Thursday, March 9, 2017

5 Varian Headset Sony Terbaru


Sesuatu yang mengasyikkan, jika bisa beraktivitas, baik bekerja, maupun olahraga diiringi dengan musik. Rasanya adrenalin ikut terpompa, seiring dengan beat demi beat yang dihentakkan oleh irama musik. Apalagi jika musik kesayangan kita itu mengalir dari perangkat personal. Di mana hanya kita yang mendengarkannya, dengan volume dan bass sesuai selera namun tidak mengganggu orang lain.

Salah satunya adalah dengan mendengarkan melalui perangkat headset merek Sony ini.

Ya, begitu kita mendengar kata Sony, pastilah yang terpikir dalam benak kita adalah beragam gadget dengan teknologi canggih. Termasuk di dalamnya adalah produk  headset yang tentu saja tak luput dari sentuhan teknologi mutakhir khas Sony.

Terkenal sebagai perusahaan pencipta perangkat audio visual, Sony menciptakan beragam headset bagi para konsumennya. Sudah cukup lama Sony menciptakan headset, namun rupanya sedikit kalah saing dengan brand Eropa dan Amerika seperti Beats. Seperti tidak kenal lelah, Sony pun meluncurkan lima varian headset terbarunya dengan teknologi yang mumpuni dan harga yang bersaing. Harga headset Sony memang dapat dikatakan cukup bersaing dibanding dengan para kompetitor sekelasnya.

Ingin tahu apa saja varian headset terbaru dari Sony? Simak ulasan berikut.

MDR-XB80BS
MDR-XB80BS
Headset ini ditujukan untuk para penyuka olahraga yang hobi mendengarkan musik. Dibekali dengan teknologi EXTRA BASS™, membuat musik yang dihasilkan sangat berkualitas. Uniknya, headset ini dapat dicuci ketika selesai dipakai berolahraga.

MDR-1000X

MDR-1000X
Anda suka bepergian dan membutuhkan perangkat audio yang berkualitas? MDR-1000X sepertinya cocok untuk Anda. Fitur andalannya adalah noise-canceling yang lebih maksimal kualitasnya dibanding dengan pendahulunya. Dalam fitur tersebut, terdapat tiga fungsi berbeda, yakni Ambient Sound Mode, Quick Attention Mode, dan Personal Noise-Canceling Optimizer.

MDR-XB50BS
MDR-XB50BS
Hampir sama dengan MDR-XB80BS, headset ini juga ditujukan kepada para penyuka olahraga yang hobi mendengarkan musik. Desainnya tidak hanya minimalis dan dinamis, tapi juga nyaman ketika dikenakan. Serunya lagi, Anda tidak perlu mengisi baterai dalam waktu dekat karena headset ini memiliki battery life selama 8.5 jam. Sama seperti temannya MDR-XB80BS, headset MDR-XB50BS ini bisa dicuci setelah selesai berolahraga.

MDR-XB70BT

MDR-XB70BT
Ingin headset in-ear yang fleksibel dan nyaman digunakan? MDR-XB70BT bisa menjadi pilihan yang tepat. Headset ini memiliki bobot yang ringan dan pilihan warna-warna keren seperti hitam, merah, dan biru. Salah satu keunikannya adalah kabelnya yang tidak mudah berbelit.

MDR-XB510AS

MDR-XB510AS
Ternyata tidak hanya jam tangan saja yang memiliki teknologi water-resistant. Headset pun demikian. MDR-XB510AS memiliki water resistant sehingga cocok digunakan ketika hujan deras sekalipun. Tak lupa, Sony menyematkan EXTRA BASS™ untuk Anda yang suka mendengarkan musik dengan instrumen bass yang kuat.

Wuih, ternyata keren-keren ya... (*)

Thursday, February 23, 2017

Aku Titipkan Kebahagiaan Masa Tuaku kepada Negara Melalui BPJS Ketenagakerjaan



Jika ditanya, seperti apa cita-cita saya di masa pensiun nanti?
Tentu saja, jawaban saya adalah ingin punya kehidupan yang sempurna. Menjelang masa senja, saya ingin bisa menikmati hari-hari tua dengan senang hati. Bisa beribadah dengan khusyuk, badan sehat, jauh dari pikun, aktif di majelis taklim dan mushalla, bermain dengan cucu dan melihat ia tumbuh besar.

Dan yang utama, saya ingin terbebas dari urusan keuangan, apalagi hutang.

Oke-oke.. saya tahu kok, semuanya bukanlah pemberian pasif yang datang begitu saja. Harus ada usaha untuk mendapatkannya. Paling tidak, itu sudah mulai direncanakan sejak sekarang, saat masih usia produktif. Apalagi untuk saya seorang blogger atau pekerja blog ini.
Karena saya meyakini, bahwa tua adalah kepastian sedang bahagia adalah pilihan.

Ini harus disadari bulat-bulat, bahwa kita semua tidak bisa menghindarkan diri dari pertambahan usia. Apalagi, dengan kondisi dewasa ini yang menunjukkan peningkatan kesejahteraan, perbaikan tingkat ekonomi serta kemajuan teknologi di bidang pengobatan, maka angka harapan hidup orang Indonesia pun terus meningkat dari tahun ke tahun.

Terkait angka harapan hidup tersebut, dapat dilihat dalam gambar di bawah ini :

Angka Harapan Hidup Orang Indonesia (Sumber: Bank Dunia)
Biidznillah, dengan izin Yang Maha Kuasa, kita akan sampai pada usia sepuh. Tinggal kemudian adalah bagaimana kita menyongsong hari tua nanti. Ini yang menjadi pilihan kita. Seperti kutipan masyhur dari Abraham Lincoln :
The best way to predict your future is to create it 

Kitalah yang memilih dan menentukan apakah di usia tua nanti kita dalam keadaan bahagia, apakah dalam keadaan sakit-sakitan, apakah dalam keadaan stres akibat hutang karena salah dalam manajemen keuangan, atau lainnya. Takdir mengikuti ikhtiar, nasib sesuai usaha.
Apalagi jika kita mengetahui, sebuah fakta cukup mengejutkan. Kondisi para pensiunan di tanah air - entah pekerja kantoran ataukah informal - harus menghadapi masa tua mereka dalam keadaan memprihatinkan.

Berdasarkan data yang dikutip dari laman Facebook BPJS Ketenagakerjaan, memasuki masa pensiun, pendapatan para orang tua ini akan turun hingga 60%. Akan tetapi, ironisnya, pengeluaran hanya turun 6%. Angka ini, bisa saja terlepas dari keberadaan inflasi yang umumnya senantiasa menjadi biang kerok dalam memperbesar pengeluaran.

Selain itu, kondisi lain yang memprihatinkan adalah, para pensiun tersebut 73% masih bergantung pada orang lain. Ini tidak terkait dengan kultur kita, bahwa orangtua menjadi tanggung jawab anak di usia senjanya.

Dan yang lebih parahnya, 18 persen mereka para pensiunan, masih harus bekerja keras untuk memenuhi nafkahnya sendiri. Bukan untuk memperkaya diri - seperti para koruptor itu, terkadang mereka bekerja sepanjang hari, malah hanya untuk mendapatkan makan pada hari itu.

Tragis sekali bukan?



Saya tidak bermaksud membawa hari tua ke masa sekarang, menjadi sesuatu yang menakutkan. Justru sebaliknya, membawa harapan di masa yang akan datang, ke masa kini sambil membayangkan bagaimana nantinya kita memilih untuk berbahagia. Tujuannya, agar kita semangat untuk mempersiapkannya dengan senang hati.

Lalu apa yang dapat kita persiapkan?

Saya mendapatkan informasi menarik terkait program persiapan masa tua ini. Ya, pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, menawarkan dua program yang amat menarik, yakni Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Program Jaminan Pensiun.

Yuk kita lihat bersama-sama :

Oya, sebelumnya pasti sudah sering mendengar tentang BPJS Ketenagakerjaan ini kan?

Yups, dulunya program ini bernama Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja-red). Namun sejak 1 1 Januari 2014, Jamsostek bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Badan ini semacam asuransi sosial yang menanggung dan menjamin bagi tenaga kerja yang bekerja dalam wilayah Indonesia.

Namun ternyata, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya mengurusi pekerja formal berstatus karyawan saja lho fren. Badan perlindungan sosial milik negara ini, sekarang juga sudah melayani para pekerja informal alias pekerja mandiri atau freelance. Macam saya ini.

Balik lagi ke program JHT dan Jaminan Pensiun tadi, kedua program ini merupakan bentuk tanggung jawab negara kepada warga negaranya, melalui BPJS Ketenagakerjaan di luar Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK) yang selama ini kita kenal, saat masih bernama Jamsostek.

Nah, perlu kita tahu. Ini tidak main-main lho, semuanya telah teramanatkan dalam  UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.


Saya dan juga kamu, serta kita semua, tentu tidak ingin saat tidak lagi bekerja karena sudah memasuki usia lanjut atau alasan lainnya, maka berhenti pula pemasukan keuangan. Nah, program JHT ini sangat tepat bagi kita yang ingin mempersiapkan masa pensiun nanti, agar tidak mengalami kesulitan dalam hal ekonomi.

Lalu, seperti apakah tepatnya JHT itu?

Sesuai dengan namanya, JHT memberikan jaminan di masa tua dalam bentuk pemberian uang tunai yang berasal dari akumulasi iuran peserta dan ditambah dengan hasil pengembangannya.

Kenapa bisa berkembang? Karena, dana iuran yang terkumpul tadi, tidaklah diendapkan begitu saja, melainkan diinvestasikan dalam portfolio investasi yang menguntungkan. Dari sanalah, para peserta mendapatkan dana pencairan JHT ini.

Disebutkan pula, hasil pengembangan program JHT paling sedikit sebesar rata-rata bunga deposito counter rate bank pemerintah. Widih, gurih bener yak!

Dalam JHT, kepesertaan paling minimal 10 tahun dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Namun, sangat disarankan agar mendapatkan manfaat optimal, peserta mencapai usia 56 tahun. Meskipun, jika belum sampai usia 56 tahun tadi, terjadi kondisi khusus, seperti peserta meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap. Maka JHT akan dibayarkan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ada.

Nah, menariknya lagi, dengan JHT BPJS Ketenagakerjaan inimaka kita berhak pula mengikuti program bebas uang muka saat hendak mengambil perumahan yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Ini beneran, banyak sekali keuntungan jika kita ikut program BPJS Ketenagakerjaan. Selain bisa mengikuti program-program tambahan di luar JKK dan JK, kita juga bisa menambahnya dengan mengikuti program JHT, Jaminan Pensiun serta subsidi bebas uang muka jika ingin mengambil perumahan.

Asyik banget kan..

Bagaimana dengan iurannya? Sangat-sangat ringan. Tabel di bawah ini akan menjelaskan besaran persentase iuran JHT khususnya dan BPJS Ketenagakerjaan umumnya, baik sebagai karyawan formal maupun informal :
Iuran bagi pekerja formal (Sumber : bpjsketenagakerjaan.go.id)
Iuran bagi pekerja Bukan Penerima Upah / Freelance (Sumber: bpjsketenagakerjaan.go.id)


Program unggulan kedua yang terkait dan dapat membantu mempersiapkan masa tua kita adalah program jaminan pensiun. Apa beda JHT dan JP ini? JHT itu kita semacam menerima tabungan selama sekian tahun hingga usia 56 tahun ditambah dengan dana pengembangan / investasi. Dan dibayarkan hanya sekali.

Sedangkan, dalam program jaminan pensiun ini, manfaat yang didapat setelah memasuki masa pensiun, atau mengalami cacat total atau kepada ahli waris bagi peserta yang meninggal dunia, berupa uang pensiun yang dibayarkan secara berkala hingga jangka waktu tertentu yang diatur sebelumnya.

Banyak sekali manfaat yang akan kita dapatkan jika mengikuti Program Jaminan Pensiun ini. Simak infografik di bawah ini :



Adanya program Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan ini, merupakan salah satu bentuk tanggung jawab negara dalam memelihara kesejahteraan rakyatnya saat tiba masa pensiun kelak.

Sehingga, sebagai masyarakat yang cerdas, kita juga sudah seharusnya menyambut ajakan negara itu, dengan mengikutinya sepenuh hati. Apalagi dengan banyaknya manfaat yang akan diterima, serta iuran yang sangat-sangat terjangkau.

Ingat, masa pensiun seharusnya, bukanlah masa yang menakutkan. Melainkan masa untuk menikmati hasil kerja selama bertahun-tahun. Tidak dibebankan oleh masalah keuangan dan tidak pula menjadi beban untuk anak. Selepas dari kepengasuhan kita, anak mempunyai kehidupan sendiri.

Jangan biarkan menjadi beban pikiran anak.

Semuanya bisa kita lakukan sejak dari sekarang, melalui program Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan. Ya, dari sekarang dan dengan premi iuran yang sangat terjangkau.

Yakinlah, masa depan akan suram hanya jika kita tidak mempersiapkannya dari sekarang.

Makanya, yuk daftar sekarang!

Info lebih lanjut bisa hubungi cabang BPJS Ketenagakerjaan di kota kamu. Dan jika mau kepo-kepo dikit, bisa tanya ke admin super kece nan ramah yang jaga timeline di sini :

Website : www.bpjsketenagakerjaan.go.id
Facebook :  BPJSTKinfo 
Twitter : @BPJSTKinfo
Aplikasi smartphone BPJSTK Mobile   


Saturday, January 21, 2017

Review Asus ZenPower Ultra : Si Bongsor Bertenaga Real Capacity

Kesan pertama saat pertama kali memegang power bank lansiran Asus ini, ukurannya yang besar dan bobotnya yang amatlah berat. Ukuran kotaknya saja sebesar tumbler minuman atau termos kecil. Memberikan kesan tentang ekspetasi tinggi terhadapnya.

Saya beruntung, bisa menggunakan dan merasakan langsung power bank ini. Ia tampil begitu anggun dengan desain membulat di setiap sudutnya, finishing touch nya sempurna, halus, mulus dan cenderung sejuk karena dibungkus dengan bodi berlapiskan anodized aluminium.

Kesan pertama : elegan dan kokoh.
Beginilah ukurannya dibanding telapak tangan saya
Bisa jadi reviewer lain akan menulis kelemahan pertama dari powerbank ini adalah beratnya. Namun, bagi saya pribadi, justru inilah indikasi sebuah powerbank mengusung daya besar. Sebuah konsekuensi logis. Mengingat, dalam sebuah bacaan, tips pertama untuk memastikan apakah batre yang diusung oleh sebuah power bank, benar-benar besar atau hanya tipu-tipu belaka adalah dengan cara ditimang terlebih dahulu.

(Lihat tulisan saya di sini : Panduan belanja power bank yang baik)

Karena, hingga saat ini - dan sepanjang pengetahuan saya, belum ada teknologi yang bisa mengompres real daya ke dalam ukuran mini. Makanya, semakin besar daya yang tersemat dalam sebuah batre - seperti halnya powerbank, maka akan semakin besar (dan berat) pula ukuran batre tersebut.

Sehingga, saya sering geli dengan banyaknya produsen powerbank abal-abal yang dengan pede menulis besaran dayanya hingga ratusan ribu mAH. Tapi pas ditimang, bobotnya tak lebih berat daripada sebuah hape low end. 

Haduh..

Unboxing


Nah, dari kesan pertama inilah yang bisa memberikan keyakinan kepada calon pembeli jika powerbank Asus ZenPower ultra ini cukup untuk 'menghidupi' beberapa gadget dalam aktivitasnya. Terutama bagi mereka yang sudah tahu dengan kualitas produk lansiran Asus ini. Nggak perlu mikir dua kali untuk segera memilikinya, worthed bangetlah pokoknya.

Oya, di dalam kemasannya, kamu akan mendapatkan satu unit powerbank, satu pouch untuk membungkus powerbank, kabel power, satu kartu garansi dan satu user manual book.

Paket unboxing Asus ZenPower

Kelengkapan port Asus ZenPower Ultra


Performa Asus ZenPower Ultra


Bagaimana dengan performa powerbank Asus ZenPower Ultra ini? Baik, mari kita mulai.

Berat powerbank Asus ZenPower Ultra ini sekitar 420 gram, alias hampir setengah kilo! Dan di atas kertas, daya yang diusungnya mencapai 20100 mAH. Jika batre hape kamu masuk yang minim - biasanya 1500 - 2000 mAH saja, dengan efisiensi daya sekitar 80%-90% saja (ingat pelajaran Fisika) maka hape kamu bisa dicas hingga 8-9 kali!

Wow - amazing!

Bisa untuk men-charge Asus Zenfone 2 hingga 4 kali 
Apalagi, klaim dari Asus yang tertera di kotaknya, power bank ini mampu men-charge ASUS ZenFone 2 hingga lebih dari empat kali! Tahu sendiri kan, batrenya Asus ZenFone besarnya berapaan? 3000 mAh!

Saya mencoba men-charge tiga gadget yang saya miliki : Iphone 4, Ipad 2 dan featured phone Samsung Guru. Masing-masing dengan kapasitas 1420 mAh, 6930 mAh dan 800 mAh. Diisi dari kondisi 20% saja. Total kurang lebih 8000-an mAh.

Tentu saja, masing-masing, mempunyai waktu isi ulang berbeda-beda. Mulai dari setengah jam untuk featured phone hingga 3,5 jam untuk Ipad 2. Setelah diisi, lampu indikator berubah dari empat menjadi dua lampu yang tersisa.


Artinya, setelah 'hanya disiksa' untuk mengisi ketiga gadget tersebut. Masih buaanyak, daya yang tersisa. Sangat menarik bukan?

Apa Saja Keunggulan dari Asus ZenPower Ultra

Selain dayanya yang besar, apalagi fitur unggulan dari Asus ZenPower Ultra ini? Yuk kita kupas bareng-bareng..

1. Produk yang Handal

Seperti jamak diketahui, jika produk-produk Asus telah melalui beragam tes pengujian yang ketat dan cenderung ekstrim untuk memastikan kehandalannya. Untuk powerbank terbarunya ini, Asus melakukan beberapa pengujian di antaranya pengujian beban, USB Plug Test dan Drop Test.

Dengan berat mencapai 420 gram, maka tes ini dilakukan dengan melakukan pengujian pembebanan seberat 50 kg, dijatuhkan dari ketinggian hingga 80 cm serta dilakukan colok-cabut port USB hingga 5000 kali. Hasilnya? Aman! Powerbank tetap mampu beroperasi optimal.

2. Cantik dan Multi-Fungsi

Dengan kapasitas segede gaban, powerbank ini mampu melayani pengisian ulang banyak perangkat cerdas. Mulai dari smartphone, tablet, music player hingga perangkat semacam pocket wifi dan gadget berbasis USB port lainnya. Asus ZenPower Ultra memberikan 2 port Quick Charge yang menawarkan kecepatan pengisian ulang hingga 1,75 kali dengan teknologi Qualcomm Quick Charge 2.0.

Selain itu, gadget pengisi daya ini juga dilengkapi dengan teknologi auto-connect. Dari dalam keadaan mati, bisa langsung melakukan pengisian daya ketika terhubung dengan gadget yang hendak diisi. Dan otomatis mati saat kabel power dicabut.

Note : Tentang pengisian cepat, musti harus dilakukan beberapa kali pembuktian. Karena, secara pribadi -perangkat ini baru sekali digunakan, belum terlihat maksud kecepatan isi ulang yang dimaksud oleh Asus ini.

3. Fitur Pengaman yang Lengkap

Untuk powerbank Asus ZenPower Ultra ini, Asus tidak main-main memberikan fitur pengamannya. Setidaknya ada 11 fitur pengaman yang disematkan oleh Asus. Selengkapnya bisa disimak dalam infografis di bawah ini :



4. Waktu pengisian ulang perangkat yang cepat

Teknologi Qualcomm® Quick Charge™ 2.0 juga disisipkan untuk proses pengisian daya powerbank ini sendiri. Sehingga, untuk memenuhi ember kapasitas daya sebesar 20100 mAh dari keadaan kosong, hanya diperlukan waktu 7,5 jam saja. Pencapaian ini, 46% lebih cepat dari pengisian normal pada tegangan 5V-2A. 

Artinya, pengisian ulang powerbank ini bisa sambil ditinggal tidur malam kan ya? Lagian, nggak setiap malam kok, kamu musti mengisi ulangnya. Soalnya, dengan penggunaan normal, niscaya Powerbank ini bisa bertahan 3-4 hari. Kecuali jika powerbank ini diajak untuk menjelajah hutan berhari-hari.

5. Gimmick lainnya   

Sebagai pemungkas, Asus menyematkan High Luminance LED Flashlight yang dapat dimanfaatkan sebagai senter / penerangan dalam keadaan darurat. Cukup terang jika harus dibawa melihat di dalam kegelapan gua atau pas mati lampu biasa juga bisa. Senter ini diklaim dapat menyala selama 100 jam! Lumayan banget.. 

Spesifikasi Lengkap Asus ZenPower Ultra

Nah, biar nggak tersesat informasi, berikut spesifikasi lengkap dari Asus ZenPower Ultra 20100 mAh dikutip dari laman resminya. 



Nah, demikian sedikit review tentang Asus ZenPower Ultra berkapasitas raksasa 20100 mAh. Secara pribadi, powerbank ini layak untuk dimiliki. Utamanya jika kamu memang sering berada di luar ruang, senantiasa mobile dan aktivitas online yang intens sehingga butuh sumber daya yang mumpuni. Ditambah jika kamu sering kecewa karena di-PHP-in oleh produk powerbank abal-abal.

Semoga bermanfaat ya! (*)

Wednesday, December 28, 2016

Gak Perlu Menunggu Artis Korea, Sekarang pun Kamu Bisa Mulai Berbangga Pakai Produk Asli Indonesia

Repro : kapanlagi.com
Masih ingat dengan fenomena artis Korea yang mengenakan sandal jepit buatan Indonesia? Berminggu-minggu sandal tersebut menjadi perbincangan. Tak hanya di dalam negeri tapi juga ke mancanegara! Mendadak sandal jepit naik kelas. 

Cuplikan judul berita di atas contohnya. Bagaimana popularitas sandal mencapai klimaks. Betapa produk Indonesia mendadak menjadi terkenal dan mendunia 'hanya' karena dipakai oleh seorang Sehun - pesohor yang juga sekaligus anggota boyband EXO. Saat grup boyband tersebut berkesempatan manggung di Jakarta pada September 2014 silam.

Bukan hanya EXO-L (fans EXO) saja yang bangga karena sang idola memakai sandal tersebut. Anak bangsa lain juga turut bangga, karena mendadak produk asli Indonesia itu jadi nge-hits di dunia akibat 'mendapat' endorse gratis dari bintang K-Pop tersebut.

Tak berhenti sampai di sana, beberapa orang berotak bisnis pun, menjajal peruntungan dan menjual sandal jepit khas Indonesia tersebut di dunia maya. Tak tanggung-tanggung. Harganya menyampai $20! Atau sekitar Rp 230 ribu. Wow..

Saya juga ikut bangga dan tersenyum dari balik monitor laptop. 

Tapi ada sedikit catatan. Perlukah kita menunggu orang lain yang memperkenalkan - baru kemudian kita bangga dan menebalkan rasa kepemilikan terhadap produk dan budaya sendiri? 

Itu kasus pertama. Sekarang coba tengok kasus kedua ini.

Foto : infospesial.net 
Sebuah produk apparel di bidang olahraga mengeluarkan produk resmi yang mengangkat corak batik indonesia pada tahun 2006 silam.

Jujur saja, Saya sempat bangga juga karena merek tersebut telah memakai dan menulis sendiri jika corak tersebut diambil dari kekayaan budaya Indonesia.

Namun saat tahu kemudian ada petisi online yang menyatakan bahwa merek itu telah mengklaim corak batik sebagai bagian dari paten produk yang dikeluarkannya, mendadak kebanggaan tadi sirna berganti dengan rasa amarah dan ikut tersinggung.

Apakah kita juga menunggu klaim orang lain untuk memulai menunjukkan rasa kepemilikan terhadap produk dan kebudayaan sendiri?

Mulailah menjadi ambassador untuk produk dan budaya sendiri

Indonesia itu kreatif. Sejak dari DNA-nya, orang Indonesia itu sungguh kreatif. Dengan segala kelebihan dan anugerah kecerdasan yang dimilikinya, anak-anak bangsa sangat kreatif dalam memecahkan setiap masalah yang dihadapinya. Apapun itu.

Tengoklah pemberitaan yang mengisi media massa, baik cetak, elektronik maupun daring. Hampir setiap hari termuat berita tentang kreatifitas orang Indonesia yang berhasil dibuat di tingkat individu. Utamanya oleh para anak mudanya.

Baik yang membuat inovasi di tingkat lokal, maupun yang memenangkan kontes di tingkat global. Think Global, Act Local.

Selain itu, mereka - para anak muda, punya cara sendiri untuk mengekspresikan ke-Indonesiaannya. Menggelorakan nasionalismenya. Tak hanya dengan membuat produk. Para anak muda kekinian yang masuk dalam generasi milenia, hadir dengan segala keunikan semangat ekspresionismenya.

Apalagi sekarang, tidak lagi sulit untuk mendapatkan produk asli Indonesia yang kaya nuansa etnik. Saya, Kamu dan Kita juga bisa mengekspresikan hal serupa melalui 100% Produk Kreatif Asli Indonesia di Toko Online Blibli.com

Yuk kita lihat sama-sama!

Produk Kreatif 100% Indonesia yang Mendunia

Blibli.com sebagai pelopor mal online di tanah air, menyeruak memberikan inovasi yang menggembirakan sekaligus membanggakan. Melalui lini Galeri Indonesia Blibli mencoba merangkul UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di tanah air.

Markicek, ada apa saja dalam kanal spesial ini.
Repro: blibli.com
Sesuai dengan judulnya, maka kanal spesial ini berisi ribuan produk khas Indonesia yang kaya akan budaya dan etnik tanah air.

Setidaknya, ada sembilan sub kanal di sini. Mulai dari Galeri Batik Indonesia. Ini tentu saja wajib karena batik merupakan warisan budaya dan telah menjadi identitas bangsa Indonesia. Selanjutnya ada pula Galeri Buku & Musik Indonesia, yang menaungi penulis buku dan musisi serta pernak-perniknya.

Lanjut lagi ada Galeri Kriya Indonesia, yang menampilkan aneka kerajinan bernuansa etnik dengan sentuhan modern. Ini menjadi identitas terkuat kedua setelah Batik yang memberikan keaslian budaya adi luhung tanah air.

Tak lengkap jika kemudian kita tidak menemukan galeri khusus resep dan icip-icip. Ya, Galeri Kuliner Lokal Indonesia hadir memberikan aneka produk yang sudah sangat khas. Dan meski demikian tetap dirindukan untuk diburu dan disantap oleh pemburu kuliner tanah air yang dikenal kaya akan rempah-rempah.

Selanjutnya, Galeri Local Brands Indonesia. Di sini, sebagai pencinta kaos, tentu saja saya menyukai merek lokal Damn I Love Indonesia! Quote yang dibuat keren-keren. Ditambah desain tipografinya itu loh yang bikin kesengsem. Ini wajib buat para anak muda yang ngeksis abis, untuk mengenakannya sebagai simbol nasionalisme yang terus menyala di dalam dada.

Repro : Blibli.com
Oya, di sini tidak hanya kaos oblong loh. Kamu juga bisa temukan aneka topi, tank top, hingga ransel. 

Nah, sepertinya Blibli.com paham benar dengan keberadaan Indonesia sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Apalagi saat ini golongan muslim kelas menengah terus bertumbuh. Sehingga adalah suatu keharusan yang wajar, jika kemudian ada sub kanal Galeri Pakaian Muslim Indonesia ini.

Dengan produk yang berasal dari langsung UKM-UKM yang pastinya ingin mempersembahkan produk bermutu, konsumen akan disuguhkan dengan berbagai item pilihan menarik.

Selanjutnya, demi memenuhi hasrat kaum perempuan untuk tampil cantik dan menawan dalam setiap kesempatan, kamu juga bisa temukan Galeri Produk Kecantikan dalam kanal Galeri Indonesia Blibli.com ini.

Selain produk, #BlibliGaleriIndonesia juga mempunyai kanal Galeri Tiket & travel Lokal Indonesia yang selain menyediakan tiket, juga memberikan tempat-tempat eksotis penggoda naluri traveling bagi pencinta jalan-jalan. Terobosan yang sangat menarik, saya kira.
Nah, yang terakhir nih ada yang namanya Galeri Workshop. Unik. Melengkapi Galeri Kriya Indonesia ada galeri workshop yang memberikan informasi workshop ataupun sanggar keterampilan dan kesenian. Iya, ini menurut saya sangat unik.

Karena di sini, kamu akan disajikan beberapa tempat workshop yang memberikan kursus membuat aneka kerajinan. Seperti kriya kayu, boneka, aneka kerajinan tangan dan sebagainya. Kamu mesti coba!
Unik sekali! Blibli.com memuat pilihan galeri workshop ini dan menjadi diferensiasi dengan kompetitornya
Keren banget kan!
Di sini yang dijual adalah jasa kursusnya. Jadi lengkap dengan tanggal pelaksanaan dan lokasinya. Saya rasa ini belum ada di marketplace atau mall online yang lain. Ini terobosan dan tentu saja akan semakin menarik minat bagi mereka yang ingin mengisi waktu luangnya dengan aktivitas bermanfaat dan penuh kreativitas.

Dan tentu saja jangan lupa, kehadiran workshop-workshop seperti ini - saya yakin jumlahnya akan terus bertambah di kemudian hari, berpotensi menjadi pintu untuk menularkan semangat berkreatifitas bagi seluruh anak bangsa. Sehingga, dapat terus melestarikan kebudayaan dan kekayaan imajinasi para pelaku industri kreatif di tanah air.

Nah, bagaimana? Apakah sekarang semangat cinta tanah air kamu semakin membara? Jika iya, ayo tunjukin sekarang juga dengan bangga terhadap produk-produk kreatif buatan anak bangsa dan jadilah self ambassador guna memperkenalkannya ke seluruh dunia!

Jangan sampai kita menunggu orang lain yang memperkenalkannya baru kita kemudian merasa bangga. Atau, menunggu bangsa lain mengklaim kekayaan budaya dan produk asli tanah air, baru kita bereaksi. I very love Indonesia, I very Love Blibli.com. (*) 

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blibli.com Blog Competition 

Tuesday, December 27, 2016

Mushalla Nurul Iman 1 - Lrg H Abdul Roni Palembang

 Lrg H Abdul Roni Palembang
Mushalla Nurul Iman 1 
Saya nggak tahu harus ngasih judul apa untuk tulisan kali ini. Tapi, biar mudah saja, saya tulis nama lengkapnya Mushalla Nurul Iman 1 - Lrg H Abdul Roni Palembang. Mushalla ini - sesuai dengan nama yang ada di planknya, terletak di Lorong H Abdul Roni, sebuah gang kecil strategis yang menghubungkan antara Jl Jendral Sudirman dengan Jl Kol Atmo.

Lorong ini menjadi jalan utama bagi mereka yang ingin pergi ke Gramedia Palembang. Karena, persis di ujung mulut lorong, berdiri gedung Gramed (sebutan kami dulu) yang semasa sekolah dan kuliah dulu, tempat nongkrong yang paling asyik untuk membaca buku gratis hehe..

Jadi ceritanya, Mushalla ini sudah ada sejak lama dan tidak tahu kapan pertama kali didirikan. Dan yang pastinya, sejak tahun 1997 sudah ada. Ya, karena pada tahun itu, saya hijrah ke Palembang untuk meneruskan pendidikan ke SMAN Plus 17 Palembang.

Tempat ini menjadi tempat singgah (shelter) jika saya main ke Gramed Palembang. Begitu juga ketika saya kuliah di Unsri kampus Inderalaya, tempat ini setia menjadi tempat singgah saat baru datang untuk shalat Zuhur dan Shalat Maghrib saat akan pulang ke Layo.

Apalagi, tak jauh dari mushalla, ada warung nasi kecil Mak'e yang dijaga bersama dua anaknya, Desi dan Maman. Menunya mewah untuk ukuran anak kos, namun harganya terjangkau. Saya sering makan di situ. Sekarang warungnya masih ada, dan hanya dijaga oleh anak-anaknya. Karena Mak'e - menurut cerita anaknya, sudah sepuh dan memilih jualan di dekat rumahnya saja yang terletak di kawasan Kantor Walikota Palembang.

Kita mah di tahun-tahun itu biasa saja, pulang pergi Palembang-Inderalaya dalam satu hari bolak-balik hingga 2-3 kali, menumpang bus mahasiswa. Padahal jaraknya 32 km lho. Kalo dulu, 40 menitan saja sekali tempuh. Tapi kalo sekarang, mana berani pulang seusai maghrib ke Inderalaya. Bisa-bisa jam 10 malem baru bisa nyampe ke Simpang Timbangan KM 32 Inderlaya.

Jalannya macet Vrooh.. Apalagi rawan kecelakaan dan begal.

Nah, setelah sekian lama nggak main ke Gramed Atmo (seringnya ke Gramed Palembang Square) jadinya, jarang juga shalat di Mushalla ini. Maka pada Jumat (23/12/2016), saya terkaget-kaget dengan kondisi bangunannya yang sudah berbeda sekali.

Suasana di dalamnya sudah terang, asri dan adem.
Ya, sebut saja modern begitu. Karena sudah sangat jauh dari kesan kumuh dan -maaf- jorok. Sebagaimana stereotype kebanyakan mushalla  di Palembang.

Saya ingat benar, dulu Mushalla ini berbau apek. Mungkin kondisi lingkungannya yang lembab. Lantainya masih tegel biasa. Sedangkan lantai luar, tempat wudhu dan WC masih lantai semen acian. Belum lagi, ceceran air yang tidak tertampung, larut dengan pasir dan kotoran yang berasal dari alas kaki para pengunjung Mushalla.

Ditambah, bekas bungkus permen, tisu bekas, puntung rokok hingga rambut yang rontok. Hiii, bikin tambah baper, jorok! Malu ah, sebagai muslim yang dianjurkan untuk menjaga dan mencintai kebersihan, kita sering kali lupa untuk menjaga kebersihan Mushalla - yang notabene adalah tempat ibadah juga.

Sebenarnya sih, ini bukan ulah dari pengunjung Mushalla. Tapi lebih disebabkan, karena dipakai oleh sopir dan kernet buskota yang numpang kencing saja di Mushalla itu. Nggak sholat. Sayangnya, sudahlah numpang kencing, tidak disiram sempurna pula.

Yah, namanya juga orang ngejar setoran. Kencing saja seperti orang terkencing-kencing. Eh?

Tapi kan, kasihan sama penjaga mushalla yang ketiban ngurusin bekas kencing yang belepotan tak tentu arah dan jamaah mushalla yang benar-benar ingin shalat di sana..

Belum lagi dengan WC-nya.

Dulu, WC mushalla itu, semacam bangunan tambahan alakadarnya, berada di samping mushalla. Dengan bak air yang entah berapa kali dikuras setahunnya. Sehingga, jika air mati, yang tersisa adalah air kotor bercampur dengan material tidak karuan yang terdapat di dalam dasar bak.

Kalau bukan terpaksa buang air kecil di sini, saya teh ogah!

Belum lagi, lobang WC nya yang cuma petak segi empat dan ketinggiannya tidak beda jauh dengan lantai semen di sekitarnya. Belum lagi, jarak 'lobang ajaib' itu dengan bak yang kurang lebih ada 1,5 - 2 meter. Kan jauh.. Gimana kalo lagi BAB? Hii.. bayangin aja deh, :D

Tapi itu dulu. Sekarang, Mushalla Nurul Iman I - Krg H Abd Roni sudah berubah bersih. Penampakannya bisa dilihat di bawah ini.

Tempat wudhunya sudah dikeramik dan bersih 
Pintu kecil itu tempat WC-nya sekarang. Lebih manusiawi 
Tempat wudhu sudah rapi jali, dikeramik dan diberi banyak keran wudhu. Begitu juga dengan WCnya. Walaupun ukurannya menyusut, hingga hanya 1x1 meter saja, namun sudah sangat manusiawi. Sudah nyaman lah untuk urusan buang hajat.

Saya belum mengkonformasi, apakah mushalla ini mendapat bantuan dari pemerintah untuk merenovasinya ataukah ada donatur tunggal. Tapi yang pasti, saya sangat berterima kasih bagi mereka yang peduli.

Saya berdoa, semoga amal kebaikan mereka menjadi amal jariyah dan diberi kelapangan rezeki, amin- allahumma amin! (*)

Wednesday, December 14, 2016

Opera van Gontor : Catatan Lengkap Kehidupan Pesantren


Seperti biasa, di awal pekan Selasa (13/12/2016) saya sudah berada di Perpustakaan Daerah milik pemprov ini. Ya, setiap Senin atau Selasa, saya senantiasa menyambangi ruang baca yang ada di sini. Suasananya yang nyaman, senyap dan bersih memberikan saya surga yang sebenarnya untuk mencari referensi tulisan, baca-baca koleksi buku hingga 'menumpang' bekerja di sini.


Tak ada larangan. Semua boleh di sini. Selama untuk memperkaya literasi dan tidak membuat keributan, pihak Perpustakaan tentu senang-senang saja jika masyarakat umum menjadi betah berlama-lama berkunjung di dalam ruang bacanya.

Oya, sebelumnya perkenalkan saya Pakde Zaki. Seorang blogger, pekerja daring dan hingga saat ini tidak mempunyai kantor tetap. Jadi bebas hinggap di mana saja. Mau di mal, di kantor teman, di perpustakaan atau di parkiran sekalipun karena ada mifi Andromax M2S dari Smartfren yang menjadi andalan.

Pekerjaan saya full time online. Jadi editor di beberapa portal online, menulis lepas di beberapa situs ataupun blog sendiri hingga freelance ilustrator di surat kabar lokal. So, saya menikmati semuanya karena bisa bekerja dari mana saja.

Lihatlah bedanya sekarang, makin asyik dan terlihat modern karena ada laptop di tiap meja.

Sehingga saat tahu kini Perpustakaan Daerah sudah sedemikian asyiknya, maka sejak dua bulan terakhir, saya makin rajin mendatanginya.

Banyak judul buku yang sudah saya baca. Random. Saya baca buku apa saja. Mulai dari pemikiran hingga fiksi. Biografi hingga sejarah perang pun sudah saya lahap.

Overa van Gontor

Nah, dalam kesempatan kali ini, saya ingin berbagi bacaan. Judulnya cukup unik, Opera van Gontor - Novel Kronik Pesantren karangan Amroeh Adiwijaya.


Mulanya saya kira, ini semacam karangan humor yang judulnya plesetan dari salah satu mata acara lawak yang terkenal di salah satu televisi swasta nasional. Namun ternyata bukan.

Isi buku ini, bercerita tentang pengalaman sang penulis yang mondok selama enam tahun di Pondok Modern Gontor. Jika sudah berkisah tentang cerita pribadi, ini sangat menggelitik untuk membacanya lebih lanjut, apalagi dengan latar belakang pesatren.

Pondok Pesantren bukanlah hal yang asing bagi sebagian orang, termasuk saya. Meskipun tidak pernah menyandang status santri secara penuh, namun semasa kuliah dulu, saat bergabung dalam organisasi keislaman di kampus, saya beberapa kali mengikuti pembinaan dan mabit di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Sakatiga Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan yang dekat dengan Kampus Inderalaya, Universitas Sriwijaya.

Apalagi beberapa waktu lalu, ada trilogi buku karangan Ahmad Fuadi yang bercerita tentang serunya kehidupan pesantren. Dimulai dari Negeri 5 Menara (2009), lalu Ranah 3 Warna (2011) dan ditutup dengan Rantau 1 Muara (2013), yang semakin menampakkan gurat kehidupan pesantren yang membuat penasaran. Utamanya bagi saya pribadi.


Novel Kronik Pesantren

Meski dilabeli sebagai novel, namun sepenuhnya buku ini memposisikan diri sebagai 'juru bicara' penulis dan lebih kena jika diklasifikasikan sebagai auto-biografi. Karena jarang sekali ditemukan dialog di dalamnya, lebih banyak ungkapan pemikiran sang penulis yang mengomentari pengalaman yang dirasakan saat itu.

Meski demikian, buku ini wajib ada demi memberikan pembelaan subyektif tentang bagaimana sebenarnya kehidupan di dalam pesantren, setidaknya dari kacamata penulisnya.

Bagian pertama bernama Kejora, langsung menyapa pembaca dengan kisah awal sang Amroeh kecil masuk mendaftar menjadi santri di Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo. Di sini saya baru ngeh jika Gontor itu adalah nama sebuah desa di Ponorogo. Meski mempunyai nama sendiri, Ponpes ini disebut begitu saja sebagai Pondok Gontor, dan nama inilah yang lebih dikenal oleh masyarakat.

Beberapa kronik sejarah yang sering saya baca dalam sejarah, berkelindan dengan pengalaman penulis, sehingga menambah wawasan secara pribadi. Mengingat latar tahun novel ini antara 1969 hingga 1975. Cukup baik untuk dijadikan sebagai salah satu referensi pengetahuan sejarah.

Seperti tentang kota Madiun yang dulu pernah menjadi basis pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) pimpinan Muso pada 18 September 1948, yang ternyata berada di salah satu ujung. Gontor di satu sisi dan Madiun di ujung lainnya. Sementara Ponorogo berada di pertengahannya. Jarak antara Madiun ke Gontor itu sekitar empat puluhan kilometer saja.


Penulis mengaku cukup bergidik membayangkan, bagaimana suasana Ponorogo dan Gontor kala itu, saat PKI yang merasa punya kekuatan massa cukup kuat mencoba melakukan makar terhadap pemerintahan yang sah.

Ah, sungguh, buku ini begitu menawan. Sehingga, tak ingin rasanya berhenti begitu saja untuk sekedar jeda, menuliskan apa yang menarik. Bahasanya mengalir sekali.

Silih berganti kisah-kisah 'ajaib' khas anak pesantren dituangkan di sini. Seperti kisah kepanikan anak-anak santri yang berubah menjadi 'buas' saat memburu anjing yang tersesat ke dalam lingkungan pondok. Penulis merasa sedih, saat anjing itu terpojok di antara tembok  dan harus mengakhiri hidupnya 'dihukum' rajam oleh hujanan batu dan kayu (halaman 140).


Hingga peristiwa-peristiwa luar pondok yang masuk dan menjadi santapan bersama di kalangan santri, yang disiarkan melalui radio ataupun disampaikan oleh para ustadz pengajar. Seperti peristiwa Perang Vietnam dan Peristiwa Malari (Halaman 163).

Buku ini membuka mata bagi yang membacanya. Membantu memberikan pemahaman tentang bagaimana peri kehidupan yang sebenarnya di dalam dinding sebuah pondok pesantren.

Buku Opera van Gontor ini terbitan tahun 2010. Dan tentu saja cukup sulit untuk mendapatkannya di toko-toko buku terkemuka. Kamu mungkin masih bisa menemukannya sebagai koleksi di perpustakaan daerah di tempat tinggal kamu.

Konklusi

Lihat, buku apapun yang engkau ambil di perpustakaan akan menambah khasanah pengetahuan. Buku yang terkesan menceritakan pengalaman pribadi saja - yang jauh dari embel-embel ilmiah ataupun judul sok akademis, buku ini justru banyak memberikan wawasan baru.

Apalagi  jika pengetahuan yang didapat dari buku ini dijadikan trigger untuk mendalaminya melalui informasi yang lebih luas di internet. Maka akan semakin terbuka lebarlah jendela informasi di tangan kamu. Jadi, tepatlah jika dibilang buku dan internet adalah jendela informasi masa depan.

Makanya, yuk datang dan akrabi kembali perpustakaan di kota kamu. Karena buku adalah jendela dunia. Perpustakaan adalah pintu dan teknologi adalah atapnya. Salam! (*) 

Wednesday, November 30, 2016

Tabungan Emas : Lakukan Langkah Kecil Ini, Untuk Cita-Cita Besar Pendidikan Anak Kita


Siapa yang tak mengenal emas? Ayo ngacuung...

Sejak zaman purba hingga sekarang, emas menempati posisi yang paling terhormat sebagai logam yang dimuliakan. Kilaunya telah mewarnai berabad-abad perjalanan peradaban manusia. Datangnya emas hitam berupa minyak bumi hingga kertas emas, tidak memudarkan pesona emas di era milenia ini.

Secara kimiawi, ia termasuk logam yang sulit bereaksi dengan unsur lain. Sehingga, muncul istilah karat untuk menunjukkan tingkat kemurniannya. Dan, secara ekonomi, ia pun kebal terhadap inflasi. Tak mudah 'bereaksi' dengan kenaikan harga. Sungguh sebuah karunia Tuhan yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan umat manusia.

Saat membuat tulisan ini, saya teringat dengan quote seorang teman di lini massanya :


Saya pikir betul juga. Kebanyakan sekarang orang lebih tergoda untuk membeli barang daripada melakukan investasi. Mobil, ponsel terbaru, pakaian hingga peralatan hobi. Padahal semuanya itu, seiring dengan waktu dan masa pemakaiannya, harganya akan terus turun dan kemudian akan menjadi beban, untuk melakukan perawatan.

Atau, investasi dalam bentuk saham, instrumen digital, forex dan sebagainya yang tidak riil. Sangat rentan terhadap tindakan dan aksi spekulasi mengambil keuntungan.

Sedangkan emas dan tanah, dari hari ke hari, nilainya terus naik dan harganya pun semakin melangit. Di saat yang lain terkena inflasi, emas tetap kokoh menjaga nilainya.

Untuk melihat keistimewaan emas lainnya dapat dilihat dalam infografis berikut ini :


Nah, setelah hampir sepuluh tahun menikah, kami utamanya saya, baru disadarkan, jika kami termasuk yang terlambat mengenal emas dan lebih dari itu, telat berinvestasi dengannya. Saya ingat betul, di tahun 2007 saat saya memutuskan untuk menikah dan membeli satu cincin emas seberat 1 suku emas (6,667 gram) harganya masih berkisar sekitar Rp 1,5 juta rupiah.

Ketika saya mengecek harganya hari ini (30 November 2016), via pegadaian.co.id harga emas per gramnya telah mencapai Rp 592.000. Maka harga satu suku emas sekarang adalah Rp.3.946.864 atau hampir mendekati Rp 4 juta.

Berapa kali lipat tuh? Sekitar 2,5x lipat dalam waktu 9 tahun saja!

Bayangkan jika disimpan selama puluhan tahun untuk anak kuliah nanti?

Pertanyaan demi pertanyaan, senantiasa menggelayuti pikiran kami. Tentang kecemasan memikirkan biaya pendidikan anak nantinya. Tentang asuransi pendidikan yang diambil saat ini, yang masih menggunakan satuan rupiah.

Ya, angka rupiah yang dihitung saat ini, kelihatannya besar. Namun dengan tingkat inflasi yang tidak bisa ditebak, berapakah kita-kira daya beli rupiah pada 15 sampai 20 tahun lagi? Saat anak-anak kami mulai memasuki jenjang pendidikan di perguruan tinggi?

Investasi Emas adalah solusinya!

Setelah bertukar pikiran dan demi kebaikan pendidikan anak-anak di masa mendatang, maka mencoba melangkahkan kaki ini untuk mulai berinvestasi emas. Dengan asumsi bisa menabung 1 gram per bulan, selama 15 hingga 20 mendatang, maka diperkirakan pada waktunya nanti, kami akan memiliki kurang lebih, 180 gr - 240 gr emas batangan.

Yups, mungkin kecil ya untuk ukuran anak kuliah 15 - 20 tahun mendatang. Jika dikali dengan uang sekarang, nilainya Rp. 106 juta - Rp.142 juta rupiah.

Daftar Inflasi (Sumber: Bank Indonesia - bi.go.id)

Jika laju inflasi adalah sekitar 3% setahun (berdasar data dalam tabel di atas, ini paling moderat), dan biaya masuk kuliah saat ini sekitar Rp 20 juta, maka biaya pada 15 - 20 tahun mendatang diperkirakan angkanya sebesar Rp 29 juta - Rp 32 juta. Masih cukuplah, untuk menyekolahkan anak-anak kami, lengkap dengan biaya tetek bengeknya mulai dari biaya bulanan, buku, telekomunikasi dan lainnya.

Angka-angka di atas, tentu saja sangat kasar dan deviasinya mungkin sangat besar. Namun paling tidak, bisa membuka mata tentang bagaimana sebenarnya situasi perekonomian di masa yang akan datang dan persipaan apa yang telah kita lakukan.

Menabung Emas di Pegadaian

Kami pun sepakat untuk mulai melaksanakan niatan menabung emas tersebut. Beberapa teman memang ada yang langsung membeli emas batangan secara tunai dan disimpan di deposit box. Ini tidak kami pilih, karena jujur saja, keuangan keluarga belum memungkinkan untuk membeli langsung emas batangan.

Kami pilih untuk menabung saja, namun kalau bisa di tempat orang lain, jangan di rumah. Nanti uangnya kepake. Akhirnya, setelah membaca-baca lagi beberapa referensi, akhirnya saya pun coba berkunjung ke salah satu cabang Pegadaian yang ada di kawasan Talang Ratu KM 5 Palembang, Senin (14/11/2016).

Pagadaian Cabang Talang Ratu
Saat itu saya diterima langsung oleh Pimpinan Cabang Pegadaian Talang Ratu, Ibu Atri Sandika, SE didampingi oleh salah seorang stafnya. Saya pun coba menanyakan banyak hal. Dan, senangnya mereka berdua begitu antusias memberikan penjelasannya.

Ah sayang, saya tidak sempat merekam penjelasannya, tapi paling tidak beberapa poin penting yang saya ingat adalah sebagai berikut :

  1. Pegadaian mempunyai beberapa produk yang terkait dengan emas ini. Yakni, Tabungan Emas, Arisan Emas dan Cicilan Emas. 
  2. Tabungan Emas, seperti namanya, nasabah bisa menabung emas dalam bentuk gram. Seberapapun setoran uang yang disetor, maka akan dikonversi sebagai emas dalam satuan gram, sesuai dengan rate pada hari itu.
  3. Penampakan Tabungan Emas Saya (Beberapa informasi sensitif, saya kaburkan)
  4. Arisan Emas, adalah produk dari pegadaian yang memungkinkan kita untuk memiliki emas dengan jalan arisan. Ini bisa dilakukan jika kita bisa mengumpulkan beberapa orang yang ingin mengikutinya, dan Pegadaian yang menjadi pengumpul dananya untuk dibelikan emas.
  5. Cicilan Emas, adalah kita dapat mencicil emas melalui pegadaian sesuai dengan harga emas pada saat akad pertama. Jadi, sifatnya Pegadaian akan membeli emas sejumlah yang akan dicicil dan nasabah tinggal membayar cicilannya setiap bulannya. Cicilannya fix hingga akhir masa perjanjian.
  6. Salah satu skema cicilan emas di Pegadaian. Rate cicilan mengikuti harga emas pada hari itu.
  7. Pegadaian memberikan update terbaru mengenai harga emas di laman websitenya. Sehingga, ini bisa menjadi patokan kita jika ingin membeli emas saat harga turun ataupun melakukan penjualan (buy back) saat harga naik. Meskipun, saya secara pribadi tidak mengharap atau menganjurkan tindakan spekulasi seperti ini. Niatkan saja, kita membeli emas adalah untuk berinvestasi dalam waktu yang panjang atau berjaga-jaga dalam keadaan darurat.
Form pendaftaran Tabungan Emas Pegadaian
Tiga produk yang terkait dengan emas di atas sangat menarik. Namun, karena dari awal saya niatnya ingin mengambil produk tabungan emas, maka penjelasan selanjutnya akan saya paparkan tentang Tabungan Emas ini.

Berikut beberapa poin penting dari produk Tabungan Emas 

  1. Bebas melakukan deposit berapa saja dan kapan saja. Minimal Rp.10.000. 
  2. Uang yang dideposit, akan langsung dikonversi menjadi gram emas pada hari itu. Contoh, saat saya membuka Tabungan Emas, saya menaruh uang sebesar Rp 100 ribu. Dan oleh sistem, uang saya itu dikonversi menjadi emas seberat 0,1766 gram. Selengkapnya lihat gambar di bawah :
  3. Data setoran awal tabungan emas saya
  4.  Dari screenshoot di atas, dapat diketahui data-data sebagai berikut : Pada tanggal 14 Nov 2016, harga emas Rp 565.000 per gramnya. Maka, dana saya tadi dikonversi menjadi 0,1766 gram. Lumayan buat newbie..
  5. Fleksibilitas dana yang bisa disetor setiap bulannya ini, sangat membantu bagi para nasabah yang tidak mempunyai pendapatan tetap setiap bulannya. Dengan kondisi terbatas, mereka tetap bisa menabung emas.
  6. Setiap nasabah juga berhak menarik uang (disebut sebagai buy back) tabungan emas mereka, dengan syarat total jumlahnya sudah minimal 1 gram emas.
  7. Pihak Pegadaian hanya mengenakan biaya administrasi sebesar Rp 10 ribu dan biaya materai saat pembukaan rekening (Saya beruntung, saat membuka rekening lagi masa promo, sehingga dibebaskan biaya administrasi) dan biaya tahunan sebesar Rp 31.000.
  8. Jika nanti emas sudah cukup banyak, misal sudah 5 gram, kita bisa mengambil dalam bentuk uang ataupun dalam bentuk emas batangan. Pegadaian mengenakan biaya cetak yang tergantung dengan harga emas saat itu dan besaran emas yang kita inginkan.
Secara pribadi, saya melihat sistem Tabungan Emas di Pegadaian ini cukup adil, mudah dan menentramkan. Mengapa? Karena, saldo gram tercatat adalah emas pada waktu kita membeli, sehingga tidak terkena spekulasi harga.

Mudah, karena minimal setoran saldo adalah Rp 10 ribu rupiah setiap bulannya. Sehingga, berapapun uang kita, kita tetap bisa menabung dan tidak ada denda sama sekali jika dalam waktu satu bulan, kita tidak menabung sekalipun. Menentramkan, karena dengan menabung di Tabungan Emas Pegadaian ini, kita telah mengamankan nilali rupiah dari gerusan inflasi di masa yang akan datang.
  
Alhamdulillah, berselang beberapa kemudian, ada rezeki untuk menambah setoran tabungan
Oya, Pegadaian juga menyediakan aplikasi yang sangat berguna untuk melihat informasi akun kita yang terkait dengan Pegadaian ini. Kamu bisa download di Play Store, nama aplikasinya Sahabat Pegadaian. 

Jangan lupa untuk mendaftar, kamu butuh nomor CIF yang bisa kamu dapatkan di cabang Pegadaian terdekat dengan membuka rekening. Berikut penampakannya :



 

Tunggu apalagi, Ayo Menabung Emas di Pegadaian. Mari bersama persiapkan masa depan dengan investasi emas. (*)

----- Artikel ini diikutsertakan dalan lomba Pegadaian Blog Competition -----