Tuesday, August 2, 2016

Inilah Penyebab Kematian Mike Mohede Menurut Pakar Kesehatan


Umur ada di tangan Tuhan. Namun selalu ada sebab yang menyertai kematian seseorang. Sebab yang bisa menjelaskan mengapa seseorang meninggal dunia. Begitu pun yang terjadi pada seorang Mike Mohede, sang penyanyi muda berbakat. Sehingga, menjadi pertanyaan banyak pihak, apakah penyebab kematian Mike Mohede ini?

Ia dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (31/7) lalu pukul 17.30 di usia yang terbilang sangat muda, 32 tahun. Mike didiagnosa meninggal akibat serangan jantung mendadak sudden cardiac death (SCD).

Dari beberapa referensi yang saya baca, SCD memang bisa juga terjadi pada orang berusia muda. Penyebabnya sangat bervariasi, sekitar dua per tiga di antaranya disebabkan karena kelainan jantung.

Banyak orang yang tidak percaya - termasuk saya sendiri, bagaimana mungkin Mike bisa terkena serangan jantung mematikan tersebut? Padahal usianya masihlah belia, tiga puluhan. Pasalnya, serangan sakit jantung biasanya menyerang orang yang sudah lanjut usia, akibat penurunan kesehatan atau gangguan lainnya. Namun dalam kasus Mike ternyata berbeda.

Mike Mohede semasa hidup
Meski demikian, demi melihat postur badan seorang Mike. Dugaan saya, kematian penyanyi bersuara emas ini bisa jadi disebabkan oleh kolesterol dalam darahnya yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke jantungnya.

Meskipun, sebagaimana dilansir oleh beberapa media, Amin Yudhayani, Ibunda Mike mengungkapkan bahwa beberapa bulan terakhir Mike begitu menjaga berat tubuhnya. Mike disebut telah mengikuti program diet, minum multivitamin, dan melakukan berbagai hal untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

Mike juga dikabarkan sangat rutin berolahraga akhir-akhir ini, semua itu dilakukan untuk demi membuatnya tetap sehat. Namun maut berkata lain, serangan jantung justru membuat Mike berhenti melantunkan suara emasnya di Bumi.

Apa Kata Pakar?
Lalu apa kata pakar terkait dengan penyebab kematian Mike Mohede ini? Apakah benar serangan jantung tersebut berhubungan dengan bobot tubuhnya? dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, dari klinik lightHOUSE-Indonesia memberikan pandangannya.

Menurut dokter pendiri klinik lightHOUSE Indonesia ini, olahraga membuat jantung terlatih untuk memompa darah, sekaligus membuat pembuluh darah elastis, jadi bisa mengembang mengecil (kontraksi-dilatasi) sesuai dengan olahraga yang dilakukan.

"Bukan cuma otot saja yang dilatih. Tapi pembuluh darah juga dilatih. Ini menghindari hipertensi yg disebabkan karena pembuluh darah kaku. Aliran darah juga akan lancar mengalir ke semua organ tubuh", sebutnya di dalam rilis yang diterima Selasa (2/8) malam tersebut.

dr Grace menambahkan, tidak ada jaminan pasti untuk penyakit jantung. Makan dijaga apakah jaminan? Makan ngaco apakah jaminan sakit jantung?

Sick fat disease
Penyebab kematian Mike Mohede diduga dipicu akibat adanya timbunan lemak berlebih akibat badan yang sudah overweight.

(Baca juga : Inilah bahaya Obesitas dalam gaya hidup sedentari)

“Timbunan lemak memiliki banyak fungsi, misalnya menghangatkan tubuh, cadangan makanan, membantu memproduksi hormon, meregulasi nafsu makan dan metabolisme tubuh. Namun, kadang lemak perut sebelah dalam terjangkiti sick fat disease atau adiposopathy yang akhirnya sel lemak tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya” tambah dr. Grace.

Sel lemak sebelah dalam malah memproduksi hormon dan protein yang membuat pembuluh darah jadi kaku, tubuh jadi resisten terhadap gula darah, kolesterol tak terkontrol dalam darah, tidak dapat memproses asam urat dengan baik, dan sebagainya.

Hal inilah yang membuat tidak selamanya orang gemuk bisa saja tampak sehat, dan yang tidak gemuk bisa saja terkena adiposopathy. Adiposopathy ini belum diketahui penyebabnya.

Lalu apakah orang yang berdiet memiliki jaminan sehat? “Tergantung. Berdiet juga bukan jaminan bebas serangan jantung karena serangan jantung dipengaruhi pola hidup yang biasanya disebabkan oleh timbunan plak dalam pembuluh darah,” ia menjelaskan.

...serangan jantung dipengaruhi pola hidup yang biasanya disebabkan oleh timbunan plak dalam pembuluh darah.. 

Namun, tambah dr. Grace, setidaknya sudah ada usaha yang dilakukan untuk menghindari penyakit mematikan seperti yang diderita Mike Mohede.

Menurut dr. Grace, pembuluh darah kita tiap hari sibuk dilalui oleh sel darah, nutrisi dan zat-zat lain. Seperti pipa air, pembuluh darah ini butuh maintenance karena setiap hari pasti ada kerusakan.

“Kerusakan pada pembuluh darah terjadi terutama si manusia makan banyak gula atau tepung. Bila dilihat oleh mikroskop bentuknya tajam seperti kerikil yang membuat banyak baret di pembuluh darah” tambahnya.

Plak yang menyumbat
Lebih lanjut ia menggambarkan, baret ini akan ditambal oleh tubuh dengan bahan utama seperti trombosit dan kolesterol. Kolesterol ini dibawa oleh HDL dan LDL. LDL membawa kolesterol dari hati ke bagian yg butuh ditambal yang terkadang saking banyaknya sampai membentuk gundukan. Sedangkan HDL membawa kolesterol dari bagian yang ditambal ke hati sehingga membuat tambalan jadi mulus, dan bebas gundukan.

“Makan banyak daging merah berlemak, jeroan, santan, mentega akan membuat LDL tambah banyak, sehingga resiko gundukan lebih tinggi. Yang ditakutkan adalah gundukan ini akhirnya lepas, terbawa arus dan menyumbat pembuluh darah kecil,” ujar dr. Grace. Misalnya, pembuluh darah yg menempel pada jantung (pembuluh koroner) dan otak.
Timbunan lemak (plak) yang dapat menyumbat pembuluh arteri
Gundukan ini disebut plak. Menurutnya, plak ini tidak bisa hilang begitu saja meskipun sudah mulai hidup sehat. (Lihat gambar di atas)

“Maka dari itu kita harus melakukan olahraga karena olahraga dapat membantu membuat pembuluh darah menjadi tidak kaku, sehingga agak lebih lebar. Bila ada gundukan pun arus darah bisa sedikit lebih bebas,” ajak dr. Grace.

Lalu, kapan plak yang menyumbat terbawa arus? Tidak ada yang tahu. Mungkin saja ini yang dialami oleh Mike sehingga menjadi penyebab kematiannya.

Nah, demikian penjelasan dari LightHOUSE-Indonesia. Obesitas ternyata sebabkan banyak penyakit. Oleh karenanya, yuk mulai dari sekarang kita terapkan pola hidup sehat, makanan bergizi dan seimbang serta aktif bergerak.

Salam sehat!. (*)

0 comments:

Post a Comment