Selasa, 10 Desember 2019


Setiap karyawan tentunya sangat diharapkan oleh perusahaan agar memiliki semangat kerja, pantang menyerah, fokus dalam mencapai tujuan dan bermental besar. Tujuannya adalah agar dapat segera mencapai target dan roda perusahaan terus berputar. Baik secara sistem lebih-lebih lagi secara ekonomi alias menguntungkan.

Sumber gambar : merdeka.com
Sedangkan bagi karyawan, idealnya keberadaan mereka dalam perusahaan adalah sebagai aset yang berharga. Tapi tentu saja, agar bisa menjadi aset yang berharga, banyak kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang karyawan, yang pada akhirnya menempatkan mereka pada posisi tawar yang lebih baik.

Lalu pertanyaannya, adakah sosok yang benar-benar memenuhi kriteria sebagai seorang pekerja keras, pantang menyerah dan produktif dalam mencapai tujuannya yang dapat kita contoh ?

Ada. 

Siapa?

Setan.

Lho kok?

Pernahkah kalian mendengar setan berputus asa? Adakah setan menyerah lalu meminta kepada junjungannya - Iblis - untuk menjadi manusia saja atau hewan atau debu tanah? Tentu saja tidak ada.

Yang ada - sebagaimana termaktub dalam kisah mahsyur - setan menempuh berbagai cara untuk menjalankan tugasnya - yakni menjerumuskan anak keturunan Adam alaihi salam, agar menjadi pengikutnya di dunia dan menjadi teman di neraka kelak.

Lihatlah, setan begitu giatnya menggoda manusia. Tak mengenal putus asa dan panjang akal. Tidak bisa menggoda dari depan, ia akan membisikkan dari samping. Selamat dari rasa sombong, dibisikkan perasaan ujub. Bersih dari perbuatan tercela, disanjung dengan sum'ah. Dan seterusnya.

Seharusnya, kita manusia juga bisa 'meniru' semangat pantang menyerah dari setan tersebut. Ia pekerja keras, pantang menyerah, toleran terhadap perbuatan baik yang diselipkan manusia di antara perbuatan-perbuatan buruknya ataupun sebaliknya.

Lebih lagi, setan sangat fokus dalam beraksi. Tak peduli bagaimana caranya dan seperti apa trik yang akan dijalani, setan hanya berfokus pada satu hal. Bagaimana bisa menyesatkan sebanyak-banyaknya manusia. Seperti kabar yang ia terima dari junjungannya Iblis.

Bahwa Iblis dan antek-anteknya, terusir dari Surga dan akan kekal di Neraka kelak.

Ia tak berharap lagi ampunan. Ia tak berharap lagi potongan hukuman, garasi, diskon masa hukuman atau apalah. Ia hanya meminta kepada Allah untuk diberi kesempatan menggoda Adam alaihi salam - yang telah membuat nenek moyangnya dideportasi dari Surga - beserta keturunannya hingga hari kiamat.

Dan tahukah Anda, ternyata ada satu saja sifat buruk dari sesosok setan atau Iblis. Apa itu? Setan dan Iblis sudah kadung sombong. Sombong mengaku diri lebih baik dari Adam. Itu saja.

Padahal dalam satu riwayat, Iblis yang bernama Azazil, adalah sosok abid - ahli ibadah - di antara seluruh ciptaan-Nya. Ia pula yang memimpin para malaikat dan bala tentara besarnya, untuk membumihanguskan para jin dan pengikutnya yang telah melakukan kerusakan di muka bumi. Sebelum era Nabi Adam alaihi salam diturunkan untuk menjadi khalifah di muka bumi.

Itulah mengapa, dalam dialog antara Allah, malaikat, Iblis dan Adam di satu sisi, malaikat bertanya kepada Rabb-Nya. "Apakah Engkau ya Rabb hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau?", tanya malaikat.

Allah menjawab, "Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (QS Al Baqarah : 30)

Karena malaikat telah melihat sendiri aneka kerusakan yang dibuat oleh bangsa Jin dan anteknya sebelum kedatangan Adam alaihi salam. Meski demikian, tak ada kesombongan di dalam diri Malaikat dengan pertanyaan tersebut.

Sebaliknya dengan Iblis, yang merasa memiliki tingkat pengabdian tinggi kepada Allah Swt, ahli ibadah, piawai melaksanakan tugas untuk membumihanguskan para jin - akhirnya jatuh terjerembab hingga diusir selamanya dari Surga, karena sombong.

Intinya, tirulah tanpa perlu menjadi. Tirulah sifat pantang menyerah setan, tanpa perlu menjadi Iblis dengan sifat sombongnya. Wallahualam. (*)

-------------
Terinspirasi dari ceramah motivasi yang disampaikan oleh Prof DR dr Yuwono, Bio Med. tentang Mental Pekerja saat Kajian Bulanan Awfa.

Pakdezaki . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates