Wednesday, July 20, 2016

Inilah Bahaya Obesitas dalam Gaya Hidup Sedentari


Kisah 01
Suatu ketika, tak jauh dari kamar rumah saya yang bersebelahan dengan sebuah jembatan kecil, dua orang bocah terlihat tengah asyik ngobrol. Keduanya, berbalas pendapat tentang ukuran tubuh masing-masing.

Yang satu sebut saja Reza. Anak ketua RT, kulitnya hitam. Baju kaosnya senantiasa basah, akibat sering berkeringat dari badannya yang termasuk over size untuk anak seukuran dirinya yang baru duduk di kelas 4 SD.

Sedangkan yang satunya lagi, sebut saja Idham. Badannya kurus, bahkan mungkin sangat ceking. Usia seumuran saja dengan Reza. Mukanya memerah, akibat terlalu lama berjemur di bawah matahari siang itu.

"Kasihan amat lo Ham, badan kurus kek gitu. Sekali ditiup angin, terbanglah badan tuh", sindir Reza sambil tertawa tergelak-gelak.

Idham ikut tertawa. Ia membalas tak mau kalah. "Masih enak orang kurus, Za. Mau gemuk tinggal banyak-banyak makan. Lha, orang gemuk susah untuk kurus. Mana mau disuruh puasa tidak makan berhari-hari", sebut Idham sambil menyikut perut bulat Reza.

Reza mesem. Meski saling sindir, keduanya tetap bisa saling tertawa bersama.



Ah, riangnya anak-anak. Saya membathin sambil tersenyum. Benar juga. Orang kurus akan mudah menjadi gemuk dengan banyak-banyak makan. Jika sulit makan dapat dengan memberikan obat ataupun suplemen penambah nafsu makan. Beres!

Sedangkan, bagi orang gemuk? Bakal susah minta ampun untuk diajak menahan nafsu makannya. Sukses sehari, gagal di hari kedua. Hari ketiga malah tambah menjadi-jadi nafsu makannya.

Tapiii.. bukan berarti kurus itu sehat lho. Yang sehat itu adalah berat badan ideal, gizi cukup dan gaya hidup yang aktif.

Kisah 02
Lain waktu, saat berkunjung ke rumah mertua. Saya bertemu dengan adik ipar, sebut saja namanya Umang. Lagi asyik ngulik mainan mobil RC-nya (remote control). Umang termasuk tipe orang yang tahan berjam-jam nongkrongi pekerjaan yang ia sukai. Kadang ia seharian duduk mencangkung memikirkan modifikasi untuk mobil RC-nya itu.

Badannya kurus ceking. Khas bujangan era 90-an. Rambut agak gondrong sedikit, sisa-sisa kejayaan masa ngeband dulu. Badan dipenuhi bekas menghitam akibat garukan nyamuk yang mungkin sudah terakumulasi bertahun-tahun. Selain itu ia perokok berat.

Anda tidak akan percaya jika ternyata ia sudah menikah dan punya anak berusia lima tahun.

Sekali waktu, di antara adik-beradiknya sering menyindir. "Umang, sudah nikah kok masih kurus". Atau, "Berhentilah merokok tuh, supaya badan lebih berisi".

Mau tahu jawabannya? "Lebih enak jadi kurus kayak gini. Kalau kerja, nggak bakalan terganjal perut", ujarnya santai.

Makjleb!
Mendengar itu, saya nyengir. Secara perut saya masuk kategori amnesti, alias Agak Maju Sedikit Kurang Dari Lima Senti, Hehe..

Bahkan untuk urusan gunting kuku saja, Ugh-sudah sangat terganggu..
Sehingga, seperti ucapannya barusan, untuk beberapa pekerjaan, perut ini memang seringkali mengganjal. Bahkan sekedar untuk menggunting kuku kaki saja, sudah tidak bisa lagi dilakukan secara biasa. Mesti duduk di dua kursi. Duh, menderitanya...

Tapii.. sekali lagi. Kurus juga belum tentu sehat. Apalagi ditambah suka merokok dan lambat makan. Rugi banget kan ya, gemuk enggak tapi punya penyakit yang lain.

Gemuk dan kegemukan
Sekedar flash back. Saya menikah di umur 25 tahun. Dan, seperti kebanyakan orang yang sudah mulai memasuki masa sejahtera pasca menikah, maka pertumbuhan badan pun ikut 'sejahtera'. Badan tambah melar, dan perut pun semakin membuncit.

Terakhir saya menimbang badan sudah menyentuh angka 78 kg. Sedang lingkar pinggang tak malu-malu naik lagi ke level 37. Ketahuan saat mencari celana buat lebaran barusan.

Huff.. ngeri-ngeri sedap. Takut, jika badan saya yang gemuk ini akan melonjak menjadi obesitas.

Bukan apa-apa. Ketakutan yang saya hadapi apalagi jika sudah pada masalah kesehatan. Karena, biasanya penyakit yang datang kepada orang dengan obesitas adalah : Penimbunan lemak > Penyempitan pembuluh darah > Kencing Manis > Jantung > Stroke terus yang fatal adalah kematian.

Belum lagi jika stres memikirkannya. Karena bentuk badan yang tak indah, jadi minder di tengah pergaulan.

Alamak! Menyedihkan jika harus mati muda akibat penyakit. Nggak keren sama sekali! Memang mati itu urusan Tuhan, tapi kita pun tetap bisa berikhtiar untuk bisa hidup sehat.

Kalau bisa memilih, mati itu enaknya nanti saja pas sudah tua, anak sudah mandiri dan tidak ada hutang. Atau, biarin mati muda tapi matinya di jalan yang indah. Seperti mati membela agama atau mati demi kehormatan bangsa dan keluarga. Itu lebih sip!

...biarin mati muda tapi matinya di jalan yang indah.
Tapi apa bisa?

Gaya Hidup Sedentari
Setelah guugling sana - sini, barulah saya sadar. Ternyata selepas kuliah, saya lebih banyak bekerja di depan komputer dan kurang sekali bergerak. Lebih banyak duduk. Yang lebih parah, senggang sedikit langsung aja tertidur di tempat. Kata istri, saya tak bisa melihat bidang datar. Atau, pantang melihat bantal. Begitu menempel, molor dah. Hehe..

Apalagi saat sudah mampu membeli kendaraan. Kemana-mana naik sepeda motor. Mau beli pulsa di mulut gang pun naik motor. Kondisi seperti itu yang banyak orang menyebutnya sebagai gaya hidup sedentari (Sedentary lifestyle).

Yakni suatu kondisi, di mana seseorang dikarenakan beberapa sebab, kurang melakukan aktivitas fisik. Hal ini bisa saja dipicu karena pekerjaan yang menuntut lebih banyak duduk dan diam di meja kerja. Bahkan di rumah saat akhir pekan pun lebih banyak diisi dengan menonton televisi, tidur-tiduran, bermain konsol game, bersantai di belakang rumah atau lainnya yang sedikit sekali melakukan gerakan fisik.

Gaya hidup sedentari inilah yang akhirnya memicu penimbunan lemak di badan dan jika tidak dilakukan tindakan pencegahan sejak awal, maka akan memicu terjadinya obesitas.

Mengukur Body Mass Index
Lalu kapan seseorang disebut mengidap obesitas?
Saya coba cari-cari lagi referensinya. Jika dalam tahun-tahun belakangan, ukuran ideal atau tidaknya berat badan seseorang, apakah terlalu gemuk (obesitas) atau tidak, diukur dari tinggi badan lalu dikurangi 110. Maka, itu sudah tidak berlaku lagi.

Selain tidak berlaku, cara di atas tidak valid untuk mengukur apakah berat badan kita sudah masuk ideal, kurang, kelebihan berat (overweight) atau bahkan obesitas. Maka, kemudian dikenal dengan adanya Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index/BMI).

Rumusnya adalah :
Dengan memasukkan angka-angka rill sesuai pengukuran pada tubuh anda, maka akan didapat angka BMI, yang selanjutnya dapat anda selidiki melalui tabel klasifikasi BMI di bawah ini:
Meskipun menurut referensi yang saya baca, BMI ini dalam keadaan tertentu, tidak dapat digunakan dalam pengukuran berat badan. Seperti bagi manula, ibu hamil dan edema (pembengkakan anggota badan tertentu).

Namun demikian, angka BMI masih cukup valid untuk mengukur berat badan kita masuk kategori ideal atau tidak.

Apa sih bahayanya obesitas?
Jika pada anak, gemuk identik dengan lucu dan menggemaskan. Tidak demikian dengan orang dewasa. Gemuk rentan beralih menjadi obesitas. Dan ternyata, banyak sekali penyakit berbahaya yang mengintai dari kondisi obesitas seseorang.

Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Stroke 

Hidup di zaman sekarang, kita semakin sering mengenal yang namanya penyakit Stroke. Dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan nama cerebrovascular accident (CVA). Stroke bukanlah disebabkan oleh penyebab tunggal. Ia merupakan sebuah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu.

Nah, kondisi ini bisa saja akibat terjadi penyumbatan (trombosit atau embolisme) atau kebocoran (perdarahan) salah satu arteri di otak. Kalau nggak 'kekeringan' suplai darah atau 'kebanjiran' pasokan darah. 
Sumber Gambar : Mayo Foundation
FYI, dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat merusak atau mematikan sel-sel saraf di otak. Otak itu sensitif lho. Ibarat hardisk, ia harus benar-benar dijaga. Guncangan sedikit bisa mengakibatkan bad sector. Iya kan?

Begitu juga dengan otak. Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Bila dapat diselamatkan, kadang-kadang penderita mengalami kelumpuhan pada anggota badannya, hilangnya sebagian ingatan atau kemampuan bicaranya terganggu.

Di mana 'peran' obesitas dalam masalah stroke? Ternyata, obesitas akan membahayakan kesehatan jika kelebihan lemak di dalam tubuh tersebar pada tubuh bahagian atas, seperti perut, dada, leher dan muka. Lemak pada daerah perut secara spesifik dihubungkan dengan kekakuan pembuluh darah aorta, yaitu pembuluh darah arteri utama yang mensuplai darah ke organ-organ tubuh, termasuk ke otak.

Semakin kaku pembuluh darah akibat timbunan lemak, maka akan semakin memudahkan terjadinya penyumbatan. Tuh kan, ngeri banget..

2. Serangan jantung atau gagal jantung. 

Obesitas juga bisa menyebabkan serangan jantung atau gagal jantung. Orang yang mengalami kegemukan biasanya akan mengalami gangguan pada pompa jantungnya sehingga fungsinya semakin turun. Pemicunya, karena obesitas dapat menyebabkan penebalan dinding ventrikel kiri jantung (left ventricular hypertrophy / LVH). Penebalan dinding ini lama kelamaan akan memicu masalah pada jantung. 
Sumber Gambar : Mayo Foundation
Obesitas juga berhubungan dengan sindrom metabolik X, yaitu gangguan metabolisme yang dapat menyebabkan kelainan lipid (sel lemak) serius. Sel-sel lemak memiliki fitur yang unik, sel-sel ini akan mengumpulkan sejumlah besar molekul lemak sehingga akan membuat luas permukaan dari arteri dan vena menjadi lebih sempit.

Akibatnya aliran darah dari dan ke jantung akan berkurang yang membuat organ bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini memicu terjadinya kondisi fatal yang disebut dengan serangan jantung. 

3. Tekanan darah tinggi (hipertensi).
Seringkali saya mendengar adanya istilah tekanan darah. Begitupun, saat ada agenda pengobatan yang diadakan oleh kantor tempat dulu saya bekerja, pasti yang pertama kali diperiksa oleh tim medis adalah tekanan darah para pasien.

Sebenarnya apa yang dimaksud tekanan darah itu?
Sumber Gambar : Wikimedia
 Tekanan darah artinya tekanan yang ada pada pembuluh nadi dari peredaran darah sistemik di dalam tubuh manusia. Tekanan darah dibedakan antara tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan darah sistolik adalah tekanan darah pada waktu jantung menguncup. Adapun tekanan darah diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung mengendor kembali.

Lalu apa hubungan obesitas dengan tingginya tekanan darah ini? Pada saat normal, darah mengalir dari jantung ke seluruh tubuh. Perbedaan daya pompa pada jantunglah yang mengakibatkan terjadi perbedaan tekanan pada pembuluh darah.

Dalam keadaan normal, pembuluh darah sangat elastis, sehingga cukup kuat untuk mengikuti irama detak jantung yang memompa darah. Namun, bagi penderita obesitas, akibat kolestrol tinggi yang ada dalam makanan, akan menciptakan timbunan lemak di sepanjang pembuluh darah. Dalam ilmu kesehatan sering pula disebut sebagai aterosklerosis atau pengapuran pembuluh darah.

Mudah ditebak, aliran darah menjadi kurang lancar akibat jalur yang harus dilalui menjadi lebih sempit akibat tekanan penyempitan dari timbunan lemak tadi.

Orang dengan obesitas sangat berpotensi mengalami penyumbatan darah sehingga suplai oksigen dan zat makanan ke dalam tubuh terganggu. Penyempitan dan sumbatan oleh lemak ini memacu jantung untuk memompa darah lebih kuat lagi agar dapat memasok kebutuhan darah ke jaringan. Akibatnya, tekanan darah meningkat, maka terjadilah hipertensi.

4. Diabetes Tipe 2

Orang dengan obesitas juga sangat rentan dengan penyakit gula darah atau Diabetes Mellitus (DM, utamanya Tipe 2). Diketahui, orang dengan obesitas 80% dipastkan menderita penyakit diabetes ini.

Apa itu DM? Diabetes melitus adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance),

Hubungan antara obesitas dengan DM ini, mengacu pada temuan para pakar bahwa semakin tinggi indeks massa tubuh (BMI) maka risiko terhadap diabetes tipe 2 akan semakin tinggi pula.
Sumber Gambar : abpischools.org.uk
Hal ini disebabkan, karena pada penderita obesitas, munculnya penyakit DM ini diakibatkan akibat komplikasi-komplikasi pada obesitas yang menganggu fungsi insulin pada pankreas.

Insulin sendiri tugasnya untuk mempertahankan kadar glukosa darah para tingkat yang normal. Namun bagi penderita obesitas, kadar lemak dalam darah cukup tinggi - khususnya kolesterol dan trigliserida.

Sifat tidak efektif fungsi kerja insulin dalam proses penyerapan glukosa membuat pankreas berusaha untuk menghasilkan lebih banyak insulin. Usaha yang terus-menerus dan dilakukan secara berlebihan menjadikan kemampuan pankreas dalam menghasilkan insulin menjadi semakin berkurang. Akibatnya, terjadi resistensi insulin. 

5. Batu kandung empedu dan batu kandung kemih.

Sistem metabolisme tubuh kita sangat kompleks. Meski demikian, adakalanya dengan satu pemicu saja maka akan merusak seluruh sistem. Apa itu? Ya, obesitas. Bahkan di dalam kantong empedu yang sangat berfungsi dalam pencernaan lemak pun, menjadi tidak berdaya dikarenakan obesitas.
Sumber Gambar : WebMD.com
Mengapa demikian? Karena, ketika makanan berkolestrol banyak masuk ke dalam empedu makan akan menjadi residu dan terjadilah pengerasan kolesterol yang tertimbun dalam cairan empedu. Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara kolestrol dan senyawa kimia dalam cairan tersebut.


Jumlah batu yang terbentuk dalam kantong empedu juga bervariasi, misalnya ada orang yang hanya memiliki satu buah batu dan ada yang lebih banyak. Bentuknya pun bermacam-macam. Mulai dari hanya sebesar pasir hingga sebesar bola ping-pong

Meski batu empedu umumnya tidak menyebabkan rasa sakit, tetapi akan menjadi mengganggu jika menyumbat saluran kantong empedu. Gejalanya penderita akan mengalami gejala sakit pada bagian kanan perut yang datang secara tiba-tiba. Orang dengan obesitas, mempunyai resiko lebih besar mengalami batu empedu jika dalam kondisi obesitas atau kelebihan berat badan.

6. Penyakit Lainnya 

Selain kelima penyakit di atas, obesitas juga sangat memungkinkan mengundang aneka penyakit lainnya seperti asam urat (gout / artritis gout), penyakit kanker tertentu seperti kanker postat dan kanker usus, terganggunya pernafasan baik pada saat terjaga maupun saat sedang tidur yang dapat mengakibatkan kurangnya suplai oksigen di dalam darah serta penyakit-penyakit lainnya.

Jika demikian, maka tidak ada lagi alasan untuk bertahan dengan kondisi obesitas ini. Cepat atau lambat, ditambah dengan menurunnya usia dan daya tahan tubuh, obesitas akan menggerogoti kesehatan tubuh dari hari ke hari.

Obesitas menjadi semacam gerbang bagi masuknya berbagai penyakit, seperti yang telah disebutkan di atas. Dengan demikian, jika kita mampu mengendalikan berat badan dan mengembalikannya ke posisi ideal, maka dengan sendirinya kita akan dapat menghindari kelima penyakit mematikan di atas.

Mati dan hidup memang urusan Tuhan. Namun, dengan terkenanya kita penyakit di atas, yang menderita bukan hanya kita saja. Orang terdekat, keluarga dan kerabat akan ikut menderita juga, mulai dari pengobatan yang mahal biayanya, perawatan yang akan menghabiskan waktu yang lama dan sebagainya.

LightHOUSE adalah jawabannya

Lalu, apa yang dilakukan jika berat badan sudah melampaui normal dan terindikasi obesitas?

Ah, galau nggak musim lagi. Kita bukan ABG lagi yang dikit-dikit hilang mood. Semakin dewasa, seharusnya kita makin rasional. Bertemu masalah, langkah selanjutnya adalah mencari jawabannya.

Setiap penyakit ada obatnya. Setiap gejala ada tandanya. Saya pun mulai mencari informasi, ada nggak sih cara yang efektif dan efisien untuk menurunkan berat badan secara proporsional serta tidak menimbulkan efek samping yang berarti.

Saya pun nemu laman website lightHOUSE-Indonesia. 


Home page lightHOUSE-Indonesia.com
Sebuah website yang tidak hanya berisi informasi tentang bagaimana menurunkan berat badan saja, namun juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan berat badan ideal yang sehat dan sesuai dengan standar kesehatan. Soalnya, di dalamnya bukan hanya ada pakar diet, namun juga dokter dan ahli gizi.

Mulai dari halaman pertamanya pun saya sudah merasa nyaman. Di sebelah kiri ada frame yang memberikan kesempatan untuk mengetahui kondisi berat badan kita. Apakah termasuk ideal atau tidak.

Maka saya pun memasukkan angka-angka berat badan dan tinggi badan saya, ke dalam kotak yang ada.

Dan taraaa... Berat badan saya dinyatakan berada di atas normal, alias overweight! Waduh...


Apa Itu LightHOUSE?

Dan nyatanya, lightHOUSE bukanlah sebatas web biasa, layaknya web-web info menurunkan berat badan biasa, yang justru seringkali tidak menawarkan solusi dan cenderung menyesatkan. Klinik lightHOUSE sendiri telah berdiri sejak 11 tahun lalu dan telah berpengalaman dalam membantu pasiennya untuk menurunkan berat badan dan mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, sehat dan menarik.

Biar nyambung, yuk disimak video dari lightHOUSE berikut ini :



Sudah nonton video di atas? Bagus sekali loh.

Ternyata-e-ternyata, kegemukan yang kita alami, adalah akibat gaya hidup tak sehat, kurang bergerak (gaya hidup sedetarian), malas olahraga, makan serba instan, cenderung lapar mata, dan sebagainya.

Ironisnya, saat sudah menyadari badan sudah over weight  kita pun panik, mencoba segala macam teknik diet, melangsingkan tubuh dan penurunan berat badan. Akibatnya, berat badan kita pun turun naik seperti yoyo.

Padahal, sejatinya setiap dari kita itu adalah unik dan butuh perawatan yang berbeda pula. Nah, di lightHOUSE ini, tidak terfokus pada penurunan berat badan secara kasat mata saja. Namun juga memperhatikan keseimbangan asupan gizi dan psikologis. Utamanya bagaimana mengatasi rasa lapar yang senantiasa muncul begitu saja bagi mereka dengan kondisi obesitas. 

Sebagaimana dikutip dari laman website lightHOUSE-Indonesia, klinik ini membantu klien dengan masalah kelebihan lemak dan nafsu makan tak terkontrol, untuk mencapai berat ideal serta meningkatkan kontrol diri. lightHOUSE menyebut sebagai program penurunan badan yang komprehensif dan menyeluruh.

Hal itu ditandai dengan pelengkapan pola makan yang mudah diikuti, terapi dan obat yang efektif, serta program simulasi yang menarik di bawah pengawasan medis.

Yang menarik dari lightHOUSE ini adalah kelengkapan tenaga kompeten yang terkait dengan niat mulia untuk membantu menurunkan berat badan pasiennya. Sebut saja ada dokter spesialis gizi, dokter spesialis olahraga, psikiater, psikolog, ahli gizi, dan perawat yang siap membuat program penurunan berat badan Anda menjadi mudah dan menyenangkan.

Selain konsultasi dan terapi pembentukan tubuh seperti mesoterapi, injex, dan tanam benang, klinik lightHOSE juga memberikan konsultasi psikologi serta hipnoterapi, relaksasi, dan terapi tingkah laku kognitif.


Hal baru yang menurut saya inovatif adalah dengan adanya program terakhir : terapi tingkah laku kognitif. Apa itu? 

Terapi tingkah laku kognitif
 
Terapi perilaku kognitif adalah metode pengobatan yang didasarkan pada pikiran dan perasaan yang diduga menyebabkan perilaku tertentu. Bahasa lain adalah upaya untuk memodifikasi perilaku. Seringkali, terapi ini digabungkan dengan pengobatan psikoterapi, yang melibatkan psikiater dan psikolog.

Nah, terapi perilaku kognitif pada pasien obesitas di lightHOUSE-Indonesia adalah untuk mengendalikan apa yang dinamakan lapar mata. Yakni suatu kondisi di mana seseorang tidak mampu mengendalikan nafsu ingin makannya saat ada makanan di dekatnya.

Bayangkan jika makanan ini ada di depan kamu? Menggiurkan bukan. Tapi lihat kalorinya
Terapi inilah yang membedakan metode penurunan berat badan secara permanen di lightHOUSE-Indonesia dengan klinik-klinik sejenis lainnya. Padahal, di luar adanya pengaturan pola makan serta obat-obatan yang disebut-sebut mampu menurunkan berat badan. Terapi pengendalian lapar mata ini sangat penting karena adanya lapar mata yang justru sering sekali mengacaukan pola diet atau program pelangsingan yang tengah dijalani.

Paham? Paham kan..
Yuk, selanjutnya kita berkenalan dengan program-program unggulan penurunan berat badan yang ada di lightHOUSE dan telah dirasakan manfaatnya bagi 26.000 pasiennya.

Apa Saja Program Penurunan Berat Badan LightHOUSE?

LightHOUSE menawarkan banyak program bagi para lightBUDDY - sapaan akrab buat pengunjung web LightHOUSE. Bahkan beda usia, LightHOUSE menawarkan program-program yang variatif

Klinik lightHOUSE juga dilengkapi dengan terapi-terapi penjunjang, seperti pembentukan lingkar tubuh dan terapi obat. Selain itu, kepada para lightBUDDY juga ditawarkan beberapa terapi pilihan. Asyiknya lagi, semua terapi yang diberikan berada dalam pengawasan dokter yang berpengalaman.

Lagipula, klinik lightHOUSE merupakan klinik penurunan berat badan, yang telah dipercaya dan teruji lebih dari 11 tahun serta telah menangani pasiennya lebih dari 26.000 orang. Utamanya berpengalaman dalam hal penanganan klien dengan masalah kelebihan lemak dan nafsu makan tak terkontrol.

Klinik lightHOUSE menyediakan beberapa program yang diklasifikasikan berdasarkan usia :


Selain itu juga klinik lightHOUSE memberikan terapi penunjang yang dapat dipilih oleh pasien disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebutuhannya. Apa saja itu?

1. Terapi Obat
Tujuannya adalah untuk mempercepat proses dan membuat penurunan berat badan tidak menyiksa. Karena seringkali, pasien merasakan ketidaknyamanan dan terpaksa berada dalam kondisi tersiksa saat menjalani program diet. Terapi obat menjadi jalan untuk mempermudah prosesnya.

Keunggulannya:
 
  • Dokter berpengalaman akan melakukan evaluasi secara menyeluruh
  • Memumbkinkan untuk mendapatkan badan ramping lebih cepat dan aman
  • Terapi terdiri dari tiga gelombang
  • Obat akan diberikan sesuai dosis
  • Efek samping penggunaan obat akan minimum
2. Mesoterapi 
Terapi ini akan membantu menghilangkan lapisan lemak di bawah permukaan kulit. Lemak - dalam jumlah berlebih, menjadi momok bagi mereka yang terkena kegemukan.

Keunggulannya:
 
  • Lemak hilang tanpa olahraga
  • Mengurangi lingkar tubuh setempat
  • Kombinasi berbagai obat homeopati
  • Menggunakan mesogun dan baby needle

3. Injex 
Metode ini memungkinkan untuk membakar lemak di bagian dalam tubuh. Karena, lemak yang berada di dalam tubuh adalah lemak yang seringkali mengundang penyakit.

Keunggulannya:
 
  • Suntik ramping tanpa jarum
  • Meningkatkan metabolisme tubuh
  • Cocok untuk klien yang gemuk dan bererut buncit
  • Turun berat lebih menyeluruh

4. Mesophore-B 
Terapi ini sangat tepat bagi anda yang ingin mendapatkan tubuh yang ramping. Karena akan membantu mengurangi ukuran lingkar tubuh setempat.

Keunggulannya:

  • Membuat lingkar tubuh ideal
  • Serupa mesoterapi tapi tanpa rasa sakit dan jarum
  • Cocok untuk klien yang takut jarum
  • Menggunakan alat khusus dengan gelombang listrik untuk memperbesar pori-pori.

5. Radio Frequency 
Secara estetika keberadaan gelambir, di manapun tempatnya, akan sangat menggangu penampilan dan membuat kita tidak nyaman. Nah, metode radio frequency ini membantu anda untuk menghilangkan gelambir pada kulit.

Keunggulannya:

  • Menstimulasi pertumbuhkan kolagen dan elastin kulit
  • Memperbaiki permukaan kulit akibat strech mark dan yang bergelabir
  • Cocok untuk perempuan setelah melahirkan

6. Tanam benang atau thread lift 
Metode ini termasuk baru namun digemari banyak kalangan. Mulai dari pesohor hingga orang biasa. Metode ini sangat efektif untuk mengatasi selulit, stretch mark, dan kulit bergelambir.

Keunggulannya:

  • Tidak terlalu invasif tapi lebih efektif dari penggunaan krim
  • Meninggalkan benang di bawah kulit untuk merangsang pertumbuhan kulit
  • Menstimulasi peredaran darah

Sangat lengkap bukan? Tidak melulu soal lemak. Klinik lightHOUSE-Indonesia memberikan pula terapi komprehensif untuk mendapatkan penampilan terbaik dan tentunya sehat untuk tubuh Anda.

Nah, bagaimana apakah anda tertarik untuk mencoba memanfaatkan layanan program penurunan berat badan yang ada di klinik lightHOUSE-Indonesia?Testimoni berikut mungkin bisa menjadi bukti jika metode dari klinik lightHOUSE-Indonesia yang telah dipercaya dan teruji selama 11 tahun ini :


Demikian semoga bermanfaat. (*)

3 comments:

  1. Wahahhaa keren, saya suka desain nya :D

    ReplyDelete
  2. Terima kasih mas Ardi atas apresiasinya ...

    ReplyDelete
  3. Buat Yang Hobi Bermain Monopoly Online
    Buruan Gabung Bersama Kami Di Web : Indomonopoly http://bit.ly/2c8G2QW
    Situs Judi Online Terbaik dan Terpecaya di Indonesia
    Gabung Sekarang Juga Dan Dapatkan Jutaan Rupiah Setiap Harinya Di Indomonopoly
    Apa Saja Keuntungan Anda Bermain Bersama kami di :
    - Web : http://bit.ly/2c8G2QW
    -Minilam Deposit 20.000 Idr & Withdraw 50.000 Idr
    - FAIR PLAY
    - NO admin dan ROBOT
    - Proses Deposit dan Withdraw SUPER CEPAT (SAAT BANK STATUS ONLINE)
    - CS Yang Selalu Melayani Anda Dengan Ramah Dan Baik Selama 24jam
    - Support Bank :BCA - BRI - BNI & MANDIRI Untuk Memudahkan Anda Dalam Melakukan transaksi

    Yuk Buruan Gabung Di Web : Indomonopoly http://bit.ly/2c8G2QW TRIMA KASIH..

    ReplyDelete