Kamis, 13 Januari 2022

 

Assalamualaikum wr wbr,

Apa kabar Sahabat? Semoga senantiasa sehat dan senantiasa dalam keadaan iman dan insyaf.

Dalam dua minggu terakhir ini, saya 'berguru' kepada tiga orang ustadz via Youtube. Yakni, Buya Yahya, Prof. Quraish Shihab dan Abuya Arrazy Hasyim.

Dari ketiganya saya menemukan cara belajar Islam yang menyejukkan. Moderat dan berbaik sangka.

Saya akui memang cukup lelah dalam mengamati dan memilah perkembangan dakwah islami dan pergerakan. Apalagi ketika sudah masuk dalam tataran akidah dan ahlak. 

Saya terakhir-terakhir ini mulai muak soal bid'ah, Dikit-dikit bidah, dikit-dikit harus sesuai sunnah. Dikit-dikit ancaman siksa Allah itu pedih, dikit-dikit harus sesuai Al Quran dan Sunnah. 

Jangankan bicara soal siksa dan keperkasaannya. Bahkan menyebut-Nya secara langsung saja, saya sudah takut-takut. Takut nanti dinilai tidak beradab kepada-Nya. Naudzubillahi mindzaalik..

Padahal, saya sehari-hari cukup hanif. Dalam artian lurus-lurus saja - jangan dibandingkan dengan kehanifan Nabi Ibrahim as yang telah diakui oleh Allah di dalam Al Quran ya. 

Shalat lima waktu tidak pernah tinggal. Shalat di masjid juga dijabani, paling tidak Maghrib dan Subuh. Tilawah, alhamdulillah, masih disempatkan.

Tapi kalo soal hafalan ya, agak berantakan. Nggak pernah nambah-nambah lagi setelah selesai kuliah..

Saya juga tidak merokok, berusaha menjauhi ghibah, hidup hemat, kompak dengan pasangan, bersikap positif dan lainnya. 


Balik lagi, setelah mengenal Islam lebih jauh selama masa kuliah. Saya lebih banyak merenung. Cenderung menjauh dari keramaian 'dakwah', memilih jalan sepi untuk mendengarkan langsung ustadz di Youtube, membaca artikel-artikel yang bergizi. 

Ya saya merenung, mengapa sekarang 'ajaran-ajaran' yang katanya dibawa oleh rombongan ahlu sunnah wal jamaah dan gerakan kembali ke Al Quran dan As Sunnah lebih sering mengkafir-kafirkan orang gegara dosa besar dan kecil, membid'ahkan orang di luar kelompok mereka, hanya soal amalan sunnah dan bahkan mubah.

Saya capek.

Masak iya, ajaran Islam yang telah berjalan di Indonesia selama ratusan tahun salah semua? Apakah guru-guru yang mengajarkan Islam selama ini adalah ahli bid'ah dan pasti masuk neraka? Bahkan mereka yang telah menelurkan berbagai kitab klasik dan jutaan santri? 

Ngeri kali ya..

Saya capek.

Sampai akhirnya saya ketemu soal akidah mazhab Asy'ariyah - Maturidiyah dari Ustadz Abdul Somad. Lalu saya cari-cari dan ketemulah channel Dr H Arrazy Hasyim, Lc, MA. Alhamdulillah..

Dalam salah satu ceramahnya beliau menyampaikan, jika pusing belajar soal akidah maka cukuplah bersyahadat dan jalankan syariat. 

Maka saya cukupkan diri dengan apa yang telah saya terima dari guru-guru saya sebelumnya, dan menutup diri dari 'pemikiran impor' yang dikit-dikit menyalahkan, dikit-dikit membid'ahkan orang lain.

Aku hanya ingin menjadi muslim yang baik, percaya kepada Allah, menjalankan syariat Islam yang tengah dan baik kepada tetangga. Datang tahlilan, Yasinan, selamatan, gotong royong lingkungan dan kumpul-kumpul di pos ronda. 

Dan menjauhi politik identitas dalam ranah pergerakan dan siyasah..

Terimakasih ya Rabb, di masa saya, Engkau anugerahkan Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Abdul Somad, Buya Arrazy Hasyim, dan guru-guru lain untuk negeri ini.  

Wallahualam.

Tabik! 

1 komentar:

Wilsonart® HPL and Compact Laminate are the first products within the laminate category to obtain Declare labels from the International Living Future Institute℠. Declare serves as a “nutrition label” for products, showcasing specific product ingredients and sustainability data. The Red List consists of chemical substances, supplies, and elements that are be} dangerous to human and environmental health. A Declare label is further evidence of our dedication to sustainability and Toilet Seat Riser transparency in all Wilsonart products. At Wilsonart, we see fabricators as trusted companions who rely on our surfaces every single day.

REPLY

Pakdezaki . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates