalah tiga buku saja. Maka, sejak 1 April lalu, UPT Perpustakaan Unsyiah ini memberikan kebebasan untuk meminjam hingga 7 buah buku. Dengan batas waktu sekali pinjam selama dua minggu, dan dapat diperpanjang lagi selama satu minggu.

Apa nggak keren tuh?

Permasalahan ini, mengingatkan saya saat harus mencari banyak referensi sewaktu tengah menyusun skripsi S-1 dahulu. 

Mau pinjam banyak tidak boleh, sedangkan hape belumlah dilengkapi dengan kamera berkualitas HD seperti sekarang ini. Sehingga tidak bisa jeprat-jepret halaman-halaman yang dibutuhkan. Akhirnya jalan keluarnya ya difotokopi. Mau tak mau, biaya belajar pun bertambah.  


3. Terbuka pula keanggotaan untuk masyarakat umum

Selain keanggotaan untuk karyawan dan mahasiswanya, Perpustakaan Unsyiah juga memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk menjadi anggotanya. 

Saya kira ini amatlah bagus, karena Unsyiah Library tak menikmati sendiri eksklusifitas perbendaharaan buku. Memberikan peluang untuk sama-sama mengakses fasilitas akademis, dalam hal ini buku-buku dan karya akademis lainnya. Semangat inklusifitas dan egality di dunia pendidikan.

Apalagi, setelah menjadi anggota, kita mempunyai hak yang sama dengan anggota yang berasal dari kalangan mahasiswa dan internal kampus lainnya. Kamu berminat? Silahkan mengunjungi alamat berikut ini : Daftar di Sini, untuk mengetahui syarat dan ketentuan yang dibutuhkan. 

4. Proses Peminjaman dan Pengembalian Buku Bisa dilakukan secara mandiri


Hal yang menyenangkan dari proses peminjaman di Perpustakaan Unsyah adalah semua bisa dilakukan secara mandiri. Begitu juga pengembalian. Hal ini tak lepas dari keberadaan sistem dan perangkat yang sudah computerized dan terkoneksi secara online.

Alhasil, untuk urusan pinjam-meminjam buku, tidak membutuhkan banyak waktu. Cepat dan ringkas. Agenda ke Perpustakaan bisa dilanjutkan dengan kegiatan lain yang bermanfaat.

Proses peminjaman mandiri
5. Inovasi Tiada Henti untuk Terus Memberikan Nilai Tambah 

Mahasiswa dan buku itu ibarat ikan dan air. Sedangkan Perpustakaan adalah akuariumnya. Mahasiswa tidak akan bisa hidup tanpa buku. Dan sebaik-baik tempat untuk mendapatkan buku adalah perpustakaan. Faktor utamanya, selain koleksi buku yang lengkap juga berbagai jurnal ilmiah lebih mudah ditemukan di Perpustakaan.

Kegiatan relax and easy yang turut menghidupkan suasana perpustakaan (Foto: Facebook UPT Perpustakaan Unsyiah 
Pihak Unsyiah Library menyadari akan hal itu dan terus melakukan inovasi - baik dari segi kualitas pelayanan maupun memberikan nilai tambah berupa aneka kegiatan kemahasiswaan yang tak jauh dari dunia mahasiswa dan kepustakaan. Di antaranya, pemilihan duta baca, literasi informasi, harmoni kampus, relax and easy dan kegiatan lainnya. 

Kegiatan yang dekat dengan dunia kreativitas dan penambahan wawasan literasi bagi seluruh civitas academica Universitas Syiah Kuala.

Sehingga tak heran, jika kemudian suasana perpustakaan terus semarak dan menyenangkan sepanjang hari hingga lanjut ke malam hari. Karena banyak hal yang bisa dilakukan di Unsyiah Library, lebih dari sekedar aktivitas pinjam-meminjam buku.

Penutup

Di akhir tulisan, bolehlah jika saya mengutip ucapan Ustadz Yusuf Mansyur, "Jangan jauhkan pencinta dunia dari akhirat". Begitu juga dengan para mahasiswa. Jangan jauhkan mahasiswa dari dunianya : akademi, pergaulan dan kreativitas.

Suasana perpustakaan Unsyiah di kala malam hari. (Foto: Faceook / UPT Perpustakaan Unsyiah)
Inovasi yang dilakukan oleh UPT Perpustakaan Unsyiah ini, menurut hemat saya, dalam rangka memberikan nilai tambah bagi perpustakaan. Sehingga nantinya, perpustakaan tidak lagi dipandang sebagai sekedar tempat buku-buku berat dan jurnal tebal. Melainkan, menjadi tempat nongkrong yang asyik, dan mendekatkan mahasiswa kepada buku.

Sehingga secara sadar, mahasiswa akan dekat dan betah berada di perpustakaan yang notabene menyimpan banyak harta karun pengetahuan di dalamnya.

Semoga, hal inovatif dan positif seperti ini bisa segera ditularkan kepada perpustakaan kampus-kampus lain di tanah air. (*)  




Thursday, March 9, 2017

5 Varian Headset Sony Terbaru


Sesuatu yang mengasyikkan, jika bisa beraktivitas, baik bekerja, maupun olahraga diiringi dengan musik. Rasanya adrenalin ikut terpompa, seiring dengan beat demi beat yang dihentakkan oleh irama musik. Apalagi jika musik kesayangan kita itu mengalir dari perangkat personal. Di mana hanya kita yang mendengarkannya, dengan volume dan bass sesuai selera namun tidak mengganggu orang lain.

Salah satunya adalah dengan mendengarkan melalui perangkat headset merek Sony ini.

Ya, begitu kita mendengar kata Sony, pastilah yang terpikir dalam benak kita adalah beragam gadget dengan teknologi canggih. Termasuk di dalamnya adalah produk  headset yang tentu saja tak luput dari sentuhan teknologi mutakhir khas Sony.

Terkenal sebagai perusahaan pencipta perangkat audio visual, Sony menciptakan beragam headset bagi para konsumennya. Sudah cukup lama Sony menciptakan headset, namun rupanya sedikit kalah saing dengan brand Eropa dan Amerika seperti Beats. Seperti tidak kenal lelah, Sony pun meluncurkan lima varian headset terbarunya dengan teknologi yang mumpuni dan harga yang bersaing. Harga headset Sony memang dapat dikatakan cukup bersaing dibanding dengan para kompetitor sekelasnya.

Ingin tahu apa saja varian headset terbaru dari Sony? Simak ulasan berikut.

MDR-XB80BS
MDR-XB80BS
Headset ini ditujukan untuk para penyuka olahraga yang hobi mendengarkan musik. Dibekali dengan teknologi EXTRA BASS™, membuat musik yang dihasilkan sangat berkualitas. Uniknya, headset ini dapat dicuci ketika selesai dipakai berolahraga.

MDR-1000X

MDR-1000X
Anda suka bepergian dan membutuhkan perangkat audio yang berkualitas? MDR-1000X sepertinya cocok untuk Anda. Fitur andalannya adalah noise-canceling yang lebih maksimal kualitasnya dibanding dengan pendahulunya. Dalam fitur tersebut, terdapat tiga fungsi berbeda, yakni Ambient Sound Mode, Quick Attention Mode, dan Personal Noise-Canceling Optimizer.

MDR-XB50BS
MDR-XB50BS
Hampir sama dengan MDR-XB80BS, headset ini juga ditujukan kepada para penyuka olahraga yang hobi mendengarkan musik. Desainnya tidak hanya minimalis dan dinamis, tapi juga nyaman ketika dikenakan. Serunya lagi, Anda tidak perlu mengisi baterai dalam waktu dekat karena headset ini memiliki battery life selama 8.5 jam. Sama seperti temannya MDR-XB80BS, headset MDR-XB50BS ini bisa dicuci setelah selesai berolahraga.

MDR-XB70BT

MDR-XB70BT
Ingin headset in-ear yang fleksibel dan nyaman digunakan? MDR-XB70BT bisa menjadi pilihan yang tepat. Headset ini memiliki bobot yang ringan dan pilihan warna-warna keren seperti hitam, merah, dan biru. Salah satu keunikannya adalah kabelnya yang tidak mudah berbelit.

MDR-XB510AS

MDR-XB510AS
Ternyata tidak hanya jam tangan saja yang memiliki teknologi water-resistant. Headset pun demikian. MDR-XB510AS memiliki water resistant sehingga cocok digunakan ketika hujan deras sekalipun. Tak lupa, Sony menyematkan EXTRA BASS™ untuk Anda yang suka mendengarkan musik dengan instrumen bass yang kuat.

Wuih, ternyata keren-keren ya... (*)