Wednesday, April 19, 2017

Menulislah dan Jadilah Gravitasi Inspirasi



Perempuan muda itu masih dalam proses perceraian, ketika ia diminta pindah ke sebuah flat kecil yang kurang nyaman - lebih tepatnya kumuh dan tak layak. Saat itu, ia hidup dalam kondisi semiskin-miskinnya : sebagai seorang single mom untuk satu orang anak dan tanpa pekerjaan tetap sebagaimana orang-orang.

Bahkan, ia terpaksa harus menerima santunan dari pemerintah Inggris, karena masuk dalam kriteria warga yang layak mendapat santunan.

Andai saja, ia menyerah di titik itu dan menyimpulkan kereta takdir telah sampai untuknya. Maka ia akan berhenti dengan figuran hidup sebagai perempuan miskin saja dan tak mampu memberikan pengaruh apa-apa terhadap sejarah.

Dan yang pastinya, niscaya kita tidak akan mengenal karya popular nan imajinatif, tentang seorang bocah yang mempunyai keahlian sihir : Harry Potter.

Yah, perempuan itu bernama Joanne Kathleen Rowling atau lebih dikenal sebagai J.K. Rowling (51).

Foto: Trivia.id
Berkat kegigihannya - kini franchise Harry Potter telah mengantarkannya menjadi seorang penulis terkaya di dunia. Untuk bukunya saja telah diterbitkan sebanyak 400 juta kopi di seluruh dunia, belum termasuk delapan seri film yang dibuat oleh Warner Bross Picture dan aneka merchandise seperti taman bermain (theme park) bertema dunia sihir ala Harry Potter.

Kegigihan Jo - demikian ia dipanggil, bisa kita lihat saat ia menggandakan naskah novel pertamanya itu, untuk dikirim ke beberapa penerbit. Caranya? Ia harus rela mengetik ulang beratus-ratus lembar menggunakan mesin ketik tua berharga murah. Karena saat itu, Ia benar-benar tidak punya uang sama sekali untuk sekedar membayar jasa fotokopi.

Masalah tidak surut sampai di sana saja. Naskah pertama Harry Potter banyak dicibir, dan belasan penerbit menolak menerbitkannya. Mereka menganggap, cerita tentang sihir dan dunia di abad pertengahan tidak akan laku.

Menyerahkah seorang Jo? Tidak!

Kegigihannya kembali terlihat dari tindakannya untuk melampaui keterbatasan dan menghalau sekat pemikiran sempit kebanyakan orang. Cibiran dan kritik, ia ambil sebagai amunisi untuk memperbaiki naskahnya. Dan, voila! nasibnya berputar 180 derajat saat penerbit Blommsburry bersedia menerbitkan naskah novel pertamanya.


Katie Aiani, salah seorang penggemar berat Harry Potter memiliki koleksi aneka merchandise yang jika diuangkan, total semuanya mencapai Rp590 juta! (Foto : muvila.com)
JK Rowling telah menjadi penulis terkenal dan dinasbihkan pula sebagai penulis terkaya di dunia. Lebih dari itu, ia telah menjadi semacam gravitasi bagi para penulis muda di dunia, tidak sekedar bagi penggemarnya saja.

Jalan hidup seorang JK Rowling, adalah jalan inspiratif dengan daya gravitasi di dalamnya. Bahwa, tulisan imajinatif sekalipun, bisa menjadi modal untuk memperbaiki taraf hidup dan bahkan mengilhami banyak orang di dunia, yang juga sekaligus menghibur.

Karya JK Rowling juga memberi pengaruh yang baik kepada generasi milenial, untuk tetap setia kepada buku dan dunia literasi.

Menulis adalah Keterampilan Mendasar
Menulis adalah keterampilan mendasar. Semenjak diajarkan pada bangku sekolah dasar atau bahkan sebelumnya. Kita telah diberikan kemampuan untuk itu. Semua orang telah diajarkan menulis. Semua orang pasti bisa menulis. Namun, sayangnya tidak semua bisa mengikat makna.

Saya suka menulis, bahkan di saat teman-teman baru mengenal novel remaja di kala SMP dulu era tahun 1994, saya sudah belajar menulis cerpen. Saat itu bermodal mesin ketik tua milik Bapak. Jauh dari kata sempurna, dengan kosakata dan tanda baca yang - tentu saja, belepotan di mana-mana. :)

Di saat kuliah, saya pun tetap menulis. Kata orang, menulis buku diary itu cemen - menjadikan kita pribadi sentimentil. Tapi meski begitu saya tetap menulis. Hingga menamatkan bangku kuliah, sedikitnya ada 7 buku agenda tebal, yang saya tuntaskan sebagai diary - jurnal harian.

Betul, sebagian besar tulisan dalam buku diary itu berkisah tentang keseharian saya. Tak terlalu penting memang, banyak hal remeh ditemukan di dalamnya. Saya menulis, hanya untuk menjadi pengingat saja, bahkan detil pengeluaran berupa recehan rupiah demi rupiah pun terkadang saya catat.

Barulah sisanya, ada satu-dua ide yang saya ikat di dalamnya.

Sekali lagi, tak banyak orang yang menaruh perhatian dengan aktivitas literasi yang saya lakukan pada waktu itu. Karena saya menuliskannya menjelang sore hari, di kala santai. Duduk di pintu belakang kos-kosan. Sambil menatap langit dan ditemani hangatnya secangkir teh manis.

Enam tahun saya jalani ritual itu.

Dan hari ini, atau tepatnya segaris setelah saya menyelesaikan kuliah pada Februari 2006 silam, kosakata dan kemampuan diksi saya, sangat membantu pada pekerjaan saya kemudian. Yakni sebagai staf media di sebuah lembaga zakat dan ilustrator (infografik) di harian lokal.

Kemampuan menulis - yang rata-rata orang bisa, dan masih banyak orang memandang tidak terlalu istimewa - nyatanya memberikan saya semacam daya gravitasi.  

Apalagi kemudian, dalam kurun waktu belasan tahun, ketekunan saya dalam hal tulis-menulis, tertoreh dalam banyak karya yang terbit dalam bentuk majalah dan buletin. Belum lagi, di era online seperti sekarang ini, telah banyak artikel yang saya edit dan terbitkan di portal-portal online.

Tahun 2009, saat mulai mengenal internet broadband (setelah sebelumnya era internet dial-up), saya menemukan kesenangan tersendiri dari menulis dalam medium weblog atau biasa disingkat sebagai blog saja.

Sesekali saya ikutkan lomba blog dan alhamdulillah, beberapa kali menang.

Arsip tahun 2014 silam, saat seorang teman minta diajarkan cara menulis blog.
Menulis memang menyenangkan. Apalagi jika bisa membantu teman agar dapat menulis, baik yang berformat berita maupun yang berbentuk naratif.

Oya, belum banyak yang tahu, jika saya lulus sebagai sarjana teknik. Tepatnya Teknik Mesin dari kampus negeri di kota saya. Namun darah literasi terlalu deras mengalir dari Bapak saya, yang seorang sarjana muda di bidang Bahasa Indonesia.

Sering teman menyindir saya sebagai sarjana sastra teknik. Tapi tak apa. Saya tidak merasa harus tersinggung. Jika memang ini minat saya dan saya bisa menghasilkan serta bisa mandiri dengannya, mengapa tidak?

Puncaknya, sejak tahun 2015 akhir, saya memutuskan untuk full time freelance, bekerja dari rumah saja - tidak terikat secara organisatoris dengan institusi apapun.

Keputusan yang mungkin sulit diterima - bahkan oleh istri saya. Namun, saya yakini saja. Asalkan saya menjalani dengan sungguh-sungguh dan tidak curang serta tidak mengambil hak orang lain, maka soal rezeki, biarlah Tuhan yang mengatur. Sebab Saya percaya tentang filosofi kotak rezeki.

Salah satu tulisan saya yang terbit di tabloid bisnis lokal
Dari memenangkan bermacam lomba blog, saya merasa telah menjadi gravitasi bagi sebagian blogger yang lain. Cirinya, semakin banyak yang meminta menjadi teman di Facebook.

Alhasil, kini jaringan teman Facebook dari kalangan Blogger sudah berada di level menengah. Ada saja permintaan pertemanan di Facebook, yang saya tidak kenal sama sekali dan berasal dari kota yang berbeda, namun saat dilihat jaringan pertemanannya tertulis 58 teman yang sama.

Hampir mendekati angka pertemanan Facebook yang berasal dari lingkar teman kuliah ataupun teman masa kecil. Ini luar biasa bukan?

Tulisan dalam blog saya, dikutip teman sesama blogger dan dijadikan statusnya.
Bentuk gravitasi lain, kepercayaan diri saya untuk menempuh jalur freelance ini diikuti pula oleh beberapa teman yang sudah saya anggap saudara sendiri, sebut saja namanya Uza dan Iya. Keduanya memutuskan keluar dari pekerjaan tetap serta lebih memilih menjadi freelance di bidang desain grafis dan web design.

Temukan Sendiri Jalan Gravitasimu
Menjadi pribadi mandiri dan memiliki daya tarik gravitasi, bukanlah kehendak pribadi. Semua terjadi secara alamiah. Saya hanya mengerjakan apa yang disukai. Terus belajar apa yang terkait dan tak sungkan untuk belajar kepada yang ahli. Dan biarlah orang lain melihatnya sebagai usaha persisten.

Apalagi saat ini, aktivitas menulis tak harus di atas kertas. Begitupun, tak harus membuka laptop di mana-mana. Cukup satu gadget bernama ponsel pintar alias smartphone maka aktivitas menulis menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Inilah zaman Bring Your Own Device (BYOD) - bawa sendiri gadget kamu! Smartphone semacam Luna keluaran Foxcon sangat bisa menjadi andalan bagi para blogger seperti saya.

Dengan spesifikasi tingkat dewa, pekerjaan (atau hobi) sebagai seorang blogger akan sangat terbantu dan menambah kualitas karyanya. Spesifikasi selengkapnya dapat dilihat dalam infografis di bawah ini.

(Infografis) Kelebihan Smartphone LUNA
Wajarlah kiranya, jika saya tabalkan smartphone Luna ini sebagai gravitasi inspirasi bagi seorang blogger. Bagaimana tidak, meski 'hanya' seorang blogger yang katanya 'cuma' menulis. Tapi kehadiran Luna smartphone akan sangat membantu. Utamanya dalam kemampuan multitasking yang gegas untuk membuka beberapa aplikasi dalam waktu yang bersamaan dan fotografinya yang setara dengan Iphone 6!

Bayangkan saja, aktivitas serius seorang blogger : sambil mengetik draft di layar ponselnya ia mendengarkan musik. Lalu, masih di layar gadget yang sama, ia mencari referensi pelengkap - agar tulisan tidak terasa dangkal dan cemen. Setelah itu ia akan meramu bahan tadi dan menulis ulang, melengkapi data, mengoreksi, lalu melengkapi ilustrasi.

Di sini asyiknya. Dengan kualitas kamera berkelas, mengambil foto menjadi menyenangkan. Setelah diyakin lengkap, barulah di-publish via jaringan 4G LTE yang telah semuanya didukung oleh Luna.

Bersamanya, dapat dipastikan daya gravitasi sebagai seorang blogger dan penulis freelance akan semakin menarik dan banyak orang yang akan tercerahkan.

Bagaimana dengan kamu? (red)

Thursday, April 6, 2017

Unsyiah Library, Lebih dari Sekedar Tempat Pinjam Buku


Era 90-an akhir, kata perpustakaan identik sebagai tempat "angker". Sepi, sunyi, lembab dan terpinggirkan. Hanya orang-orang introvert saja yang betah berlama-lama di sana.

Padahal, anggaran pembangunan perpustakaan di suatu daerah biasanya digelontorkan dalam jumlah besar dan mampu menghadirkan gedung yang megah, terletak di tengah kota dengan tenaga pustakawan yang mumpuni dan lainnya.

Tapi, tetap saja image syerem itu melekat. Lorong-lorong rak buku yang tinggi menjulang, sunyi, mengeluarkan bau tak sedap dari ribuan halaman buku yang berjuang keras melawan gilasan roda zaman, agar tidak lapuk, karena jarang disentuh.

Sungguh benar-benar pencitraan yang horor kala itu.

Belum lagi jika masuk ke ruangan koleksi akademi. Ruangan sempit dengan koleksi karya ilmiah yang berjubel dengan warna cover yang tidak menarik, rasanya makin menambah paranoid.

Sudah dapat dipastikan. Waktu itu, yang datang ke perpustakaan - utamanya perpustakaan kampus, ada dua. Kalau tidak mahasiswa baru - yang penasaran dengan bangunan-bangunan 'unik' di kampusnya. Atau, mahasiswa tingkat akhir yang berburu judul-judul buku dan glossarium, guna melengkapi catatan kaki skripsi dan tugas akhirnya.

Tapi itu dulu..

Karena, kini perpustakaan telah mampu memoles dirinya menjadi lebih cantik, menarik dan menyenangkan. Ruangan full AC, koleksi yang lengkap, fasilitas yang semakin canggih hingga ragam kegiatan yang interaktif dan penuh kreatifitas.

Salah satunya yang ingin saya bahas dalam tulisan kali ini adalah Perpustakaan Universitas Syiah Kuala yang terletak di JL. T. Nyak Arief Kampus Unsyah Kecamatan Syiah Kuala, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Jantung hati Unsyiah yang telah membuat banyak mahasiswa yang jatuh hati.

Sekilas tentang Perpustakaan Unsyiah

Gedung Unsyiah Library (Foto: Detak-unsyah)


Pustaka Unsyiah memiliki sejarah panjang sebelum menjadi lebih modern seperti sekarang ini. Umurnya saja sudah 47 tahun, terhitung sejak didirikan pada 1970 silam. Mulanya, Pustaka Unsyiah ia bagian dari gedung Fakultas Ekonomi Unsyiah. Namanya juga tahun-tahun awal, banyak keterbatasan dan tantangan yang harus dilalui oleh para pendiri.

Kemudian, tahun 1980, status Pustaka Unsyiah kala itu sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT). Masih menjadi semacam badan pembantu dengan kewenangan dan ruang gerak yang tentu saja sangat terbatas.

Lalu, 14 tahun kemudian, atau tepatnya April 1994, Pustaka Unsyiah diberi kesempatan untuk mengembangkan diri. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Rektor No. 060 tahun 1994, yang salah satu isinya adalah menyatukan semua perpustakaan tingkat fakultas dan jurusan, yang ada dalam lingkup Unsyiah ke dalam satu wadah UPT Perpustakaan.

Dan mengakomodir koleksi buku yang jumlahnya puluhan ribu itu, disiapkan pula gedung baru yang megah dengan aneka fasilitas penunjang. Gedung itu sendiri kini berdampingan dengan gedung Kantor Pusat Administrasi (KPA) Universitas Syiah Kuala.

Hingga kini, Pustaka Unsyiah terus memperbaiki pelayanan dan melakukan lompatan inovasi mengagumkan. Sehingga tak heran, jika kemudian Pustaka Unsyiah diganjar dengan akreditasi Nasional A dari Ban-PT dan Sertifikat Internasional ISO 9001 : 2008 pada tahun 2013.

Lalu di tahun 2016, perpustakaan tersebut kembali mendapat akreditasi A yang dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional RI.Sebuah pengakuan prestisius di bidang kepustakaan bagi Unsyiah Library yang berada di ujung Barat Indonesia tersebut.

Sumber : Akun Facebook Taufiq Abdul Gani/Kepala UPT Perpustakaan Unsyiah
via midahponggeok.blogspot.co.id
Selain itu, 'penghargaan' yang tak kalah penting lain adalah pengakuan secara subjektif dari para netizen. Mereka memberikan ulasan positif atas kualitas layanan dan fasilitas yang dimiliki oleh Unsyiah Library ini. Seperti yang tampak pada penelusuran Google di bawah ini. Rata-rata skor kepuasan yang diberikan oleh netizen adalah sebesar 4,8 dari 5 bintang.

5 Fakta Keren Unsyiah Library 

Wajar, jika kemudian, Perpustakaan Unsyiah mencatakan diri sebagai tempat yang lebih dari sekedar tempat meminjam buku. More than just a library. Begitu tag yang mereka gunakan. 

Lalu apa saja hal yang membuat mereka bisa mencapai pengakuan tersebut? Di bawah ini, saya mencatat paling tidak ada lima keunikan - yang bisa pula disebut fakta keren, yang dimiliki oleh Pustaka Unsyiah ini.

Yuk disimak. 

1. Jam Layanan yang Panjaa..ng!

Jika biasanya, perpustakaan buka selama jam kerja pada umumnya. Tapi Perpustakaan Unsyiah membuka layanannya sejak pukul 08.30 hingga 23.00 WIB. Selama 5 hari kerja. Sedangkan untuk akhir pekan, jam bukanya menyesuaikan menjadi Sabtu (08.30 - 18.30 WIB) dan Ahad (14.00 - 18.30 WIB).

Makanya tak heran, jika kamu akan menemukan pemandangan seperti di bawah ini. Parkiran motor terlihat berlapis-lapis di halaman Perpustakaan hingga tak jarang meluber hingga ke halaman Rektorat saat malam hari. 

Parkir motor pengunjung perpustakaan sampe tumpeh-tumpeh ke halaman Rektorat Unsyiah. (Foto : Instagram/upt_perpustakaan_unsyiah)
2. Bisa meminjam hingga 7 buku sekali pinjam

Ini lebih keren lagi. Kalau biasanya yang saya tahu, jumlah buku maksimal yang bisa dipinjam adalah tiga buku saja. Maka, sejak 1 April lalu, UPT Perpustakaan Unsyiah ini memberikan kebebasan untuk meminjam hingga 7 buah buku. Dengan batas waktu sekali pinjam selama dua minggu, dan dapat diperpanjang lagi selama satu minggu.

Apa nggak keren tuh?

Permasalahan ini, mengingatkan saya saat harus mencari banyak referensi sewaktu tengah menyusun skripsi S-1 dahulu. 

Mau pinjam banyak tidak boleh, sedangkan hape belumlah dilengkapi dengan kamera berkualitas HD seperti sekarang ini. Sehingga tidak bisa jeprat-jepret halaman-halaman yang dibutuhkan. Akhirnya jalan keluarnya ya difotokopi. Mau tak mau, biaya belajar pun bertambah.  


3. Terbuka pula keanggotaan untuk masyarakat umum

Selain keanggotaan untuk karyawan dan mahasiswanya, Perpustakaan Unsyiah juga memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk menjadi anggotanya. 

Saya kira ini amatlah bagus, karena Unsyiah Library tak menikmati sendiri eksklusifitas perbendaharaan buku. Memberikan peluang untuk sama-sama mengakses fasilitas akademis, dalam hal ini buku-buku dan karya akademis lainnya. Semangat inklusifitas dan egality di dunia pendidikan.

Apalagi, setelah menjadi anggota, kita mempunyai hak yang sama dengan anggota yang berasal dari kalangan mahasiswa dan internal kampus lainnya. Kamu berminat? Silahkan mengunjungi alamat berikut ini : Daftar di Sini, untuk mengetahui syarat dan ketentuan yang dibutuhkan. 

4. Proses Peminjaman dan Pengembalian Buku Bisa dilakukan secara mandiri


Hal yang menyenangkan dari proses peminjaman di Perpustakaan Unsyah adalah semua bisa dilakukan secara mandiri. Begitu juga pengembalian. Hal ini tak lepas dari keberadaan sistem dan perangkat yang sudah computerized dan terkoneksi secara online.

Alhasil, untuk urusan pinjam-meminjam buku, tidak membutuhkan banyak waktu. Cepat dan ringkas. Agenda ke Perpustakaan bisa dilanjutkan dengan kegiatan lain yang bermanfaat.

Proses peminjaman mandiri
5. Inovasi Tiada Henti untuk Terus Memberikan Nilai Tambah 

Mahasiswa dan buku itu ibarat ikan dan air. Sedangkan Perpustakaan adalah akuariumnya. Mahasiswa tidak akan bisa hidup tanpa buku. Dan sebaik-baik tempat untuk mendapatkan buku adalah perpustakaan. Faktor utamanya, selain koleksi buku yang lengkap juga berbagai jurnal ilmiah lebih mudah ditemukan di Perpustakaan.

Kegiatan relax and easy yang turut menghidupkan suasana perpustakaan (Foto: Facebook UPT Perpustakaan Unsyiah 
Pihak Unsyiah Library menyadari akan hal itu dan terus melakukan inovasi - baik dari segi kualitas pelayanan maupun memberikan nilai tambah berupa aneka kegiatan kemahasiswaan yang tak jauh dari dunia mahasiswa dan kepustakaan. Di antaranya, pemilihan duta baca, literasi informasi, harmoni kampus, relax and easy dan kegiatan lainnya. 

Kegiatan yang dekat dengan dunia kreativitas dan penambahan wawasan literasi bagi seluruh civitas academica Universitas Syiah Kuala.

Sehingga tak heran, jika kemudian suasana perpustakaan terus semarak dan menyenangkan sepanjang hari hingga lanjut ke malam hari. Karena banyak hal yang bisa dilakukan di Unsyiah Library, lebih dari sekedar aktivitas pinjam-meminjam buku.

Penutup

Di akhir tulisan, bolehlah jika saya mengutip ucapan Ustadz Yusuf Mansyur, "Jangan jauhkan pencinta dunia dari akhirat". Begitu juga dengan para mahasiswa. Jangan jauhkan mahasiswa dari dunianya : akademi, pergaulan dan kreativitas.

Suasana perpustakaan Unsyiah di kala malam hari. (Foto: Faceook / UPT Perpustakaan Unsyiah)
Inovasi yang dilakukan oleh UPT Perpustakaan Unsyiah ini, menurut hemat saya, dalam rangka memberikan nilai tambah bagi perpustakaan. Sehingga nantinya, perpustakaan tidak lagi dipandang sebagai sekedar tempat buku-buku berat dan jurnal tebal. Melainkan, menjadi tempat nongkrong yang asyik, dan mendekatkan mahasiswa kepada buku.

Sehingga secara sadar, mahasiswa akan dekat dan betah berada di perpustakaan yang notabene menyimpan banyak harta karun pengetahuan di dalamnya.

Semoga, hal inovatif dan positif seperti ini bisa segera ditularkan kepada perpustakaan kampus-kampus lain di tanah air. (*)  




Thursday, March 9, 2017

5 Varian Headset Sony Terbaru


Sesuatu yang mengasyikkan, jika bisa beraktivitas, baik bekerja, maupun olahraga diiringi dengan musik. Rasanya adrenalin ikut terpompa, seiring dengan beat demi beat yang dihentakkan oleh irama musik. Apalagi jika musik kesayangan kita itu mengalir dari perangkat personal. Di mana hanya kita yang mendengarkannya, dengan volume dan bass sesuai selera namun tidak mengganggu orang lain.

Salah satunya adalah dengan mendengarkan melalui perangkat headset merek Sony ini.

Ya, begitu kita mendengar kata Sony, pastilah yang terpikir dalam benak kita adalah beragam gadget dengan teknologi canggih. Termasuk di dalamnya adalah produk  headset yang tentu saja tak luput dari sentuhan teknologi mutakhir khas Sony.

Terkenal sebagai perusahaan pencipta perangkat audio visual, Sony menciptakan beragam headset bagi para konsumennya. Sudah cukup lama Sony menciptakan headset, namun rupanya sedikit kalah saing dengan brand Eropa dan Amerika seperti Beats. Seperti tidak kenal lelah, Sony pun meluncurkan lima varian headset terbarunya dengan teknologi yang mumpuni dan harga yang bersaing. Harga headset Sony memang dapat dikatakan cukup bersaing dibanding dengan para kompetitor sekelasnya.

Ingin tahu apa saja varian headset terbaru dari Sony? Simak ulasan berikut.

MDR-XB80BS
MDR-XB80BS
Headset ini ditujukan untuk para penyuka olahraga yang hobi mendengarkan musik. Dibekali dengan teknologi EXTRA BASS™, membuat musik yang dihasilkan sangat berkualitas. Uniknya, headset ini dapat dicuci ketika selesai dipakai berolahraga.

MDR-1000X

MDR-1000X
Anda suka bepergian dan membutuhkan perangkat audio yang berkualitas? MDR-1000X sepertinya cocok untuk Anda. Fitur andalannya adalah noise-canceling yang lebih maksimal kualitasnya dibanding dengan pendahulunya. Dalam fitur tersebut, terdapat tiga fungsi berbeda, yakni Ambient Sound Mode, Quick Attention Mode, dan Personal Noise-Canceling Optimizer.

MDR-XB50BS
MDR-XB50BS
Hampir sama dengan MDR-XB80BS, headset ini juga ditujukan kepada para penyuka olahraga yang hobi mendengarkan musik. Desainnya tidak hanya minimalis dan dinamis, tapi juga nyaman ketika dikenakan. Serunya lagi, Anda tidak perlu mengisi baterai dalam waktu dekat karena headset ini memiliki battery life selama 8.5 jam. Sama seperti temannya MDR-XB80BS, headset MDR-XB50BS ini bisa dicuci setelah selesai berolahraga.

MDR-XB70BT

MDR-XB70BT
Ingin headset in-ear yang fleksibel dan nyaman digunakan? MDR-XB70BT bisa menjadi pilihan yang tepat. Headset ini memiliki bobot yang ringan dan pilihan warna-warna keren seperti hitam, merah, dan biru. Salah satu keunikannya adalah kabelnya yang tidak mudah berbelit.

MDR-XB510AS

MDR-XB510AS
Ternyata tidak hanya jam tangan saja yang memiliki teknologi water-resistant. Headset pun demikian. MDR-XB510AS memiliki water resistant sehingga cocok digunakan ketika hujan deras sekalipun. Tak lupa, Sony menyematkan EXTRA BASS™ untuk Anda yang suka mendengarkan musik dengan instrumen bass yang kuat.

Wuih, ternyata keren-keren ya... (*)

Thursday, February 23, 2017

Aku Titipkan Kebahagiaan Masa Tuaku kepada Negara Melalui BPJS Ketenagakerjaan



Jika ditanya, seperti apa cita-cita saya di masa pensiun nanti?
Tentu saja, jawaban saya adalah ingin punya kehidupan yang sempurna. Menjelang masa senja, saya ingin bisa menikmati hari-hari tua dengan senang hati. Bisa beribadah dengan khusyuk, badan sehat, jauh dari pikun, aktif di majelis taklim dan mushalla, bermain dengan cucu dan melihat ia tumbuh besar.

Dan yang utama, saya ingin terbebas dari urusan keuangan, apalagi hutang.

Oke-oke.. saya tahu kok, semuanya bukanlah pemberian pasif yang datang begitu saja. Harus ada usaha untuk mendapatkannya. Paling tidak, itu sudah mulai direncanakan sejak sekarang, saat masih usia produktif. Apalagi untuk saya seorang blogger atau pekerja blog ini.
Karena saya meyakini, bahwa tua adalah kepastian sedang bahagia adalah pilihan.

Ini harus disadari bulat-bulat, bahwa kita semua tidak bisa menghindarkan diri dari pertambahan usia. Apalagi, dengan kondisi dewasa ini yang menunjukkan peningkatan kesejahteraan, perbaikan tingkat ekonomi serta kemajuan teknologi di bidang pengobatan, maka angka harapan hidup orang Indonesia pun terus meningkat dari tahun ke tahun.

Terkait angka harapan hidup tersebut, dapat dilihat dalam gambar di bawah ini :

Angka Harapan Hidup Orang Indonesia (Sumber: Bank Dunia)
Biidznillah, dengan izin Yang Maha Kuasa, kita akan sampai pada usia sepuh. Tinggal kemudian adalah bagaimana kita menyongsong hari tua nanti. Ini yang menjadi pilihan kita. Seperti kutipan masyhur dari Abraham Lincoln :
The best way to predict your future is to create it 

Kitalah yang memilih dan menentukan apakah di usia tua nanti kita dalam keadaan bahagia, apakah dalam keadaan sakit-sakitan, apakah dalam keadaan stres akibat hutang karena salah dalam manajemen keuangan, atau lainnya. Takdir mengikuti ikhtiar, nasib sesuai usaha.
Apalagi jika kita mengetahui, sebuah fakta cukup mengejutkan. Kondisi para pensiunan di tanah air - entah pekerja kantoran ataukah informal - harus menghadapi masa tua mereka dalam keadaan memprihatinkan.

Berdasarkan data yang dikutip dari laman Facebook BPJS Ketenagakerjaan, memasuki masa pensiun, pendapatan para orang tua ini akan turun hingga 60%. Akan tetapi, ironisnya, pengeluaran hanya turun 6%. Angka ini, bisa saja terlepas dari keberadaan inflasi yang umumnya senantiasa menjadi biang kerok dalam memperbesar pengeluaran.

Selain itu, kondisi lain yang memprihatinkan adalah, para pensiun tersebut 73% masih bergantung pada orang lain. Ini tidak terkait dengan kultur kita, bahwa orangtua menjadi tanggung jawab anak di usia senjanya.

Dan yang lebih parahnya, 18 persen mereka para pensiunan, masih harus bekerja keras untuk memenuhi nafkahnya sendiri. Bukan untuk memperkaya diri - seperti para koruptor itu, terkadang mereka bekerja sepanjang hari, malah hanya untuk mendapatkan makan pada hari itu.

Tragis sekali bukan?



Saya tidak bermaksud membawa hari tua ke masa sekarang, menjadi sesuatu yang menakutkan. Justru sebaliknya, membawa harapan di masa yang akan datang, ke masa kini sambil membayangkan bagaimana nantinya kita memilih untuk berbahagia. Tujuannya, agar kita semangat untuk mempersiapkannya dengan senang hati.

Lalu apa yang dapat kita persiapkan?

Saya mendapatkan informasi menarik terkait program persiapan masa tua ini. Ya, pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, menawarkan dua program yang amat menarik, yakni Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Program Jaminan Pensiun.

Yuk kita lihat bersama-sama :

Oya, sebelumnya pasti sudah sering mendengar tentang BPJS Ketenagakerjaan ini kan?

Yups, dulunya program ini bernama Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja-red). Namun sejak 1 1 Januari 2014, Jamsostek bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Badan ini semacam asuransi sosial yang menanggung dan menjamin bagi tenaga kerja yang bekerja dalam wilayah Indonesia.

Namun ternyata, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya mengurusi pekerja formal berstatus karyawan saja lho fren. Badan perlindungan sosial milik negara ini, sekarang juga sudah melayani para pekerja informal alias pekerja mandiri atau freelance. Macam saya ini.

Balik lagi ke program JHT dan Jaminan Pensiun tadi, kedua program ini merupakan bentuk tanggung jawab negara kepada warga negaranya, melalui BPJS Ketenagakerjaan di luar Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK) yang selama ini kita kenal, saat masih bernama Jamsostek.

Nah, perlu kita tahu. Ini tidak main-main lho, semuanya telah teramanatkan dalam  UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.


Saya dan juga kamu, serta kita semua, tentu tidak ingin saat tidak lagi bekerja karena sudah memasuki usia lanjut atau alasan lainnya, maka berhenti pula pemasukan keuangan. Nah, program JHT ini sangat tepat bagi kita yang ingin mempersiapkan masa pensiun nanti, agar tidak mengalami kesulitan dalam hal ekonomi.

Lalu, seperti apakah tepatnya JHT itu?

Sesuai dengan namanya, JHT memberikan jaminan di masa tua dalam bentuk pemberian uang tunai yang berasal dari akumulasi iuran peserta dan ditambah dengan hasil pengembangannya.

Kenapa bisa berkembang? Karena, dana iuran yang terkumpul tadi, tidaklah diendapkan begitu saja, melainkan diinvestasikan dalam portfolio investasi yang menguntungkan. Dari sanalah, para peserta mendapatkan dana pencairan JHT ini.

Disebutkan pula, hasil pengembangan program JHT paling sedikit sebesar rata-rata bunga deposito counter rate bank pemerintah. Widih, gurih bener yak!

Dalam JHT, kepesertaan paling minimal 10 tahun dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Namun, sangat disarankan agar mendapatkan manfaat optimal, peserta mencapai usia 56 tahun. Meskipun, jika belum sampai usia 56 tahun tadi, terjadi kondisi khusus, seperti peserta meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap. Maka JHT akan dibayarkan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ada.

Nah, menariknya lagi, dengan JHT BPJS Ketenagakerjaan inimaka kita berhak pula mengikuti program bebas uang muka saat hendak mengambil perumahan yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Ini beneran, banyak sekali keuntungan jika kita ikut program BPJS Ketenagakerjaan. Selain bisa mengikuti program-program tambahan di luar JKK dan JK, kita juga bisa menambahnya dengan mengikuti program JHT, Jaminan Pensiun serta subsidi bebas uang muka jika ingin mengambil perumahan.

Asyik banget kan..

Bagaimana dengan iurannya? Sangat-sangat ringan. Tabel di bawah ini akan menjelaskan besaran persentase iuran JHT khususnya dan BPJS Ketenagakerjaan umumnya, baik sebagai karyawan formal maupun informal :
Iuran bagi pekerja formal (Sumber : bpjsketenagakerjaan.go.id)
Iuran bagi pekerja Bukan Penerima Upah / Freelance (Sumber: bpjsketenagakerjaan.go.id)


Program unggulan kedua yang terkait dan dapat membantu mempersiapkan masa tua kita adalah program jaminan pensiun. Apa beda JHT dan JP ini? JHT itu kita semacam menerima tabungan selama sekian tahun hingga usia 56 tahun ditambah dengan dana pengembangan / investasi. Dan dibayarkan hanya sekali.

Sedangkan, dalam program jaminan pensiun ini, manfaat yang didapat setelah memasuki masa pensiun, atau mengalami cacat total atau kepada ahli waris bagi peserta yang meninggal dunia, berupa uang pensiun yang dibayarkan secara berkala hingga jangka waktu tertentu yang diatur sebelumnya.

Banyak sekali manfaat yang akan kita dapatkan jika mengikuti Program Jaminan Pensiun ini. Simak infografik di bawah ini :



Adanya program Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan ini, merupakan salah satu bentuk tanggung jawab negara dalam memelihara kesejahteraan rakyatnya saat tiba masa pensiun kelak.

Sehingga, sebagai masyarakat yang cerdas, kita juga sudah seharusnya menyambut ajakan negara itu, dengan mengikutinya sepenuh hati. Apalagi dengan banyaknya manfaat yang akan diterima, serta iuran yang sangat-sangat terjangkau.

Ingat, masa pensiun seharusnya, bukanlah masa yang menakutkan. Melainkan masa untuk menikmati hasil kerja selama bertahun-tahun. Tidak dibebankan oleh masalah keuangan dan tidak pula menjadi beban untuk anak. Selepas dari kepengasuhan kita, anak mempunyai kehidupan sendiri.

Jangan biarkan menjadi beban pikiran anak.

Semuanya bisa kita lakukan sejak dari sekarang, melalui program Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan. Ya, dari sekarang dan dengan premi iuran yang sangat terjangkau.

Yakinlah, masa depan akan suram hanya jika kita tidak mempersiapkannya dari sekarang.

Makanya, yuk daftar sekarang!

Info lebih lanjut bisa hubungi cabang BPJS Ketenagakerjaan di kota kamu. Dan jika mau kepo-kepo dikit, bisa tanya ke admin super kece nan ramah yang jaga timeline di sini :

Website : www.bpjsketenagakerjaan.go.id
Facebook :  BPJSTKinfo 
Twitter : @BPJSTKinfo
Aplikasi smartphone BPJSTK Mobile   


Saturday, January 21, 2017

Review Asus ZenPower Ultra : Si Bongsor Bertenaga Real Capacity

Kesan pertama saat pertama kali memegang power bank lansiran Asus ini, ukurannya yang besar dan bobotnya yang amatlah berat. Ukuran kotaknya saja sebesar tumbler minuman atau termos kecil. Memberikan kesan tentang ekspetasi tinggi terhadapnya.

Saya beruntung, bisa menggunakan dan merasakan langsung power bank ini. Ia tampil begitu anggun dengan desain membulat di setiap sudutnya, finishing touch nya sempurna, halus, mulus dan cenderung sejuk karena dibungkus dengan bodi berlapiskan anodized aluminium.

Kesan pertama : elegan dan kokoh.
Beginilah ukurannya dibanding telapak tangan saya
Bisa jadi reviewer lain akan menulis kelemahan pertama dari powerbank ini adalah beratnya. Namun, bagi saya pribadi, justru inilah indikasi sebuah powerbank mengusung daya besar. Sebuah konsekuensi logis. Mengingat, dalam sebuah bacaan, tips pertama untuk memastikan apakah batre yang diusung oleh sebuah power bank, benar-benar besar atau hanya tipu-tipu belaka adalah dengan cara ditimang terlebih dahulu.

(Lihat tulisan saya di sini : Panduan belanja power bank yang baik)

Karena, hingga saat ini - dan sepanjang pengetahuan saya, belum ada teknologi yang bisa mengompres real daya ke dalam ukuran mini. Makanya, semakin besar daya yang tersemat dalam sebuah batre - seperti halnya powerbank, maka akan semakin besar (dan berat) pula ukuran batre tersebut.

Sehingga, saya sering geli dengan banyaknya produsen powerbank abal-abal yang dengan pede menulis besaran dayanya hingga ratusan ribu mAH. Tapi pas ditimang, bobotnya tak lebih berat daripada sebuah hape low end. 

Haduh..

Unboxing


Nah, dari kesan pertama inilah yang bisa memberikan keyakinan kepada calon pembeli jika powerbank Asus ZenPower ultra ini cukup untuk 'menghidupi' beberapa gadget dalam aktivitasnya. Terutama bagi mereka yang sudah tahu dengan kualitas produk lansiran Asus ini. Nggak perlu mikir dua kali untuk segera memilikinya, worthed bangetlah pokoknya.

Oya, di dalam kemasannya, kamu akan mendapatkan satu unit powerbank, satu pouch untuk membungkus powerbank, kabel power, satu kartu garansi dan satu user manual book.

Paket unboxing Asus ZenPower

Kelengkapan port Asus ZenPower Ultra


Performa Asus ZenPower Ultra


Bagaimana dengan performa powerbank Asus ZenPower Ultra ini? Baik, mari kita mulai.

Berat powerbank Asus ZenPower Ultra ini sekitar 420 gram, alias hampir setengah kilo! Dan di atas kertas, daya yang diusungnya mencapai 20100 mAH. Jika batre hape kamu masuk yang minim - biasanya 1500 - 2000 mAH saja, dengan efisiensi daya sekitar 80%-90% saja (ingat pelajaran Fisika) maka hape kamu bisa dicas hingga 8-9 kali!

Wow - amazing!

Bisa untuk men-charge Asus Zenfone 2 hingga 4 kali 
Apalagi, klaim dari Asus yang tertera di kotaknya, power bank ini mampu men-charge ASUS ZenFone 2 hingga lebih dari empat kali! Tahu sendiri kan, batrenya Asus ZenFone besarnya berapaan? 3000 mAh!

Saya mencoba men-charge tiga gadget yang saya miliki : Iphone 4, Ipad 2 dan featured phone Samsung Guru. Masing-masing dengan kapasitas 1420 mAh, 6930 mAh dan 800 mAh. Diisi dari kondisi 20% saja. Total kurang lebih 8000-an mAh.

Tentu saja, masing-masing, mempunyai waktu isi ulang berbeda-beda. Mulai dari setengah jam untuk featured phone hingga 3,5 jam untuk Ipad 2. Setelah diisi, lampu indikator berubah dari empat menjadi dua lampu yang tersisa.


Artinya, setelah 'hanya disiksa' untuk mengisi ketiga gadget tersebut. Masih buaanyak, daya yang tersisa. Sangat menarik bukan?

Apa Saja Keunggulan dari Asus ZenPower Ultra

Selain dayanya yang besar, apalagi fitur unggulan dari Asus ZenPower Ultra ini? Yuk kita kupas bareng-bareng..

1. Produk yang Handal

Seperti jamak diketahui, jika produk-produk Asus telah melalui beragam tes pengujian yang ketat dan cenderung ekstrim untuk memastikan kehandalannya. Untuk powerbank terbarunya ini, Asus melakukan beberapa pengujian di antaranya pengujian beban, USB Plug Test dan Drop Test.

Dengan berat mencapai 420 gram, maka tes ini dilakukan dengan melakukan pengujian pembebanan seberat 50 kg, dijatuhkan dari ketinggian hingga 80 cm serta dilakukan colok-cabut port USB hingga 5000 kali. Hasilnya? Aman! Powerbank tetap mampu beroperasi optimal.

2. Cantik dan Multi-Fungsi

Dengan kapasitas segede gaban, powerbank ini mampu melayani pengisian ulang banyak perangkat cerdas. Mulai dari smartphone, tablet, music player hingga perangkat semacam pocket wifi dan gadget berbasis USB port lainnya. Asus ZenPower Ultra memberikan 2 port Quick Charge yang menawarkan kecepatan pengisian ulang hingga 1,75 kali dengan teknologi Qualcomm Quick Charge 2.0.

Selain itu, gadget pengisi daya ini juga dilengkapi dengan teknologi auto-connect. Dari dalam keadaan mati, bisa langsung melakukan pengisian daya ketika terhubung dengan gadget yang hendak diisi. Dan otomatis mati saat kabel power dicabut.

Note : Tentang pengisian cepat, musti harus dilakukan beberapa kali pembuktian. Karena, secara pribadi -perangkat ini baru sekali digunakan, belum terlihat maksud kecepatan isi ulang yang dimaksud oleh Asus ini.

3. Fitur Pengaman yang Lengkap

Untuk powerbank Asus ZenPower Ultra ini, Asus tidak main-main memberikan fitur pengamannya. Setidaknya ada 11 fitur pengaman yang disematkan oleh Asus. Selengkapnya bisa disimak dalam infografis di bawah ini :



4. Waktu pengisian ulang perangkat yang cepat

Teknologi Qualcomm® Quick Charge™ 2.0 juga disisipkan untuk proses pengisian daya powerbank ini sendiri. Sehingga, untuk memenuhi ember kapasitas daya sebesar 20100 mAh dari keadaan kosong, hanya diperlukan waktu 7,5 jam saja. Pencapaian ini, 46% lebih cepat dari pengisian normal pada tegangan 5V-2A. 

Artinya, pengisian ulang powerbank ini bisa sambil ditinggal tidur malam kan ya? Lagian, nggak setiap malam kok, kamu musti mengisi ulangnya. Soalnya, dengan penggunaan normal, niscaya Powerbank ini bisa bertahan 3-4 hari. Kecuali jika powerbank ini diajak untuk menjelajah hutan berhari-hari.

5. Gimmick lainnya   

Sebagai pemungkas, Asus menyematkan High Luminance LED Flashlight yang dapat dimanfaatkan sebagai senter / penerangan dalam keadaan darurat. Cukup terang jika harus dibawa melihat di dalam kegelapan gua atau pas mati lampu biasa juga bisa. Senter ini diklaim dapat menyala selama 100 jam! Lumayan banget.. 

Spesifikasi Lengkap Asus ZenPower Ultra

Nah, biar nggak tersesat informasi, berikut spesifikasi lengkap dari Asus ZenPower Ultra 20100 mAh dikutip dari laman resminya. 



Nah, demikian sedikit review tentang Asus ZenPower Ultra berkapasitas raksasa 20100 mAh. Secara pribadi, powerbank ini layak untuk dimiliki. Utamanya jika kamu memang sering berada di luar ruang, senantiasa mobile dan aktivitas online yang intens sehingga butuh sumber daya yang mumpuni. Ditambah jika kamu sering kecewa karena di-PHP-in oleh produk powerbank abal-abal.

Semoga bermanfaat ya! (*)

Wednesday, December 28, 2016

Gak Perlu Menunggu Artis Korea, Sekarang pun Kamu Bisa Mulai Berbangga Pakai Produk Asli Indonesia

Repro : kapanlagi.com
Masih ingat dengan fenomena artis Korea yang mengenakan sandal jepit buatan Indonesia? Berminggu-minggu sandal tersebut menjadi perbincangan. Tak hanya di dalam negeri tapi juga ke mancanegara! Mendadak sandal jepit naik kelas. 

Cuplikan judul berita di atas contohnya. Bagaimana popularitas sandal mencapai klimaks. Betapa produk Indonesia mendadak menjadi terkenal dan mendunia 'hanya' karena dipakai oleh seorang Sehun - pesohor yang juga sekaligus anggota boyband EXO. Saat grup boyband tersebut berkesempatan manggung di Jakarta pada September 2014 silam.

Bukan hanya EXO-L (fans EXO) saja yang bangga karena sang idola memakai sandal tersebut. Anak bangsa lain juga turut bangga, karena mendadak produk asli Indonesia itu jadi nge-hits di dunia akibat 'mendapat' endorse gratis dari bintang K-Pop tersebut.

Tak berhenti sampai di sana, beberapa orang berotak bisnis pun, menjajal peruntungan dan menjual sandal jepit khas Indonesia tersebut di dunia maya. Tak tanggung-tanggung. Harganya menyampai $20! Atau sekitar Rp 230 ribu. Wow..

Saya juga ikut bangga dan tersenyum dari balik monitor laptop. 

Tapi ada sedikit catatan. Perlukah kita menunggu orang lain yang memperkenalkan - baru kemudian kita bangga dan menebalkan rasa kepemilikan terhadap produk dan budaya sendiri? 

Itu kasus pertama. Sekarang coba tengok kasus kedua ini.

Foto : infospesial.net 
Sebuah produk apparel di bidang olahraga mengeluarkan produk resmi yang mengangkat corak batik indonesia pada tahun 2006 silam.

Jujur saja, Saya sempat bangga juga karena merek tersebut telah memakai dan menulis sendiri jika corak tersebut diambil dari kekayaan budaya Indonesia.

Namun saat tahu kemudian ada petisi online yang menyatakan bahwa merek itu telah mengklaim corak batik sebagai bagian dari paten produk yang dikeluarkannya, mendadak kebanggaan tadi sirna berganti dengan rasa amarah dan ikut tersinggung.

Apakah kita juga menunggu klaim orang lain untuk memulai menunjukkan rasa kepemilikan terhadap produk dan kebudayaan sendiri?

Mulailah menjadi ambassador untuk produk dan budaya sendiri

Indonesia itu kreatif. Sejak dari DNA-nya, orang Indonesia itu sungguh kreatif. Dengan segala kelebihan dan anugerah kecerdasan yang dimilikinya, anak-anak bangsa sangat kreatif dalam memecahkan setiap masalah yang dihadapinya. Apapun itu.

Tengoklah pemberitaan yang mengisi media massa, baik cetak, elektronik maupun daring. Hampir setiap hari termuat berita tentang kreatifitas orang Indonesia yang berhasil dibuat di tingkat individu. Utamanya oleh para anak mudanya.

Baik yang membuat inovasi di tingkat lokal, maupun yang memenangkan kontes di tingkat global. Think Global, Act Local.

Selain itu, mereka - para anak muda, punya cara sendiri untuk mengekspresikan ke-Indonesiaannya. Menggelorakan nasionalismenya. Tak hanya dengan membuat produk. Para anak muda kekinian yang masuk dalam generasi milenia, hadir dengan segala keunikan semangat ekspresionismenya.

Apalagi sekarang, tidak lagi sulit untuk mendapatkan produk asli Indonesia yang kaya nuansa etnik. Saya, Kamu dan Kita juga bisa mengekspresikan hal serupa melalui 100% Produk Kreatif Asli Indonesia di Toko Online Blibli.com

Yuk kita lihat sama-sama!

Produk Kreatif 100% Indonesia yang Mendunia

Blibli.com sebagai pelopor mal online di tanah air, menyeruak memberikan inovasi yang menggembirakan sekaligus membanggakan. Melalui lini Galeri Indonesia Blibli mencoba merangkul UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di tanah air.

Markicek, ada apa saja dalam kanal spesial ini.
Repro: blibli.com
Sesuai dengan judulnya, maka kanal spesial ini berisi ribuan produk khas Indonesia yang kaya akan budaya dan etnik tanah air.

Setidaknya, ada sembilan sub kanal di sini. Mulai dari Galeri Batik Indonesia. Ini tentu saja wajib karena batik merupakan warisan budaya dan telah menjadi identitas bangsa Indonesia. Selanjutnya ada pula Galeri Buku & Musik Indonesia, yang menaungi penulis buku dan musisi serta pernak-perniknya.

Lanjut lagi ada Galeri Kriya Indonesia, yang menampilkan aneka kerajinan bernuansa etnik dengan sentuhan modern. Ini menjadi identitas terkuat kedua setelah Batik yang memberikan keaslian budaya adi luhung tanah air.

Tak lengkap jika kemudian kita tidak menemukan galeri khusus resep dan icip-icip. Ya, Galeri Kuliner Lokal Indonesia hadir memberikan aneka produk yang sudah sangat khas. Dan meski demikian tetap dirindukan untuk diburu dan disantap oleh pemburu kuliner tanah air yang dikenal kaya akan rempah-rempah.

Selanjutnya, Galeri Local Brands Indonesia. Di sini, sebagai pencinta kaos, tentu saja saya menyukai merek lokal Damn I Love Indonesia! Quote yang dibuat keren-keren. Ditambah desain tipografinya itu loh yang bikin kesengsem. Ini wajib buat para anak muda yang ngeksis abis, untuk mengenakannya sebagai simbol nasionalisme yang terus menyala di dalam dada.

Repro : Blibli.com
Oya, di sini tidak hanya kaos oblong loh. Kamu juga bisa temukan aneka topi, tank top, hingga ransel. 

Nah, sepertinya Blibli.com paham benar dengan keberadaan Indonesia sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Apalagi saat ini golongan muslim kelas menengah terus bertumbuh. Sehingga adalah suatu keharusan yang wajar, jika kemudian ada sub kanal Galeri Pakaian Muslim Indonesia ini.

Dengan produk yang berasal dari langsung UKM-UKM yang pastinya ingin mempersembahkan produk bermutu, konsumen akan disuguhkan dengan berbagai item pilihan menarik.

Selanjutnya, demi memenuhi hasrat kaum perempuan untuk tampil cantik dan menawan dalam setiap kesempatan, kamu juga bisa temukan Galeri Produk Kecantikan dalam kanal Galeri Indonesia Blibli.com ini.

Selain produk, #BlibliGaleriIndonesia juga mempunyai kanal Galeri Tiket & travel Lokal Indonesia yang selain menyediakan tiket, juga memberikan tempat-tempat eksotis penggoda naluri traveling bagi pencinta jalan-jalan. Terobosan yang sangat menarik, saya kira.
Nah, yang terakhir nih ada yang namanya Galeri Workshop. Unik. Melengkapi Galeri Kriya Indonesia ada galeri workshop yang memberikan informasi workshop ataupun sanggar keterampilan dan kesenian. Iya, ini menurut saya sangat unik.

Karena di sini, kamu akan disajikan beberapa tempat workshop yang memberikan kursus membuat aneka kerajinan. Seperti kriya kayu, boneka, aneka kerajinan tangan dan sebagainya. Kamu mesti coba!
Unik sekali! Blibli.com memuat pilihan galeri workshop ini dan menjadi diferensiasi dengan kompetitornya
Keren banget kan!
Di sini yang dijual adalah jasa kursusnya. Jadi lengkap dengan tanggal pelaksanaan dan lokasinya. Saya rasa ini belum ada di marketplace atau mall online yang lain. Ini terobosan dan tentu saja akan semakin menarik minat bagi mereka yang ingin mengisi waktu luangnya dengan aktivitas bermanfaat dan penuh kreativitas.

Dan tentu saja jangan lupa, kehadiran workshop-workshop seperti ini - saya yakin jumlahnya akan terus bertambah di kemudian hari, berpotensi menjadi pintu untuk menularkan semangat berkreatifitas bagi seluruh anak bangsa. Sehingga, dapat terus melestarikan kebudayaan dan kekayaan imajinasi para pelaku industri kreatif di tanah air.

Nah, bagaimana? Apakah sekarang semangat cinta tanah air kamu semakin membara? Jika iya, ayo tunjukin sekarang juga dengan bangga terhadap produk-produk kreatif buatan anak bangsa dan jadilah self ambassador guna memperkenalkannya ke seluruh dunia!

Jangan sampai kita menunggu orang lain yang memperkenalkannya baru kita kemudian merasa bangga. Atau, menunggu bangsa lain mengklaim kekayaan budaya dan produk asli tanah air, baru kita bereaksi. I very love Indonesia, I very Love Blibli.com. (*) 

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blibli.com Blog Competition